Yuk, Pahami Kebutuhan dan Masalah Gizi pada Lansia Berikut Ini!

Yuk, Pahami Kebutuhan dan Masalah Gizi pada Lansia Berikut Ini!

gizi lansia
gizi lansia
gizi lansia

Gizi adalah salah satu hal yang sangat penting bagi individu dari segala usia karena nutrisi merupakan sumber energi bagi tubuh; termasuk untuk lansia.

Gizi juga membantu dalam kontrol berat badan serta membantu mencegah banyak penyakit. Seiring bertambahnya usia, tubuh dan gaya hidup mengalami perubahan signifikan yang imbasnya mengubah kebutuhan nutrisi mereka.

Meski butuh lebih sedikit kalori, gizi lansia wajib dipastikan tetap memadai. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai kebutuhan diet lansia untuk memastikan agar selalu menjalani pola makan seimbang sehingga tubuh tetap terpenuhi kebutuhan gizinya.

Manfaat Gizi Bagi Lansia

Gizi yang tepat pada lansia memberikan manfaat yang tak terhingga. Selain sebagai sumber energi dan membantu mengontrol berat badan, kecukupan gizi juga membantu mencegah berbagai penyakit seperti osteoporosis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker. Sebagian lansia juga membutuhkan protein lebih banyak dalam pola makannya, hal ini menunjukkan pentingnya penyesuaian asupan gizi tergantung kebutuhan masing-masing dapat membantu kesehatan secara keseluruhan. 

WHO dan Kemenkes: Kebutuhan Gizi Lansia

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan, lansia umumnya diklasifikasikan sebagai individu berusia 60 tahun ke atas. Populasi lanjut usia menghadapi berbagai tantangan terkait kesehatan, termasuk proses degeneratif yang mengakibatkan penyakit dan komplikasi. 

Deteksi dini masalah ini dan penyediaan nutrisi yang memadai sangat penting untuk mencegah masalah terkait nutrisi. Status gizi pada lansia menurut WHO dapat diukur dengan menggunakan indeks massa tubuh (BMI), dengan berbagai kategori yang menunjukkan berat badan kurang, berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas.

Oleh karena itu, menjaga pola makan seimbang itu penting bagi semua orang, terutama orang tua. Berikut rekomendasi kebutuhan gizi pada lansia:

  • Kurangi asupan lemak dan garam.
  • Jaga asupan protein.
  • Pastikan asupan kalsium, terutama untuk wanita pascamenopause.
  • Konsumsi suplemen vitamin D
  • Hindari makanan yang digoreng, sereal, tepung, dan krim manis.
  • Tingkatkan konsumsi serat makanan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan usia seperti sembelit, diabetes, dan penyakit jantung.
  • Sertakan berbagai makanan seperti produk susu, sayuran kukus, salad, dan buah-buahan lunak seperti pisang dan jeruk.
  • Buatlah makanan yang menarik secara visual untuk merangsang nafsu makan.

Baca Juga: Tambah Umur & Tetap Sehat? Lakukan Kebiasaan Makan Bergizi & Kegiatan Ini!

Kebutuhan Energi dan Protein

Kebutuhan energi untuk lansia yang sehat biasanya berkisar antara 25 sampai 30 kkal/kg/hari. Namun, kebutuhan ini dapat meningkat menjadi 30 hingga 35 kkal/kg/hari dalam situasi stres metabolik. Sementara untuk protein, lansia yang sehat harus mengonsumsi 1 hingga 1,2 gram protein per kilogram berat badan per hari. Sementara itu lansia yang berisiko kekurangan gizi harus mengonsumsi 1,2 hingga 1,5 gram. Bagi lansia yang terdiagnosis mengalami malnutrisi dan infeksi berat harus mendapat asupan 2 gram protein per kilogram berat badan per hari.

Kebutuhan Cairan

Kebutuhan cairan untuk lansia biasanya dihitung berdasarkan berat badan, umumnya berkisar antara 25 hingga 30 ml per kilogram. Faktor-faktor seperti demam, berkeringat, hiperventilasi, dan hipertiroidisme dapat memengaruhi kebutuhan cairan ini.    

Faktor yang Memengaruhi Status Gizi Lansia

Kondisi status gizi lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, termasuk faktor sosial ekonomi, perubahan fisiologis, pilihan gaya hidup, dan banyak lagi. Semua faktor tersebut baik berdiri sendiri maupun berkaitan satu sama lain dapat berdampak signifikan pada asupan makanan dan penyerapan gizi.

Faktor sosial ekonomi

Faktor sosial ekonomi bisa membatasi akses lansia terhadap makanan bergizi. Faktor ini sering dialami oleh lansia yang berada pada tingkat ekonomi yang rendah. Faktor ini juga dapat disebabkan oleh kelemahan fisik yang membuat lansia tidak bisa belanja atau memasak, atau efek isolasi dari hidup sendiri yang memengaruhi kualitas asupan makanan.

Faktor fisiologis

Perubahan terkait usia dapat secara drastis memengaruhi status gizi lansia seperti kehilangan otot, penurunan indera perasa dan penciuman, dan perubahan sistem pencernaan dapat memengaruhi kebutuhan dan asupan nutrisi.

Penyakit yang terkait dengan penuaan, seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit neurodegeneratif, dapat mengubah cara tubuh menggunakan nutrisi, seringkali meningkatkan kebutuhan nutrisi dan kalori.

Faktor gaya hidup

Gaya hidup lansia, termasuk tingkat aktivitas fisik dan pilihan asupan makanan, sangat memengaruhi status gizi mereka. Menjaga tubuh tetap aktif secara fisik dapat membantu mengimbangi kecenderungan kenaikan berat badan yang umum terjadi pada lansia. Sebaliknya, mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama seperti di usia lebih lebih muda dapat menyebabkan kelebihan kalori yang tidak terpakai sehingga menyebabkan berat badan bertambah.

Faktor pilihan makanan

Lansia kemungkinan mengalami kesulitan mempertahankan pola makan seimbang karena faktor-faktor seperti penurunan nafsu makan, masalah kesehatan gigi, atau kesulitan menelan.

Faktor kebutuhan gizi

Beberapa jenis nutrisi menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia, karena perubahan fisiologis dan perannya dalam kesehatan secara keseluruhan. Misalnya, rekomendasi gizi harianuntuk kalsium dan vitamin D meningkat setelah usia tertentu, sedangkan kekurangan vitamin B12 dan protein sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Perubahan rasa dan bau

Seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami penurunan indera perasa dan penciuman, yang dapat mengurangi kenikmatan makan dan selanjutnya mempengaruhi asupan makanan.

Perubahan fisik seperti kesulitan menelan dapat menyebabkan peralihan ke makanan yang lebih lunak.

Kesimpulannya, status gizi lansia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pemahaman yang komprehensif terhadap aspek-aspek tersebut sangat penting dalam menyusun strategi dan intervensi untuk memperbaiki status gizi pada lansia.

Baca Juga: Apa, sih, Gunanya Makanan & Susu Tinggi Kalori untuk Aktivitas Sehari-hari?

5 Masalah Gizi Pada Lansia

Ada berbagai masalah gizi pada lansia yang sering terjadi. Beberapa di antaranya, yakni:

1. Malnutrisi

Malnutrisi adalah masalah yang sering terjadi pada lansia. Hal ini ditandai dengan kurangnya atau tidak seimbangnya asupan nutrisi penting, termasuk protein, kalori, dan vitamin. Hal ini tidak hanya terjadi pada mereka yang menderita kelaparan atau kekurangan akses ke makanan sehat, tetapi juga sering terjadi pada lansia dengan kondisi kronis. Malnutrisi meningkatkan risiko komplikasi seperti membuat lansia rentan jatuh, waktu pemulihan lebih lambat, sering dirawat di rumah sakit, dan berpotensi kematian.

2. Penyakit

Kondisi kronis seperti diabetes, kanker, atau penyakit Alzheimer mungkin memerlukan pembatasan diet, yang secara tidak langsung dapat menyebabkan malnutrisi. Penyakit ini juga mengubah metabolisme dan dapat memengaruhi nafsu makan secara negatif, sehingga membuat lansia sulit makan.

3. Perubahan fisiologis dan masalah kesehatan

Perubahan fisiologis seiring bertambahnya usia seperti penurunan bau, rasa, dan nafsu makan dapat mengurangi kenikmatan makanan dan mengganggu kebiasaan makan yang teratur.

Kesehatan gigi yang buruk, kesulitan memegang alat makan, dan kesulitan mengunyah atau menelan juga dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Komplikasi dan peradangan akibat penyakit dapat mengubah cara tubuh memproses nutrisi dan menurunkan nafsu makan.

4. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat resep tertentu dapat memengaruhi penyerapan nutrisi atau menekan nafsu makan, yang menyebabkan malnutrisi.

5. Masalah sosial dan psikologis

Masalah psikologis dan sosial seperti demensia, depresi, dan berkurangnya interaksi sosial juga dapat berkontribusi secara signifikan terhadap malnutrisi di kalangan lansia.

Faktor-faktor ini dapat mengganggu kebiasaan makan yang teratur, mengurangi selera makan, dan menyebabkan keputusan gizi yang buruk.

Mengatasi masalah ini membutuhkan berbagai pendekatan termasuk menerapkan strategi waktu makan yang teratur, sehingga terjadi kebiasaan makan yang baik, kontrol kesehatan rutin untuk skrining malnutrisi, dan perubahan dalam pola pengobatan atau pola makan jika diperlukan. Fokus pada makanan bergizi, camilan sehat, dan penggunaan bumbu dan rempah untuk meningkatkan rasa juga dapat membantu meningkatkan nutrisi di kalangan lansia. 

Baca Juga: 7 Nutrisi yang Baik untuk Daya Tahan Tubuh

5 Cara Mengatasi Masalah Gizi pada Lansia

Untuk mengatasi masalah gizi pada lansia, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Intervensi Nutrisi

Intervensi nutrisi dirancang untuk menangkal efek anoreksia dan penyebab lain dari penurunan asupan makanan yang lazim terjadi pada lansia. Hal ini dapat dicapai melalui pola diet yang disesuaikan dan program makan yang mempertimbangkan kebutuhan nutrisi dan masalah kesehatan yang umum terjadi pada kelompok usia ini.

2. Memperbanyak Aktivitas Fisik

Latihan fisik secara teratur, khususnya aktivitas aerobik, dapat membantu meningkatkan anabolisme protein pada lansia, meningkatkan kesehatan otot dan tulang. Hal ini penting mengingat peningkatan kebutuhan protein pada lansia, meskipun kebutuhan energi secara umum menurun.

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi pola makan seimbang yang mencakup makanan bergizi dan nutrisi penting seperti zat besi dapat mengurangi risiko penyakit kronis dan kekurangan nutrisi. Makanan seperti daging, ikan, telur, sereal yang diperkaya, dan berbagai makanan nabati harus dibiasakan untuk mendapatkan manfaat dari kandungan zat besinya.

4. Mengatasi Masalah Fisik

Lansia sering mengalami keterbatasan fisik yang dapat memengaruhi asupan makanan, seperti masalah mengunyah karena kesehatan gigi yang buruk dan penurunan indera perasa. Pemeriksaan gigi secara teratur, memastikan pemasangan gigi palsu yang benar, dan mengatasi masalah mulut kering dapat meningkatkan pengalaman makan dan meningkatkan status gizi lansia.

5. Dukungan sosial dan psikologis

Faktor psikologis dan sosial seperti depresi, isolasi sosial, dan stres dapat memengaruhi pola makan dan meningkatkan risiko anoreksia. Intervensi seperti konseling, kegiatan kelompok, dan bantuan finansial dapat membantu mengatasi masalah ini, sehingga membiasakan konsumsi makanan yang lebih baik dan gizi secara keseluruhan.

Metode-metode ini, meskipun tidak mudah untuk diterapkan, berpotensi secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lansia. Namun, metode-metode ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lansia. 

Asupan Nutrisi Lengkap Seimbang untuk Lansia

Untuk membantu memastikan agar lansia mendapatkan asupan gizi yang tepat, lengkapi dengan nutrisi seperti Ensure Gold. akan sangat bermanfaat untuk melibatkan suplemen gizi seperti Ensure Gold untuk mendukung kebutuhan gizi lansia. Ensure Gold merupakan brand no. 1 yang teruji klinis mengandung nutrisi yang diperkaya dengan ꞵ-hydroxy ꞵ-methylbutyrate (HMB) dan campuran Triple Protein berupa Whey, Casein, dan Soy untuk meningkatkan kekuatan dan fungsi daya tahan tubuh pada lansia.

Tersedia dalam berbagai rasa seperti Vanila, Coklat, dan Gandum yang lezat, Ensure Gold juga mengandung kalsium, vitamin D, dan serat, sekaligus menawarkan 13 vitamin dan 9 mineral, dan rendah laktosa, sehingga cocok dan dapat diterima bahkan oleh yang mengalami intoleransi laktosa.

SUMBER:

Nutrition for Older Adults: MedlinePlus. Retrieved on July 22, 2023, from https://medlineplus.gov/nutritionforolderadults.html. 

Gizi Seimbang untuk Lansia. Retrieved on July 22, 2023, from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2189/gizi-seimbang-untuk-lansia. 

Kebutuhan Gizi pada Lansia. Retrieved on July 22, 2023, from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2354/kebutuhan-gizi-pada-lansia. 

Malnutrition in Older Adults—Recent Advances and Remaining Challenges - PMC. Retrieved on July 22, 2023, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8399049/. 

Nutrition Guidelines for Older Adults. Retrieved on July 22, 2023, from https://www.webmd.com/healthy-aging/features/nutrition-guidelines-older-adults. 

What to Know About Malnutrition in Older Adults. Retrieved on July 22, 2023, from https://www.webmd.com/healthy-aging/what-to-know-about-malnutrition-in-older-adults. 

Nutritional Interventions for Elderly and Considerations for the Development of Geriatric Foods - PMC. Retrieved on July 22, 2023, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6971894/.

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait