PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Ibu tentu sering kali merasa khawatir ketika anak kesayangan tampak tidak tertarik dengan makanan atau malah menolak untuk makan. Kondisi ini cukup umum dialami oleh banyak orangtua dan dikenal dengan istilah small eater.
Istilah ini merujuk pada anak susah makan karena nafsu makannya rendah dan cenderung menghindari makan dalam porsi yang cukup. Hal ini tentu saja bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, yang memerlukan asupan gizi seimbang untuk mendukung kesehatannya.
Berikut ini kita akan membahas lebih dalam tentang small eater, termasuk penyebab, cara mengatasi, dan makanan yang tepat untuk anak dengan kondisi tersebut.
Small eater adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan anak yang sulit makan atau makan dalam porsi kecil. Anak yang termasuk dalam kategori small eater cenderung tidak tertarik untuk makan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya, bahkan terkadang mereka lebih suka menghindari makanan sama sekali.
Keadaan ini bukan hanya soal memilih makanan, tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis, fisik, atau bahkan lingkungan. Ketika seorang anak mengalami masalah dalam makan, mereka berisiko kekurangan gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang mereka, yang pada akhirnya dapat memengaruhi berat badan, energi, dan perkembangan fisik serta kognitif.
Ibu mungkin bertanya-tanya, apa yang menyebabkan anak menjadi small eater? Berikut adalah faktor utama yang dapat memengaruhi nafsu makan anak:
Penyebab pertama yang sering ditemukan adalah adanya gangguan pada saluran pencernaan anak. Kondisi seperti sembelit, refluks asam, atau intoleransi makanan bisa membuat anak merasa tidak nyaman saat makan. Akibatnya, anak bisa merasa mual atau bahkan menghindari makanan tertentu yang memicu rasa tidak nyaman.
Stres, kecemasan, atau masalah emosional lainnya bisa berpengaruh pada nafsu makan anak. Beberapa anak mungkin menanggapi perasaan cemas atau takut dengan mengurangi asupan makanan mereka. Perubahan lingkungan, seperti pindah rumah atau perubahan rutinitas, juga bisa memengaruhi nafsu makan anak.
Anak yang terbiasa mengonsumsi camilan atau makanan manis tinggi gula mungkin cenderung menurunkan minatnya terhadap makanan bergizi. Kebiasaan makan yang tidak teratur atau sering makan dalam porsi kecil juga dapat memengaruhi pola makan mereka secara keseluruhan.
Beberapa anak memang cenderung memiliki metabolisme yang lebih tinggi, yang membuat mereka tidak merasa lapar secara teratur. Faktor genetik ini memengaruhi cara tubuh anak memproses energi, dan ini bisa menjadi alasan mengapa mereka tidak tertarik pada makanan dalam jumlah yang banyak.
Pada usia tertentu, anak-anak sedang dalam masa tumbuh gigi. Proses ini bisa menyebabkan rasa sakit pada gusi yang membuat anak tidak nyaman saat mengunyah makanan keras. Akibatnya, mereka mungkin lebih memilih makanan yang lebih lembut atau bahkan menolak makan sama sekali.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Anak Tumbuh Gigi yang Wajib Ibu Pahami
Berikut ini berbagai gangguan makan pada anak:
Anak menolak mencoba makanan baru atau hanya mau beberapa makanan tertentu, sehingga variasi asupan menjadi sangat terbatas.
Nafsu makan menurun, misalnya karena sakit, terlalu banyak camilan, jadwal makan yang tidak teratur, atau faktor psikologis.
Anak bukan hanya pilih-pilih, tetapi sangat membatasi jenis, tekstur, warna, atau aroma makanan tertentu. Pada kasus menetap, kondisi ini bisa mengganggu kecukupan gizi.
Anak makan sangat lama, sering mengemut makanan, atau lambat mengunyah, sehingga waktu makan menjadi tidak efektif.
Anak menangis, marah, menolak duduk, atau mengamuk saat makan. Tantrum bisa muncul karena lapar, lelah, frustrasi, atau karena makan sudah menjadi arena konflik.
Anak hanya mau makan sambil menonton, bermain, atau memegang gawai, sehingga fokus makan terganggu dan anak sulit mengenali rasa lapar serta kenyang.
Anak terlalu bergantung pada botol sehingga lebih sedikit tertarik pada makanan padat atau tekstur baru. WHO bahkan menekankan bahwa pemberian makan sebaiknya tidak bergantung pada botol dan dot saat fase makan pendamping.
Anak makan dalam porsi kecil. Ini bisa masih normal, tetapi perlu dinilai bersama pertumbuhan, variasi makan, dan kecukupan asupan hariannya.
Secara umum, langkah pertama bukan langsung mencari vitamin agar anak doyan makan, melainkan membenahi feeding rules di rumah: jadwal makan teratur, porsi kecil dulu, tanpa paksaan, tanpa distraksi, dan memberi paparan berulang pada makanan baru. Anak juga tetap perlu melihat contoh dari orang tua, karena kebiasaan makan keluarga sangat memengaruhi perilaku makan anak.
Menangani anak yang menjadi small eater membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan pemahaman yang baik tentang kebiasaan makan anak. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Ibu mengatasi anak yang susah makan:
Buatlah jadwal makan yang teratur untuk anak. Menyediakan makanan dalam waktu yang konsisten setiap hari membantu mengatur pola makan dan memberi tubuh anak sinyal bahwa saatnya untuk makan. Jika anak merasa lapar pada waktu yang tepat, mereka lebih mungkin untuk makan dengan baik.
Cobalah untuk memperkenalkan makanan sehat dalam bentuk yang menarik; termasuk makanan tinggi kalori untuk anak. Anak-anak lebih tertarik pada makanan yang tampak menarik dan berwarna-warni. Ibu bisa mengolah sayuran menjadi bentuk yang menyenangkan atau menyajikan hidangan dalam bentuk yang lucu, seperti karakter kartun atau bentuk binatang.
Kadang-kadang, anak-anak memiliki selera makan yang sangat spesifik. Ibu bisa memberikan pilihan makanan sehat yang disukai anak, seperti buah-buahan, sayuran, atau makanan yang kaya kalori seperti kacang-kacangan. Dengan memberi mereka pilihan, mereka merasa lebih terlibat dalam proses makan.
Lingkungan makan yang nyaman dan menyenangkan dapat meningkatkan nafsu makan anak. Hindari distraksi seperti TV atau gadget saat waktu makan, dan pastikan suasana makan di meja makan penuh dengan percakapan yang menyenangkan.
Jika anak benar-benar sulit makan atau mengalami penurunan berat badan, Ibu bisa mempertimbangkan untuk memberikan suplemen yang dapat membantu meningkatkan nafsu makan dan memberikan kalori tambahan. Suplemen seperti susu penggemuk badan untuk anak bisa menjadi solusi yang baik, terutama yang mengandung nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak.
Mengatasi masalah small eater tidak hanya bergantung pada pola makan yang baik, tetapi juga pada pemilihan makanan yang tepat. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang kaya kalori dan nutrisi untuk membantu anak dengan masalah makan:
Alpukat kaya akan lemak sehat yang dapat memberikan energi lebih pada anak. Buah ini juga merupakan sumber kalori tinggi yang mudah dimakan, terutama jika disajikan dalam bentuk jus atau sebagai tambahan pada roti panggang.
Keju adalah sumber protein dan kalsium yang sangat baik. Makanan ini juga kaya akan kalori, sehingga sangat membantu bagi anak yang membutuhkan lebih banyak energi. Keju juga memiliki rasa yang gurih dan bisa disajikan dalam berbagai cara, seperti diparut pada pasta atau dimakan dengan roti.
Kacang-kacangan seperti almond, kacang mete, dan selai kacang adalah makanan padat kalori dan nutrisi. Selain itu, mereka juga mengandung lemak sehat dan protein yang baik untuk tumbuh kembang anak.
Telur adalah sumber protein yang mudah dicerna dan dapat dimasak dengan berbagai cara. Telur juga kaya akan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh anak.
Yogurt adalah sumber probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan anak. Selain itu, yogurt mengandung protein, kalsium, dan kalori yang cukup tinggi, yang bisa membantu anak kecil tetap sehat dan berkembang dengan baik.
Untuk membantu mendukung tumbuh kembang anak yang menjadi small eater, Pediasure bisa menjadi pilihan yang tepat.
Pediasure mengandung Triple Protein, Arginine, dan Vitamin K2, serta diperkaya dengan DHA, AA, Omega 3 & 6, dan campuran prebiotik FOS & probiotik L. acidophilus. Nutrisi ini sangat penting untuk mendukung kesehatan pencernaan, sistem kekebalan tubuh, serta perkembangan fisik dan otak anak.
Selain itu, Pediasure didukung oleh New Advance Formula dengan Pediasure Peptigro System, yang dirancang khusus untuk membantu mendukung tumbuh tinggi nyata dan daya tahan tubuh anak.
PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). Kandungan CPP ini dapat membantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi frekuensi jumlah hari sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D. Dukungan nutrisi yang tepat, pola makan responsif, dan pemantauan tumbuh kembang yang baik akan membantu dukung 2x growth improvement agar anak tumbuh berkualitas.
ANIAPAC-P-ID-202600280
Sering kali, ya. Pada usia toddler, nafsu makan memang dapat menurun karena laju pertumbuhan melambat dibanding masa bayi, dan anak menjadi lebih tertarik mengeksplorasi lingkungan. Small eater cenderung masih dianggap normal bila berat badan dan tinggi badan tetap mengikuti kurva pertumbuhan anak.
Small eater perlu diwaspadai bila anak kehilangan berat badan, keluar dari kurva pertumbuhan, hanya menerima sangat sedikit jenis makanan, menolak kelompok makanan tertentu, atau mengalami batuk, muntah, gagging, dan tantrum berat saat makan. Kondisi seperti ini bisa mengarah ke feeding disorder dan perlu evaluasi profesional.
Bisa, terutama bila berlangsung lama dan membuat asupan energi, protein, zat besi, zinc, dan mikronutrien lain tidak tercukupi. Walau beberapa anak picky eater tetap tumbuh baik, kasus yang menetap atau berat dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang dan gagal tumbuh.
SUMBER:
Taylor, C. M., & Emmett, P. M. (2019). Picky eating in children: causes and consequences. The Proceedings of the Nutrition Society, 78(2), 161–169. https://doi.org/10.1017/S0029665118002586
Picky eaters and common childhood feeding problems. (n.d.). Brown University Health. Retrieved December 4, 2024, from https://www.brownhealth.org/be-well/picky-eaters-and-common-childhood-feeding-problems
Picky eaters. (n.d.). ucsfbenioffchildrens.org. Retrieved December 4, 2024, from https://www.ucsfbenioffchildrens.org/education/picky-eaters
Roberts, M., Tolar-Peterson, T., Reynolds, A., Wall, C., Reeder, N., & Rico Mendez, G. (2022). The Effects of Nutritional Interventions on the Cognitive Development of Preschool-Age Children: A Systematic Review. Nutrients, 14(3), 532. https://doi.org/10.3390/nu14030532
UNICEF Indonesia. (n.d.). How to raise a healthy eater. UNICEF Indonesia. Retrieved December 4, 2024, from https://www.unicef.org/indonesia/nutrition/stories/how-raise-healthy-eater
McPhersonN, G., & LDN. (n.d.). Creating healthy meals for picky eaters: Kids and adults. Healthline. Retrieved December 4, 2024, from https://www.healthline.com/nutrition/healthy-meals-for-picky-eaters
How to help your child gain weight. (2023, 1). nhs.uk. Retrieved December 4, 2024, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/how-to-help-your-child-gain-weight/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, March 14). Apa itu kesulitan makan pada anak? https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3228/apa-itu-kesulitan-makan-pada-anak
Taylor, C. M., & Emmett, P. M. (2019). Picky eating in children: causes and consequences. The Proceedings of the Nutrition Society, 78(2), 161–169. https://doi.org/10.1017/S0029665118002586
World Health Organization. (2023, October 16). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, March 14). Apa itu kesulitan makan pada anak? https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3228/apa-itu-kesulitan-makan-pada-anak
![]()
Benarkah susu penambah nafsu makan anak? Bagaimana cara menambah nafsu makan si Kecil? Yuk, pahami bersama berbagai informasi soal nafsu makan si Kecil di sini
![]()
Daftar makanan yang mengandung nutrisi bantu proses penyerapan nutrisi, jadi anak tidak akan kurang gizi. Cek makanan yang mengandung nutrisi alami di sini!
![]()
Bantu anak mengatasi perilaku picky eater. Ketahui tujuh cara mengatasi picky eater pada anak di sini agar anak selalu mendapatkan nutrisi cukup
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?