Ensure Gold Vanila
- Main Image
-

- Title
- Ensure Gold Vanila
- Detail Page Path
Sarkopenia pada lansia merupakan kondisi yang semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini berkaitan erat dengan penurunan kekuatan otot dan berkurangnya kualitas hidup. Jika tidak ditangani dengan baik, sarkopenia dapat berkembang menjadi penyakit kehilangan massa otot yang berdampak pada mobilitas, kemandirian, hingga risiko jatuh. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami penyebab, gejala, serta cara mencegah sarkopenia sejak dini.
Sarkopenia pada lansia adalah kondisi degeneratif yang ditandai dengan penurunan massa dan fungsi otot secara progresif. Riset menjelaskan bahwa pada kondisi normal, tubuh memiliki massa otot normal yang berperan penting dalam menjaga kekuatan, keseimbangan, dan metabolisme. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk mempertahankan massa otot akan menurun.
Akibatnya, terjadi penurunan kekuatan otot yang signifikan, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit dilakukan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit kehilangan massa otot yang meningkatkan risiko disabilitas.
Ada beberapa penyebab sarkopenia pada lansia yang perlu diperhatikan jika melansir dari WebMD, yakni:
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan produksi hormon seperti testosteron dan hormon pertumbuhan. Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya kemampuan tubuh dalam mempertahankan massa otot normal.
Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak mempercepat penurunan kekuatan otot. Tanpa stimulasi fisik, otot akan lebih cepat mengalami penyusutan dan melemah.
Baca Juga: Aktivitas Fisik Ringan, Sedang, & Berat: Berikut Perbedaannya!
Kekurangan protein dan nutrisi penting membuat tubuh tidak mampu memperbaiki dan membangun jaringan otot. Kondisi ini mempercepat terjadinya penyakit kehilangan massa otot pada lansia.
Penyakit seperti diabetes, jantung, atau gangguan metabolisme dapat memperburuk kondisi otot. Dampaknya, proses penurunan kekuatan otot terjadi lebih cepat dibandingkan lansia yang sehat.
WHO menyebutkan bahwa peradangan jangka panjang dalam tubuh dapat merusak jaringan otot secara perlahan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat sarkopenia pada lansia.
Beberapa gejala sarkopenia pada lansia yang wajib dipahami, yaitu:
Salah satu tanda utama adalah penurunan kekuatan otot yang terasa saat melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya, mengangkat barang ringan atau berdiri dari duduk menjadi lebih sulit.
Lansia akan lebih cepat merasa lelah meskipun hanya melakukan aktivitas ringan. Hal ini terjadi karena otot tidak lagi bekerja secara efisien.
Otot tampak lebih kecil, kendur, dan tidak sepadat sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa massa otot normal mulai menurun.
Otot yang melemah membuat tubuh sulit menjaga stabilitas. Akibatnya, risiko jatuh dan cedera menjadi lebih tinggi.
Cleveland Clinic bahkan menjelaskan bahwa aktivitas seperti berjalan jauh, naik tangga, atau berdiri lama menjadi semakin sulit dilakukan. Ini merupakan tanda bahwa penyakit kehilangan massa otot sudah mulai memengaruhi fungsi tubuh.
Berikut ini beberapa cara mengatasi sarkopenia pada lansia yang bisa dilakukan:
Latihan seperti angkat beban ringan dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot. Aktivitas ini efektif untuk memperlambat penurunan kekuatan otot pada lansia.
Baca Juga: 17 Contoh Latihan Daya Tahan Tubuh & Otot Wajib Dicoba
Protein berperan penting dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot. Konsumsi protein yang cukup membantu menjaga massa otot normal tetap optimal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa aktivitas seperti berjalan kaki atau senam ringan membantu menjaga fungsi otot tetap aktif. Hal ini juga dapat mencegah kondisi berkembang menjadi penyakit kehilangan massa otot.
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi perubahan kondisi otot sejak dini. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi penurunan kekuatan otot yang lebih parah.
Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh yang tidak tercukupi dari makanan sehari-hari. Hal ini penting untuk mendukung kekuatan otot dan menjaga daya tahan tubuh lansia.
Adapun cara mencegah sarkopenia pada lansia yang bisa dilakukan di rumah, yakni:
Olahraga secara teratur membantu menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot. Kombinasi latihan kekuatan dan aerobik sangat efektif sebagai cara mencegah sarkopenia.
Asupan protein yang cukup sangat penting untuk mempertahankan massa otot normal. Hal ini juga membantu mencegah penurunan kekuatan otot seiring bertambahnya usia.
Nutrisi yang lengkap seperti vitamin dan mineral membantu menjaga kesehatan otot. Pola makan seimbang juga mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Terlalu lama duduk atau kurang bergerak dapat mempercepat kehilangan massa otot. Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif setiap hari.
Ensure Gold Streng+thPro membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting untuk menjaga kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Ensure Gold Streng+thPro hadir sebagai solusi komprehensif dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan dari yeast untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung imunitas harian.
ANIAPAC-P-ID-202600207
Sarkopenia pada lansia umumnya mulai terjadi sejak usia 40 tahun dan risikonya meningkat signifikan setelah usia 60 tahun.
Sarkopenia atau hilangnya massa otot dapat dikendalikan dan massa otot yang hilang dapat kembali lagi dengan olahraga dan asupan nutrisi yang tepat.
Ya, sarkopenia berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, meningkatkan risiko jatuh, dan menurunkan kualitas hidup
SUMBER:
Aktivitas Fisik Untuk Lansia. (2018, 25). Ayo Sehat - Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/aktivitas-fisik-untuk-lansia
Sarcopenia (Muscle loss): Symptoms & causes. (2022, June 6). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23167-sarcopenia
Sarcopenia with aging. (2024, July 09). WebMD. https://www.webmd.com/healthy-aging/sarcopenia-with-aging
Larsson, L., Degens, H., Li, M., Salviati, L., Lee, Y. I., Thompson, W., Kirkland, J. L., & Sandri, M. (2019). Sarcopenia: Aging-Related Loss of Muscle Mass and Function. Physiological reviews, 99(1), 427–511. https://doi.org/10.1152/physrev.00061.2017
Ageing and health. (2024, October 1). World Health Organization (WHO). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ageing-and-health
![]()
Ketahui penyebab sarkopenia dan bagaimana nutrisi seperti protein serta CaHMB membantu menjaga massa dan kekuatan otot, terutama pada lansia
![]()
Tulang keropos atau osteoporosis merupakan penyakit yang membuat tulang lemah dan mudah patah. Berikut faktor penyebab, ciri-ciri, dan cara mengobatinya
![]()
Bertambahnya usia massa otot di tubuh terus menurun. Cari tahu berapa massa otot ideal tubuh menurut usia dan bagaimana cara menghitungnya dengan tepat!
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?