Anak Tidak Mau Mengunyah? Begini Cara Mengatasinya!

Anak Tidak Mau Mengunyah? Begini Cara Mengatasinya!

anak tidak mau mengunyah
anak tidak mau mengunyah
anak tidak mau mengunyah
Tags:

Masalah anak tidak mau mengunyah merupakan keluhan yang cukup sering dialami orang tua, terutama pada usia balita hingga prasekolah. Anak cenderung menolak makanan bertekstur, memilih makanan lembek, bahkan terbiasa anak makan langsung ditelan tanpa proses mengunyah yang cukup. Kondisi ini sering kali muncul bersamaan dengan GTM pada anak (gerakan tutup mulut) atau termasuk dalam salah satu jenis picky eater.

Jika dibiarkan, kebiasaan tidak mengunyah tidak hanya memengaruhi proses pencernaan, tetapi juga berisiko berdampak pada asupan gizi, perkembangan motorik mulut, hingga kemampuan bicara yang berkaitan dengan speech delay. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memahami penyebabnya dan cara mengatasinya secara bertahap dan tepat sasaran.

5 Penyebab Anak Malas Mengunyah

Berikut beberapa faktor umum yang menyebabkan anak tidak mau mengunyah makanan:

1. Terbiasa dengan Makanan Lembut

Anak yang sejak dini hanya dikenalkan dengan makanan yang terlalu halus atau cair akan kesulitan menerima tekstur yang lebih padat. Akibatnya, kemampuan mengunyah tidak terlatih secara optimal.

2. Sensitivitas Oral

Beberapa anak memiliki sensitivitas pada area mulut, sehingga merasa tidak nyaman saat merasakan tekstur tertentu. Kondisi ini umum terjadi pada anak yang termasuk salah satu jenis picky eater.

3. Koordinasi Otot Mulut Belum Matang

Otot rahang, lidah, dan pipi yang belum terkoordinasi dengan baik dapat membuat anak kesulitan mengunyah. Hal ini juga dapat berkaitan dengan risiko speech delay, karena otot yang sama digunakan untuk berbicara.

4. Pengalaman Negatif Saat Makan

Paksaan makan, tersedak, atau trauma tertentu dapat membuat anak takut mengunyah. Anak kemudian memilih menelan makanan secara cepat tanpa proses yang semestinya.

5. GTM pada Anak

GTM pada anak sering menjadi tanda bahwa anak sedang mengalami ketidaknyamanan saat makan, baik secara fisik maupun emosional. Anak menolak mengunyah karena merasa makan bukan pengalaman yang menyenangkan.

10 Cara Mengatasi Anak yang Susah Mengunyah

Ibu dapat mencoba beberapa langkah berikut secara konsisten dan sabar:

1. Perkenalkan Tekstur Secara Bertahap

Naikkan tekstur makanan sedikit demi sedikit, dari lembut ke cincang halus, lalu ke potongan kecil. Cara ini membantu anak beradaptasi tanpa merasa terkejut.

2. Biarkan Anak Makan Sendiri

Memberikan kesempatan anak memegang makanan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan ketertarikannya untuk mencoba mengunyah.

3. Jadikan Waktu Makan Menyenangkan

Hindari paksaan dan ciptakan suasana makan yang positif. Lingkungan yang nyaman membantu anak lebih rileks saat makan.

4. Beri Contoh Mengunyah

Anak belajar dengan meniru. Ibu dapat memperagakan cara mengunyah perlahan sambil makan bersama anak.

5. Pilih Makanan yang Melatih Rahang

Finger food seperti potongan buah lunak atau sayuran matang dapat membantu melatih gerakan rahang dan lidah.

Baca Juga: Daftar Menu Makanan Anak 1-10 Tahun Agar Tidak Bosan

6. Atur Jadwal Makan Teratur

Jadwal yang konsisten membantu anak mengenali rasa lapar dan lebih siap menerima makanan, sehingga GTM pada anak dapat berkurang.

7. Batasi Makanan Cair Berlebihan

Terlalu banyak makanan cair dapat membuat anak enggan belajar mengunyah. Seimbangkan dengan makanan bertekstur sesuai usia.

8. Latih Otot Mulut Melalui Aktivitas Sehari-hari

Mengunyah biskuit tekstur lembut, meniup gelembung sabun, atau sedotan dapat membantu memperkuat otot oral.

9. Hargai Setiap Progres Kecil

Apresiasi saat anak mencoba mengunyah, meskipun hanya sedikit. Dukungan positif meningkatkan motivasi anak.

10. Pastikan Asupan Nutrisi Tetap Terpenuhi

Pada fase anak masih belajar mengunyah, dukungan nutrisi lengkap tetap penting. PediaSure Peptigro System dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi harian. PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System yang mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). 

CPP dapat bantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi frekuensi jumlah hari sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D.

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu disarankan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan apabila anak tidak mau mengunyah hingga usia di atas 2 tahun tanpa perbaikan, sering tersedak, atau mengalami penurunan berat badan. Konsultasi juga penting jika kondisi ini disertai speech delay atau gangguan tumbuh kembang lainnya, agar anak mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Kesimpulan

Permasalahan anak tidak mau mengunyah memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari memahami penyebab, mengenali jenis picky eater, hingga menerapkan cara melatih yang tepat. Dengan pendampingan yang konsisten, suasana makan yang positif, dan dukungan nutrisi yang memadai, anak dapat belajar mengunyah secara bertahap dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

 

ANIAPAC-P-ID-202600319

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Mengapa anak tidak mau mengunyah?

Anak tidak mau mengunyah bisa disebabkan oleh kebiasaan makan lembut, sensitivitas oral, atau pengalaman makan yang kurang menyenangkan. GTM pada anak juga kerap menjadi pemicu utama.

2. Bagaimana cara melatih anak agar mau mengunyah?

Latihan dilakukan bertahap dengan memperkenalkan tekstur makanan dan melatih otot mulut melalui aktivitas sederhana. Ketelatenan dan suasana makan yang positif sangat berpengaruh.

3. Bahayakah anak makan tidak dikunyah?

Ya, anak makan langsung ditelan dapat meningkatkan risiko tersedak dan gangguan pencernaan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga berdampak pada pemenuhan nutrisi dan perkembangan bicara.

SUMBER: 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku saku pemberian makan bayi dan anak (PMBA) untuk kader. https://repository.kemkes.go.id/book/319

Sjarif, D. R., Lestari, E. D., Mexitalia, M., & Nasar, S. S. (2014). Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia: Pendekatan diagnosis dan tata laksana masalah makan pada anak di Indonesia. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Ikatan Dokter Anak Indonesia, Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik. (2015). Rekomendasi praktik pemberian makan berbasis bukti pada bayi dan batita di Indonesia untuk mencegah malnutrisi. https://www.idai.or.id/professional-resources/pedoman-konsensus/rekomendasi-praktik-pemberian-makan-berbasis-bukti-pada-bayi-dan-batita-di-indonesia-untuk-mencegah-malnutrisi

Mayo Clinic Press. (n.d.). Keeping your cool during family mealtimes with babies and toddlers. https://mcpress.mayoclinic.org/parenting/keeping-your-cool-during-family-mealtimes-with-babies-and-toddlers/

Anzlovar, S. G. (2026, January 30). Healthy eating for kids: Nutrients, eating habits, and picky eaters. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/healthy-eating-for-kids

World Health Organization. (2023, July 10). Infant and young child feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil