Sarkopenia pada Lansia: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Mencegah

Sarkopenia pada Lansia: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Mencegah

sarkopenia pada lansia
sarkopenia pada lansia
sarkopenia pada lansia

Sarkopenia pada lansia merupakan kondisi yang semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini berkaitan erat dengan penurunan kekuatan otot dan berkurangnya kualitas hidup. Jika tidak ditangani dengan baik, sarkopenia dapat berkembang menjadi penyakit kehilangan massa otot yang berdampak pada mobilitas, kemandirian, hingga risiko jatuh. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami penyebab, gejala, serta cara mencegah sarkopenia sejak dini.

Definisi Sarkopenia pada Lansia

Sarkopenia pada lansia adalah kondisi degeneratif yang ditandai dengan penurunan massa dan fungsi otot secara progresif. Riset menjelaskan bahwa pada kondisi normal, tubuh memiliki massa otot normal yang berperan penting dalam menjaga kekuatan, keseimbangan, dan metabolisme. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk mempertahankan massa otot akan menurun.

Akibatnya, terjadi penurunan kekuatan otot yang signifikan, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit dilakukan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit kehilangan massa otot yang meningkatkan risiko disabilitas.

5 Penyebab Sarkopenia pada Lansia

Ada beberapa penyebab sarkopenia pada lansia yang perlu diperhatikan jika melansir dari WebMD, yakni:

1. Penuaan alami

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan produksi hormon seperti testosteron dan hormon pertumbuhan. Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya kemampuan tubuh dalam mempertahankan massa otot normal.

2. Kurangnya aktivitas fisik

Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak mempercepat penurunan kekuatan otot. Tanpa stimulasi fisik, otot akan lebih cepat mengalami penyusutan dan melemah.

Baca Juga: Aktivitas Fisik Ringan, Sedang, & Berat: Berikut Perbedaannya!

3. Asupan nutrisi yang tidak optimal

Kekurangan protein dan nutrisi penting membuat tubuh tidak mampu memperbaiki dan membangun jaringan otot. Kondisi ini mempercepat terjadinya penyakit kehilangan massa otot pada lansia.

4. Penyakit kronis

Penyakit seperti diabetes, jantung, atau gangguan metabolisme dapat memperburuk kondisi otot. Dampaknya, proses penurunan kekuatan otot terjadi lebih cepat dibandingkan lansia yang sehat.

5. Peradangan kronis

WHO menyebutkan bahwa peradangan jangka panjang dalam tubuh dapat merusak jaringan otot secara perlahan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat sarkopenia pada lansia.

5 Gejala Sarkopenia pada Lansia

Beberapa gejala sarkopenia pada lansia yang wajib dipahami, yaitu:

1. Kekuatan tubuh melemah

Salah satu tanda utama adalah penurunan kekuatan otot yang terasa saat melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya, mengangkat barang ringan atau berdiri dari duduk menjadi lebih sulit.

2. Mudah lelah

Lansia akan lebih cepat merasa lelah meskipun hanya melakukan aktivitas ringan. Hal ini terjadi karena otot tidak lagi bekerja secara efisien.

3. Penurunan massa otot yang terlihat

Otot tampak lebih kecil, kendur, dan tidak sepadat sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa massa otot normal mulai menurun.

4. Kesulitan menjaga keseimbangan

Otot yang melemah membuat tubuh sulit menjaga stabilitas. Akibatnya, risiko jatuh dan cedera menjadi lebih tinggi.

5. Penurunan kemampuan fisik

Cleveland Clinic bahkan menjelaskan bahwa aktivitas seperti berjalan jauh, naik tangga, atau berdiri lama menjadi semakin sulit dilakukan. Ini merupakan tanda bahwa penyakit kehilangan massa otot sudah mulai memengaruhi fungsi tubuh.

5 Cara Mengatasi Sarkopenia pada Lansia

Berikut ini beberapa cara mengatasi sarkopenia pada lansia yang bisa dilakukan:

1. Latihan kekuatan otot

Latihan seperti angkat beban ringan dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot. Aktivitas ini efektif untuk memperlambat penurunan kekuatan otot pada lansia.

Baca Juga: 17 Contoh Latihan Daya Tahan Tubuh & Otot Wajib Dicoba

2. Meningkatkan asupan protein

Protein berperan penting dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot. Konsumsi protein yang cukup membantu menjaga massa otot normal tetap optimal.

3. Aktivitas fisik rutin

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa aktivitas seperti berjalan kaki atau senam ringan membantu menjaga fungsi otot tetap aktif. Hal ini juga dapat mencegah kondisi berkembang menjadi penyakit kehilangan massa otot.

4. Pemantauan kesehatan secara berkala

Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi perubahan kondisi otot sejak dini. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi penurunan kekuatan otot yang lebih parah.

5. Konsumsi asupan nutrisi tambahan

Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh yang tidak tercukupi dari makanan sehari-hari. Hal ini penting untuk mendukung kekuatan otot dan menjaga daya tahan tubuh lansia.

5 Cara Mencegah Sarkopenia pada Lansia

Adapun cara mencegah sarkopenia pada lansia yang bisa dilakukan di rumah, yakni:

1. Rutin berolahraga

Olahraga secara teratur membantu menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot. Kombinasi latihan kekuatan dan aerobik sangat efektif sebagai cara mencegah sarkopenia.

2.Memenuhi kebutuhan protein harian

Asupan protein yang cukup sangat penting untuk mempertahankan massa otot normal. Hal ini juga membantu mencegah penurunan kekuatan otot seiring bertambahnya usia.

3. Menjaga pola makan seimbang

Nutrisi yang lengkap seperti vitamin dan mineral membantu menjaga kesehatan otot. Pola makan seimbang juga mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

4. Menghindari gaya hidup sedentari

Terlalu lama duduk atau kurang bergerak dapat mempercepat kehilangan massa otot. Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif setiap hari.

5. Rutin mengonsumsi asupan nutrisi

Ensure Gold Streng+thPro membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting untuk menjaga kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Ensure Gold Streng+thPro hadir sebagai solusi komprehensif dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan dari yeast untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung imunitas harian.

 

ANIAPAC-P-ID-202600207

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Pada Usia Berapa Sarkopenia Mulai Muncul?

Sarkopenia pada lansia umumnya mulai terjadi sejak usia 40 tahun dan risikonya meningkat signifikan setelah usia 60 tahun.

2. Apakah Sarkopenia Bisa Sembuh?

Sarkopenia atau hilangnya massa otot dapat dikendalikan dan massa otot yang hilang dapat kembali lagi dengan olahraga dan asupan nutrisi yang tepat.

3. Apakah Sarkopenia Berbahaya?

Ya, sarkopenia berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, meningkatkan risiko jatuh, dan menurunkan kualitas hidup

SUMBER:

Aktivitas Fisik Untuk Lansia. (2018, 25). Ayo Sehat - Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/aktivitas-fisik-untuk-lansia

Sarcopenia (Muscle loss): Symptoms & causes. (2022, June 6). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23167-sarcopenia

Sarcopenia with aging. (2024, July 09). WebMD. https://www.webmd.com/healthy-aging/sarcopenia-with-aging

Larsson, L., Degens, H., Li, M., Salviati, L., Lee, Y. I., Thompson, W., Kirkland, J. L., & Sandri, M. (2019). Sarcopenia: Aging-Related Loss of Muscle Mass and Function. Physiological reviews, 99(1), 427–511. https://doi.org/10.1152/physrev.00061.2017

Ageing and health. (2024, October 1). World Health Organization (WHO). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ageing-and-health

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait