Ensure Gold Vanila
- Main Image
-

- Title
- Ensure Gold Vanila
- Detail Page Path
Saat seseorang mengalami osteoporosis, tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit pengeroposan tulang ini juga lebih rentan terjadi pada wanita karena pengaruh hormonal.
Osteoporosis kerap lambat ditangani karena terlambat mendapatkan diagnosis. Keterlambatan diagnosis ini akibat dari gejala penyakit yang sering tidak tampak.
Tulang keropos dianggap sebagai “silent disease” karena penderitanya tidak dapat merasakan tulangnya melemah dan rapuh. Sering kali, seseorang mendapat diagnosis osteoporosis ketika mengalami patah tulang. Padahal, saat sudah mengalami patah tulang, biasanya kondisi osteoporosis sudah parah.
Lalu, bagaimana kita bisa mengantisipasi penyakit ini? Yuk, kenali osteoporosis lebih mendalam di bawah ini!
Meski gejala osteoporosis pada lansia kerap tidak terlihat, sejumlah gejala dini dapat dirasakan untuk mendeteksinya. Menariknya, gejala dini osteoporosis justru tidak langsung terasa di area tulang, melainkan:
Saat mengalami osteoporosis, semua tulang, termasuk tulang rahang akan kehilangan kepadatannya. Inilah mengapa gusi akan tampak menyusut jika seseorang terserang osteoporosis.
Kekuatan genggaman yang melemah dikaitkan dengan kepadatan tulang yang rendah. Kondisi ini biasanya menjadi gejala awal osteoporosis yang terjadi pada wanita pasca menopause.
Kuku dan tulang tersusun dari mineral yang sama. Ketika seseorang mengalami osteoporosis biasanya ditandai dengan kekuatan kuku yang melemah atau rapuh.
Sedangkan pada stadium lanjut, ketika tulang melemah, beberapa gejala ini akan muncul.
Saat bagian tulang yang patah karena osteoporosis adalah tulang belakang, biasanya akan memunculkan rasa sakit pada punggung dan leher. Ini karena tekanan yang terjadi menjepit saraf setempat.
Penurunan tinggi badan ini terjadi karena pengeroposan tulang mulai menekan bagian tulang belakang.
Osteoporosis juga akan membuat tubuh menjadi bungkuk. Ini terjadi karena tekanan pada tulang belakang menyebabkan tulang punggung bagian atas melengkung dan menjadi bungkuk.
Osteoporosis yang sudah parah biasanya ditandai dengan tulang yang mudah patah atau retak. Bahkan, patah tulang bisa terjadi akibat hal-hal sepele seperti bersin atau batuk yang kuat.
Berikut ini beberapa ciri umum osteoporosis yang perlu dipahami:
Kepadatan tulang yang rendah merupakan ciri paling objektif dari osteoporosis dan biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan DEXA scan. Nilai T-score ≤ –2.5 menunjukkan tulang sudah mengalami pengeroposan signifikan meski belum muncul gejala.
Memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami patah tulang panggul meningkatkan risiko seseorang terkena osteoporosis. Faktor ini menunjukkan adanya kecenderungan genetik terhadap kepadatan tulang yang rendah.
Penurunan hormon estrogen setelah menopause membuat wanita lebih rentan mengalami osteoporosis. Seiring bertambahnya usia di atas 65 tahun, kecepatan kehilangan massa tulang pun meningkat secara alami.
Massa otot rendah atau sarkopenia menyebabkan otot melemah sehingga beban mekanis pada tulang berkurang, membuat massa tulang ikut menyusut. Kombinasi sarkopenia dan osteoporosis dikenal sebagai osteosarcopenia, kondisi yang meningkatkan risiko patah tulang akibat jatuh.
Berat badan yang terlalu rendah menandakan cadangan massa otot dan massa tulang yang kecil. Kondisi ini membuat tulang lebih rapuh dan rentan mengalami pengeroposan lebih cepat.
Asupan kalsium dan vitamin D yang tidak mencukupi membuat tubuh sulit membangun dan mempertahankan kepadatan tulang. Dalam jangka panjang, gaya hidup ini meningkatkan risiko osteoporosis meski seseorang tampak sehat.
Kurangnya latihan beban membuat tulang tidak mendapatkan rangsangan mekanis yang dibutuhkan untuk tetap kuat. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, kepadatan tulang dapat menurun lebih cepat dari normal.
Baca Juga: Aktivitas Fisik Ringan, Sedang, & Berat: Berikut Perbedaannya!
Penyebab penyakit tulang keropos adalah menurunnya kemampuan tubuh untuk meregenerasi tulang yang menyebabkan kepadatan tulang menurun. Sebenarnya, tubuh akan meregenerasi seluruh tulang di tubuh setiap 10 tahun, tapi kemampuan ini akan menurun seiring bertambahnya usia.
Penurunan kemampuan regenerasi tulang ini diperparah dengan berbagai faktor yang dapat menyebabkan risiko osteoporosis makin tinggi. Beberapa faktor risiko osteoporosis di antaranya:
Ada beberapa jenis osteoporosis yang umum terjadi, yakni:
Terjadi pada perempuan setelah menopause akibat penurunan estrogen. Estrogen berperan penting menjaga kepadatan tulang. Kekurangan hormon ini mempercepat penurunan massa tulang sehingga risiko patah tulang meningkat.
Umumnya muncul pada usia di atas 70 tahun, disebabkan kombinasi faktor usia, penurunan absorpsi kalsium, dan melemahnya jaringan otot. Jenis ini dialami oleh laki-laki maupun perempuan.
Disebabkan kondisi medis tertentu seperti gangguan tiroid, penggunaan steroid jangka panjang, malnutrisi, atau gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan kurang gerak. Bila penyebab utamanya diatasi, kondisi tulang bisa membaik.
Pertanyaan semacam “tulang keropos apa bisa sembuh?” pasti terngiang-ngiang di benak banyak penderita osteoporosis. Sayangnya, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah osteoporosis tidak dapat disembuhkan.
Meski begitu, penanganan yang tepat lewat obat dan perubahan gaya hidup dapat memperlambat bahkan menghentikan pengeroposan tulang.
Penanganan utama dari penyakit keropos tulang adalah mencegah terjadinya patah tulang. Sedangkan pengobatan lain dapat membantu memperlambat kerusakan tulang, bahkan beberapa pengobatan dapat memicu pertumbuhan tulang baru.
Beberapa hal yang dipertimbangkan oleh dokter dalam menentukan tindakan pengobatan osteoporosis adalah jenis kelamin, usia, dan riwayat medis. Secara garis besar, pengobatan osteoporosis adalah:
Dua jenis obat yang mungkin diresepkan dokter adalah obat untuk meningkatkan kepadatan tulang dan obat untuk meningkatkan pembentukan tulang. Obat yang dapat meningkatkan kepadatan tulang bertujuan untuk mencegah berkurangnya massa tulang.
Artinya, obat ini bermaksud agar tulang tidak tambah rapuh. Sedangkan obat pembentukan tulang bertujuan merangsang pertumbuhan tulang baru yang digunakan pada orang berisiko tinggi mengalami patah tulang.
Pada wanita, osteoporosis dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon esterogen. Sedangkan pada pria, kondisi ini terkait dengan penurunan bertahap kadar hormon testosteron karena usia.
Karenanya, dokter mungkin menyarankan terapi hormon sebagai salah satu cara mengobati penyakit osteoporosis. Tapi, hal ini juga melihat pertimbangan jenis kelamin, usia, dan riwayat medis pasien karena ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari terapi hormon.
Tubuh membutuhkan kalsium untuk menjaga kekuatan tulang. Sedangkan vitamin D dibutuhkan tubuh untuk menyerap kalsium. Konsumsi suplemen kalsium dan vitamin D diharapkan dapat mencegah pengeroposan tulang yang lebih parah.
Ada banyak hal yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Meski begitu, bukan berarti kita tidak bisa mencegah penyakit tulang keropos ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
Untuk menjaga kepadatan tulang dan kekuatan otot, tubuh membutuhkan kombinasi protein berkualitas, vitamin D, kalsium, serta nutrisi pendukung imunitas. Ensure Gold StrengthPro hadir sebagai susu untuk otot dan tulang yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, terutama pada orang dewasa dan lansia.
Ensure Gold StrengthPro mengandung protein, vitamin D, kalsium, serta beta glukan dari yeast untuk mendukung daya tahan tubuh. Kombinasi nutrisi ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit kehilangan massa otot, memperkuat fungsi otot, serta menjaga tulang tetap sehat seiring bertambahnya usia. Produk ini cocok bagi orang yang ingin menjaga kekuatan otot dan tulang agar tetap aktif setiap hari.
ANIAPAC-P-ID-202500947
Osteoporosis tidak bisa sembuh total, tetapi bisa dikendalikan. Kepadatan tulang dapat ditingkatkan melalui nutrisi, latihan beban, suplemen sesuai anjuran dokter, dan perubahan gaya hidup.
Fokus pada pola makan tinggi protein, vitamin D, dan kalsium, melakukan latihan kekuatan otot, serta berkonsultasi rutin dengan dokter untuk terapi lanjutan.
Tidak. Remaja dan dewasa muda juga dapat mengalaminya, terutama jika kurang nutrisi, kurang aktivitas fisik, atau memiliki penyakit penyerta.
Ya. Penurunan kekuatan otot dan hilangnya massa otot atau sarkopenia yang memperburuk mobilitas dan meningkatkan risiko jatuh yang merupakan kombinasi yang bisa memicu patah tulang.
Latihan beban seperti squat, berjalan cepat, resistance band, dan aktivitas fungsional seperti naik tangga. Latihan ini mendukung kesehatan otot sekaligus kepadatan tulang.
SOURCE:
B. Lawrence Riggs, Sundeep Khosla, L. Joseph Melton, A Unitary Model for Involutional Osteoporosis: Estrogen Deficiency Causes Both Type I and Type II Osteoporosis in Postmenopausal Women and Contributes to Bone Loss in Aging Men, Journal of Bone and Mineral Research, Volume 13, Issue 5, 1 May 1998, Pages 763–773, https://doi.org/10.1359/jbmr.1998.13.5.763
Qadir, A., Liang, S., Wu, Z., Chen, Z., Hu, L., & Qian, A. (2020). Senile Osteoporosis: The Involvement of Differentiation and Senescence of Bone Marrow Stromal Cells. International journal of molecular sciences, 21(1), 349. https://doi.org/10.3390/ijms21010349
Ganesan K, Jandu JS, Anastasopoulou C, dkk. Osteoporosis Sekunder. [Diperbarui 2 Maret 2023]. Dalam: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; Januari 2025-. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470166/
Risk factors. (2019, October 10). International Osteoporosis Foundation | IOF. https://www.osteoporosis.foundation/patients/about-osteoporosis/risk-factors
Tulang Keropos atau Osteoporosis - Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Retrieved 11 June 2022, from https://reumatologi.or.id/tulang-keropos-atau-osteoporosis/
Osteoporosis - NHS UK. Retrieved 11 June 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/causes/
What Is Osteoporosis? Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, and Prevention - Everyday Health. Retrieved 11 June 2022, from https://www.everydayhealth.com/osteoporosis/guide/
What Are the Symptoms of Osteoporosis? - Healthline. Retrieved 11 June 2022, from https://www.healthline.com/health/osteoporosis-symptoms#symptoms
Osteoporosis - Mayo Clinic. Retrieved 11 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968
What causes bone loss? - Medine Plus. Retrieved 11 June 2022, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000506.htm
Osteoporosis Medications - WebMD. Retrieved 11 June 2022, from https://www.webmd.com/osteoporosis/what-to-know-about-osteoporosis-meds
Osteoporosis treatment: Medications can help - Mayo Clinic. Retrieved 11 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/in-depth/osteoporosis-treatment/art-20046869
Salah satu cara untuk dukung masa pemulihan lansia, yaitu dengan memberikan Goldsure by Ensure setiap hari. Bagaimana caranya? Simak di sini ya.
Masalah kesehatan pada lansia sering muncul karena adanya penurunan daya tahan tubuh atau sistem imun. Simak hubungannya & cara menjaganya berikut ini!
Kebutuhan kalori harian nyatanya penting untuk dipenuhi sebab makanan yang mengandung kalori berguna untuk kehidupan manusia sebagai penghasil energi.
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?