Bu, Pahami 7 Gejala Kekurangan Kalsium pada Si Kecil!

Bu, Pahami 7 Gejala Kekurangan Kalsium pada Si Kecil!

gejala kekurangan kalsium
gejala kekurangan kalsium
gejala kekurangan kalsium
Tags:

Bu, apakah si Kecil sering mengeluh kram otot, mudah lelah, atau mengalami pertumbuhan yang tampak lebih lambat dari teman-temannya? Jika iya, bisa jadi ia mengalami gejala kekurangan kalsium. Kalsium adalah mineral penting yang berperan dalam pertumbuhan tulang, gigi, serta berbagai fungsi tubuh lainnya.

Sayangnya, tidak semua anak mendapatkan asupan kalsium yang cukup setiap harinya. Jika kekurangan kalsium dibiarkan, dampaknya bisa berlanjut hingga dewasa dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Yuk, pahami gejala kekurangan kalsium pada anak agar Ibu bisa segera mengambil cara mencegah kekurangan kalsium yang tepat!

Apa Itu Kekurangan Kalsium dan Dampaknya?

Kalsium adalah mineral penting yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan kesehatan tulang serta gigi anak. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pertumbuhan hingga risiko penyakit tulang di kemudian hari. Selain itu, kalsium juga berperan dalam fungsi otot, saraf, dan pembekuan darah, sehingga tubuh memerlukan asupan yang cukup setiap harinya.

Dampak kekurangan kalsium bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Anak yang mengalami defisiensi kalsium berisiko mengalami pertumbuhan terhambat, masalah gigi, serta kelemahan otot. Bahkan dalam jangka panjang, kekurangan kalsium dapat meningkatkan risiko osteoporosis saat dewasa.

5 Manfaat Kalsium untuk Tumbuh Berkualitas Anak

Berikut ini beberapa manfaat kalsium untuk anak:

1. Membentuk dan Menguatkan Tulang serta Gigi

Kalsium adalah komponen utama dalam struktur tulang dan gigi anak.

2. Mendukung Fungsi Otot

Manfaat ini juga termasuk mencegah kram dan membantu kontraksi otot bekerja secara optimal.

3. Menjaga Fungsi Saraf

Kalsium terlibat dalam proses pengiriman sinyal saraf ke seluruh tubuh anak.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Asupan kalsium yang cukup membantu sistem imun bekerja lebih baik dan menurunkan risiko infeksi.

5. Mendukung Kesehatan Jantung

Kalsium berperan dalam stabilisasi detak jantung serta pembekuan darah yang normal.

5 Ciri‑ciri Kekurangan Kalsium

Jika tubuh kekurangan kalsium, berikut ciri-ciri yang perlu diwaspadai:

  1. Otot mudah kram dan terasa lemah merupakan tanda umum rendahnya kalsium dalam tubuh anak.
  2. Pertumbuhan lebih lambat dibanding teman sebaya sebab defisiensi kalsium dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan atau tinggi badan tidak optimal.
  3. Kalsium yang kurang menyebabkan enamel tidak terbentuk sempurna, sehingga gigi rapuh dan mudah berlubang.
  4. Kekurangan kalsium memengaruhi sistem saraf sehingga anak sulit berkonsentrasi.

Kekurangan kalsium dan vitamin D menyebabkan tulang kaki melengkung dan nyeri otot.

7 Gejala Kekurangan Kalsium pada Anak

Berikut ini beberapa gejala kekurangan kalsium yang wajib Ibu pahami:

1. Pertumbuhan Terhambat

Anak yang kekurangan kalsium cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kalsium yang dibutuhkan untuk memperkuat dan memperpanjang struktur tulang. Jika kondisi ini dibiarkan, anak berisiko mengalami tubuh yang lebih pendek dari rata-rata.

2. Gigi Rapuh dan Mudah Berlubang

Kalsium adalah komponen utama dalam pembentukan gigi yang kuat. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan gigi anak menjadi lebih rapuh, mudah berlubang, dan mengalami masalah kesehatan gigi lainnya. Selain itu, gigi yang tumbuh tidak sempurna juga bisa menjadi tanda defisiensi kalsium yang perlu segera ditangani.

3. Kram dan Nyeri Otot

Salah satu fungsi utama kalsium adalah membantu kontraksi dan relaksasi otot. Jika anak sering mengalami kram atau nyeri otot, bisa jadi itu merupakan tanda tubuhnya kekurangan kalsium. Gejala ini biasanya terjadi pada kaki dan tangan, terutama setelah anak melakukan aktivitas fisik.

4. Kesemutan atau Mati Rasa

Gejala lain dari kekurangan kalsium adalah kesemutan atau mati rasa pada area tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena kalsium berperan dalam menjaga keseimbangan sistem saraf. Jika kadar kalsium dalam tubuh rendah, saraf tidak dapat berfungsi dengan baik, yang menyebabkan sensasi tidak nyaman pada tubuh.

5. Kuku Rapuh dan Rambut Rontok

Kalsium juga berperan dalam menjaga kesehatan kuku dan rambut anak. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kuku menjadi rapuh dan mudah patah. Selain itu, rambut anak bisa menjadi lebih tipis dan rentan mengalami kerontokan yang berlebihan.

6. Mudah Lelah dan Lemah

Anak yang kekurangan kalsium mungkin akan lebih mudah merasa lelah dan lesu, bahkan setelah tidur atau beristirahat yang cukup. Hal ini dikarenakan kalsium berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dan fungsi otot. Kekurangan kalsium dapat menghambat metabolisme energi, sehingga anak lebih cepat merasa lelah.

7. Kesulitan Berkonsentrasi

Kekurangan kalsium tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada fungsi otak. Anak yang kekurangan kalsium mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, atau sulit memahami pelajaran di sekolah. Ini karena kalsium berperan dalam transmisi sinyal saraf yang berhubungan dengan fungsi kognitif anak.

5 Penyebab Kekurangan Kalsium pada Anak

Kekurangan kalsium pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Kurangnya Asupan Makanan Kaya Kalsium

Salah satu penyebab utama kekurangan kalsium adalah kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium, seperti susu, keju, yogurt, dan sayuran hijau. Jika anak tidak mendapatkan cukup asupan ini, tubuhnya tidak akan memiliki cukup kalsium untuk menunjang pertumbuhan.

2. Gangguan Penyerapan Kalsium

Beberapa kondisi medis seperti gangguan pencernaan atau penyakit celiac dapat menyebabkan tubuh anak sulit menyerap kalsium dari makanan. Jika penyerapan kalsium terganggu, maka meskipun anak mengonsumsi makanan yang kaya kalsium, tubuh tetap tidak mendapatkan manfaatnya.

3. Kekurangan Vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Jika anak mengalami kekurangan vitamin D akibat kurang terpapar sinar matahari atau tidak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, maka tubuhnya akan kesulitan menyerap kalsium secara optimal.

Baca Juga: 12 Buah Tinggi Vitamin D untuk Anak dan Manfaatnya

4. Konsumsi Makanan yang Menghambat Penyerapan Kalsium

Beberapa jenis makanan, seperti makanan tinggi garam atau minuman bersoda, dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Jika anak sering mengonsumsi makanan tersebut, maka kadar kalsium dalam tubuhnya bisa semakin menurun.

5. Faktor Genetik

Dalam beberapa kasus, faktor genetik juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan kalsium. Jika ada riwayat keluarga dengan masalah tulang atau gangguan metabolisme kalsium, anak bisa berisiko mengalami kekurangan kalsium lebih tinggi.

5 Cara Mencegah Kekurangan Kalsium pada Anak

Adapun cara mencegah kekurangan kalsium, yakni:

1. Memberikan Makanan Kaya Kalsium

Ibu bisa memastikan si Kecil mendapatkan makanan tinggi kalsium, seperti susu, yogurt, keju, tahu, tempe, dan sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Dengan pola makan yang kaya kalsium, kebutuhan tubuh anak akan mineral ini dapat terpenuhi dengan baik.

2. Mendapatkan Paparan Sinar Matahari Pagi

Sinar matahari merupakan sumber alami vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium lebih efektif. Biarkan anak bermain di luar ruangan selama 10-15 menit setiap pagi untuk mendapatkan manfaat sinar matahari secara optimal.

3. Menghindari Makanan yang Menghambat Penyerapan Kalsium

Kurangi konsumsi makanan tinggi garam, minuman berkafein, dan makanan olahan yang dapat mengganggu penyerapan kalsium. Sebaiknya berikan makanan alami yang kaya akan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan si Kecil.

4. Memastikan Anak Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas fisik, terutama olahraga seperti lari, lompat, atau berenang, dapat membantu memperkuat tulang anak. Dengan rutin bergerak, tubuh akan lebih efisien dalam menggunakan kalsium untuk menjaga kesehatan tulangnya.

5. Memberikan Asupan Nutrisi Tambahan

Selain dari makanan, Ibu juga bisa memberikan Pediasure sebagai sumber nutrisi tambahan yang kaya kalsium. Pediasure mengandung Triple Protein, Arginine, dan Vitamin K2 yang membantu mendukung pertumbuhan tulang anak secara optimal. Dengan formula Pediasure Peptigro System, penyerapan kalsium dalam tubuh anak menjadi lebih efektif, sehingga risiko kekurangan kalsium dapat diminimalkan.

5 Makanan Indonesia yang Mengandung Protein Sekaligus Tinggi Kalsium

Berikut ini beberapa sumber protein hewani yang juga tinggi kalsium:

1. Ikan Teri

Ikan teri adalah salah satu makanan khas Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi sekaligus sangat kaya kalsium karena tulang lunaknya ikut dikonsumsi. Data kandungan pangan menunjukkan bahwa ikan bertulang lunak seperti teri merupakan sumber kalsium alami yang signifikan.

2. Tahu

Tahu adalah sumber protein nabati populer di Indonesia. Dalam daftar pangan bergizi untuk anak, tofu yang difortifikasi kalsium termasuk makanan dengan kandungan kalsium sangat tinggi, sehingga membantu memenuhi kebutuhan mineral harian anak.

3. Tempe

Sebagai sumber protein nabati khas Indonesia, tempe mengandung berbagai mineral termasuk kalsium dalam jumlah bermanfaat. Tempe berasal dari kacang kedelai yang dalam sejumlah analisis pangan menunjukkan kontribusi terhadap asupan kalsium dan protein anak.

4. Udang

Udang adalah makanan laut yang sering dikonsumsi di berbagai daerah Indonesia. Selain kaya protein, udang juga mengandung kalsium meskipun tidak setinggi ikan bertulang lunak, namun tetap menjadi pilihan bergizi untuk variasi menu anak.

5. Daun Kelor

Daun kelor banyak dikonsumsi di berbagai wilayah Indonesia dan dikenal sebagai superfood lokal. Dalam daftar makanan nabati tinggi kalsium seperti sayuran hijau (misalnya kale, brokoli, collard greens), menurut riset terbaru, daun kelor memiliki profil mineral yang serupa dan dapat berkontribusi pada asupan protein serta kalsium anak.

Agar manfaat makanan‑makanan ini semakin optimal, orang tua juga dapat melengkapinya dengan susu tinggi kalsium untuk anak sehingga kebutuhan mineral hariannya terpenuhi lebih stabil dan konsisten.

Salah satu asupan nutrisi tinggi kalsium yang bisa diberikan ke anak adalah PediaSure. PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System dengan Casein Phosphopeptide (CPP).

CPP mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi jumlah hari sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D. Minum 2x sehari untuk dukung 2x Growth Improvement Si Kecil dan #TumbuhBerkualitas!

 

ANIAPAC-P-ID-202600133

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Berapa Banyak Kalsium yang Dibutuhkan Anak Setiap Hari?

Anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 700 mg kalsium per hari, usia 4–8 tahun membutuhkan 1.000 mg, dan usia 9–18 tahun membutuhkan 1.300 mg per hari.

2. Apakah Susu Tinggi Kalsium Aman untuk Anak Setiap Hari?

Ya. Susu merupakan sumber kalsium terbaik dan aman dikonsumsi setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral dan protein anak, baik susu biasa maupun susu tinggi kalsium untuk anak. Jangan lupa selalu pastikan anjuran konsumsi yang biasanya tercantum pada label.

3. Apakah Anak yang Jarang Minum Susu Berisiko Kekurangan Kalsium?

Berisiko, terutama jika pola makan tidak mengandung cukup sumber kalsium dari makanan alternatif. Menurut KidsHealth, anak yang tidak mengonsumsi susu perlu mendapatkan kalsium dari makanan lain atau fortifikasi agar tidak kekurangan mineral penting ini.

SUMBER:

Office of Dietary Supplements - calcium. (n.d.). Retrieved March 11, 2024, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/

Barhum, L. (2023, December 21). What happens when calcium levels are low? Retrieved March 11, 2024, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/321865

Low calcium in babies (Hypocalcemia) (for parents). (n.d.). Retrieved March 11, 2024, from https://kidshealth.org/en/parents/hypocalcemia.html

Khadilkar, A., Khadilkar, V., Chinnappa, J., Rathi, N., Khadgawat, R., Balasubramanian, S., Parekh, B., & Jog, P. (2017). Prevention and treatment of vitamin D and calcium deficiency in children and adolescents: Indian Academy of Pediatrics (IAP) guidelines. Indian Pediatrics, 54(7), 567–573. Retrieved March 11, 2024, from https://doi.org/10.1007/s13312-017-1070-x

Penyakit Tidak Menular Indonesia. (n.d.). Retrieved March 11, 2024, from https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-metabolik/cukup-vitamin-d-dan-sinar-matahari-agar-mencapai-kepadatan-tulang-yang-optimal

UNM Health Sciences Center. (2026). The Importance of Calcium to Children. https://hsc.unm.edu/medicine/departments/pediatrics/divisions/continuum-of-care/pdf/importance-of-calcium-to-children.pdf

VitaTree. (2025). Why is it important to supplement calcium for children? https://vitatree.com.au/blogs/vitatree-healthy-hub/dwhy-is-it-important-to-supplement-calcium-for-children-at-each-stage-of-development

KidsHealth. (2026). Calcium for kids. https://kidshealth.org/en/parents/calcium.html

International Osteoporosis Foundation. (2021). Calcium-rich food list. https://www.osteoporosis.foundation/sites/iofbonehealth/files/2021-09/Calcium%20Rich%20Food%20List_3007.pdf 

Ow, M. Y. L., Tran, N. T., Berde, Y., Nguyen, T. S., Tran, V. K., Jablonka, M. J., Baggs, G. E., & Huynh, D. T. T. (2024). Oral nutritional supplementation with dietary counseling improves linear catch-up growth and health outcomes in children with or at risk of undernutrition: A randomized controlled trial. Frontiers in Nutrition, 11, Article 1341963. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1341963

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil