Perbedaan Protein Nabati dan Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak

Perbedaan Protein Nabati dan Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak

perbedaan protein nabati dan hewani
perbedaan protein nabati dan hewani
perbedaan protein nabati dan hewani
Tags:

Apakah ibu sudah memahami pentingnya protein untuk tumbuh kembang anak? Protein termasuk dalam kelompok zat gizi makro, yaitu zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah cukup besar untuk mendukung berbagai fungsi tubuh serta tumbuh kembang anak. Protein berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk otot, menjaga kesehatan tulang, mendukung daya tahan tubuh, serta sebagai sumber energi.

Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan banyak asupan protein. Hal ini karena tubuh anak sedang aktif membentuk jaringan baru untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan, perkembangan otak, serta peningkatan kemampuan fisik dan motorik.

Protein dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan. Secara umum, sumber protein dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sumber protein nabati dan sumber protein hewani. Lalu, apa perbedaan protein nabati dan hewani, dan mana yang lebih baik untuk mendukung tumbuh kembang anak?

Fungsi Protein untuk Tumbuh Kembang Anak

Protein memiliki berbagai fungsi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, antara lain:

1. Membantu Pertumbuhan Tinggi dan Berat Badan

Protein menjadi bahan dasar pembentukan jaringan tubuh baru. Saat anak bertambah tinggi dan berat badannya meningkat, tubuh memerlukan protein untuk membangun sel dan jaringan baru tersebut.

2. Mendukung Pembentukan Massa Otot

Otot anak berkembang seiring pertambahan usia dan aktivitas fisiknya. Protein membantu pembentukan serta pemeliharaan massa otot sehingga anak dapat bergerak, bermain, dan beraktivitas dengan optimal.

3. Memperkuat Tulang

Protein bekerja bersama berbagai nutrisi lain, seperti kalsium dan vitamin D, untuk membantu menjaga kekuatan dan pertumbuhan tulang.

4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Antibodi yang berfungsi melawan kuman sebagian besar tersusun dari protein. Karena itu, asupan protein yang cukup dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak.

5. Membantu Perkembangan Otak

Protein juga berperan dalam pembentukan hormon dan neurotransmitter yang mendukung fungsi otak, konsentrasi, serta proses belajar anak.

Baca Juga: 12 Cara Melatih Fokus Anak dengan Mudah & Efekif dilakukan

Perbedaan Protein Nabati dan Hewani

Protein tersusun dari komponen kecil yang disebut asam amino. Ada 20 jenis asam amino, sembilan di antaranya disebut asam amino esensial yang harus diperoleh dari makanan karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri.

Asam amino esensial ini dapat diperoleh dari protein hewani dan protein nabati. Namun, ada perbedaan kandungan asam amino dalam protein hewani dan protein nabati.

Protein hewani berasal dari hewan atau produk turunannya. Protein hewani mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Sedangkan, protein nabati berasal dari tumbuhan. Namun, sebagian besar sumber protein nabati tidak mengandung semua asam amino esensial. Karena itu, anak biasanya perlu mengonsumsi berbagai jenis protein nabati agar kebutuhan asam aminonya terpenuhi.

Kelebihan Protein Hewani

Masing-masing jenis protein mempunyai kelebihan dan kekurangan, berikut kelebihan protein hewani:

1. Mengandung Asam Amino Esensial Lengkap

Protein hewani dikenal sebagai protein lengkap karena mengandung 9 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

2. Lebih Mudah Diserap Tubuh

Penelitian menunjukkan bahwa protein hewani memiliki daya cerna yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar protein nabati. Hal ini membuat tubuh lebih mudah memanfaatkannya untuk pertumbuhan dan perkembangan.

3. Mendukung Pertumbuhan Massa Otot

Protein hewani mengandung asam amino penting seperti leusin yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan otot.

Kekurangan Protein Hewani

Protein hewani juga memiliki kekurangan, antara lain:

1. Beberapa Jenis Mengandung Lemak Jenuh

Daging berlemak atau produk olahan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi jika dikonsumsi berlebihan, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

2. Rendah Serat

Sumber protein hewani umumnya memiliki kandungan serat yang rendah, tidak seperti pada protein nabati.

Kelebihan Protein Nabati

Protein nabati juga memiliki kelebihan, yaitu:

1. Kaya Serat

Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

2. Mengandung Antioksidan

Protein nabati mengandung antioksidan seperti Vitamin C, vitamin E dan polifenol (flavonoid, phenolic acids) yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

3. Rendah Lemak Jenuh

Sebagian besar sumber protein nabati memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan beberapa sumber protein hewani.

Kekurangan Protein Nabati

Protein nabati juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

1. Kandungan Asam Amino Tidak Lengkap

Kandungan asam amino esensial dari protein nabati tidak lengkap seperti pada protein hewani. Untuk melengkapi asam amino esensial, harus mengonsumi berbagai jenis protein nabati.

2. Penyerapannya Lebih Rendah

Protein nabati lebih sulit dicerna dibandingkan dengan protein hewani. Protein nabati mengandung serat dan senyawa antinutrisi yang membuatnya sulit dicerna.

Contoh Sumber Protein Nabati dan Hewani

Agar kebutuhan protein anak terpenuhi dengan baik, ibu dapat menyajikan berbagai pilihan makanan sumber protein hewani dan protein nabati berikut.

Sumber Protein Hewani

  • Telur
  • Daging ayam
  • Daging sapi
  • Ikan salmon
  • Ikan tuna
  • Ikan kembung
  • Ikan lele
  • Udang
  • Susu
  • Keju
  • Yogurt

Sumber Protein Nabati

  • Tempe
  • Tahu
  • Kacang kedelai
  • Edamame
  • Kacang merah
  • Kacang hijau
  • Kacang tanah
  • Almond
  • Oat
  • Chia seed
  • Quinoa

Tips Mengkombinasikan Protein agar Nutrisi Anak Lebih Optimal

Untuk mendapatkan asupan nutrisi yang lebih optimal, sebaiknya ibu mengkombinasikan berbagai sumber protein anak memperoleh manfaat dari protein hewani dan protein nabati. Berikut tips yang bisa ibu coba:

  1. Sajikan protein hewani dan nabati dalam satu menu, misalnya ayam dan tempe, ikan dan tahu, atau telur dan kacang-kacangan.
  2. Variasikan sumber protein setiap hari agar anak mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap.
  3. Tambahkan susu atau produk olahannya sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan.

Dukung dengan Susu Pertumbuhan Anak

Untuk melengkapi asupan nutrisi harian anak, ibu dapat memberikan susu pertumbuhan anak. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah PediaSure. PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). Kandungan CPP ini dapat membantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi jumlah hari sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D.

 

ANIAPAC-P-ID-202600450

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apa perbedaan paling utama antara protein nabati dan hewani?

Perbedaan utamanya terletak pada kualitas protein. Protein hewani umumnya mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, sedangkan protein nabati umumnya tidak mengandung seluruh asam amino esensial.

2. Manakah yang lebih baik antara protein hewani dan nabati untuk tumbuh kembang anak?

Keduanya memiliki manfaat masing-masing. Namun, protein hewani umumnya lebih unggul dari segi kualitas protein dan kemudahan penyerapannya. Meski begitu, kombinasi protein hewani dan nabati merupakan pilihan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

3. Kenapa protein hewani lebih bagus?

Protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap, lebih mudah dicerna, serta kaya akan zat gizi penting seperti zat besi, vitamin B12, seng, dan kalsium yang mendukung pertumbuhan anak.

4. Berapa kebutuhan protein harian untuk anak usia dini?

Secara umum, anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 20 gram protein per hari, sedangkan anak usia 4–6 tahun membutuhkan sekitar 25 gram protein per hari. Kebutuhan dapat berbeda tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan masing-masing anak.

SUMBER:

Ghosh, S., Bailey, R. L., Raiten, D. J., & Arsenault, J. E. (2025). Protein quality evaluation and its importance for child growth and development. Nutrients, 17(1), 124. https://doi.org/10.3390/nu17010124

Gunnars, K. (2024, July 16). 10 foods high in leucine for muscle growth and recovery. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/10-high-leucine-foods

Gunnars, K. (2023, October 31). Animal vs. plant protein: What’s the difference? Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/animal-vs-plant-protein

Lima, G. P. P., Vianello, F., Corrêa, C. R., da Silva Campos, R. A., & Borguini, M. G. (2022). Polyphenols in fruits and vegetables and its effect on human health. Antioxidants, 11(5), 1025. https://doi.org/10.3390/antiox11051025

Tome, D. (2021). Plant proteins as a source of bioactive molecules. Foods, 9(12), 1792. https://doi.org/10.3390/foods9121792

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2023, December 19). Ini kebutuhan protein harian anak berdasarkan usia. PrimaKu. https://primaku.com/mpasi-nutrisi/ini-kebutuhan-protein-harian-anak-berdasarkan-usia-1702978521202

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil