10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

daya tahan tubuh
daya tahan tubuh
daya tahan tubuh
Tags:

Setiap hari, tubuh kita mendapat serangan dari berbagai jenis kuman, bakteri, hingga virus penyebab penyakit. Namun berkat adanya sistem kekebalan tubuh, kita bisa bertahan dan tidak sampai jatuh sakit.

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imunitas tubuh merupakan kemampuan tubuh kita dalam mendeteksi dan mempertahankan diri dari serangan "musuh" yang datang dari luar dan masuk ke dalam tubuh. Imunitas tubuh yang kuat berarti daya tahan tubuh kita juga kuat. Sebaliknya, jika imunitas tubuh lemah, daya tahan tubuh juga akan menurun sehingga kita menjadi rentan terhadap penyakit.

Pentingnya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sistem imunitas tubuh berperan penting dalam melindungi tubuh kita dari zat berbahaya, termasuk kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan sakit dan mengeluarkannya dari tubuh.

Sistem imunitas juga bertugas mengenali dan menetralisir zat berbahaya dari luar tubuh yang masuk ke tubuh kita, serta melawan perubahan dalam tubuh yang menyebabkan penyakit, seperti sel kanker. Karenanya, penting bagi kita untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh agar kita selalu sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

6 Jenis Sistem Imun pada Manusia

Berikut ini beberapa jenis sistem imun pada manusia:

1. Sistem Imun Bawaan (Innate Immune System)

Sistem imun bawaan adalah garis pertahanan pertama yang sudah ada sejak lahir. Mekanismenya bersifat cepat dan tidak spesifik, melibatkan kulit, selaput lendir, serta sel imun seperti makrofag dan sel natural killer untuk menangkal patogen.

2. Sistem Imun Adaptif (Adaptive Immune System)

Sistem imun adaptif bekerja lebih spesifik dan membentuk memori imun. Ketika tubuh terpapar patogen yang sama, respons imun akan menjadi lebih cepat dan efektif melalui kerja sel B dan sel T.

3. Imunitas Humoral

Imunitas humoral merupakan bagian dari sistem imun adaptif yang melibatkan produksi antibodi oleh sel B. Antibodi membantu mengenali dan menetralkan patogen di cairan tubuh.

4. Imunitas Seluler (Cell-Mediated Immunity)

Imunitas seluler mengandalkan sel T untuk menghancurkan sel yang terinfeksi virus atau sel abnormal. Mekanisme ini penting untuk menangani infeksi intraseluler seperti virus.

5. Imunitas Alami (Natural Immunity)

Imunitas alami terbentuk setelah tubuh terpapar langsung patogen dan berhasil melawannya. Sistem imun kemudian menyimpan memori untuk perlindungan di masa depan.

6. Imunitas Buatan (Artificial Immunity)

Imunitas buatan diperoleh melalui intervensi medis, seperti vaksinasi, yang merangsang sistem imun membentuk perlindungan tanpa harus mengalami penyakit terlebih dahulu.

5 Tanda Sistem Imun Lemah

Beberapa tanda imun lemah yang umum meliputi:

  1. Mudah terkena infeksi dan sakit berulang
  2. Luka yang lama sembuh
  3. Sering merasa lelah meskipun cukup istirahat
  4. Gangguan pencernaan yang berkepanjangan
  5. Infeksi yang berlangsung lebih lama dari biasanya

10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Setelah mengetahui pentingnya menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, tentu kita perlu cara agar daya tahan tubuh kita tetap kuat. Berikut beberapa tips meningkatkan daya tahan tubuh:

1. Menjaga pola makan sehat dan bergizi

Makanan merupakan sumber gizi dan tubuh kita membutuhkan berbagai macam gizi penting, seperti protein, vitamin, dan mineral, agar dapat berfungsi normal, termasuk sel imunitas dalam menjaga kesehatan tubuh. Untuk itu, kita perlu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Buah dan sayuran bisa menjadi sumber antioksidan yang bagus untuk melawan zat radikal bebas yang berbahaya bagi sel tubuh. Selain itu juga dapat memberi manfaat vitamin bagi tubuh.

Baca Juga: Ternyata, Ini 7 Buah Penambah Daya Tahan Tubuh

Pola makan sehat juga berarti perlu membatasi makanan yang kurang menyehatkan seperti makanan berlemak, tinggi kolesterol, gula, maupun garam.

2. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Menghidrasi atau memenuhi kebutuhan cairan memang tidak secara langsung akan melindungi tubuh dari kuman maupun penyakit. Namun tubuh yang mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi akan lebih rentan terhadap penyakit.

Dehidrasi akan menghambat kinerja fisik, membuat sulit fokus, hingga mengganggu fungsi organ pencernaan, maupun organ penting lainnya, seperti jantung dan ginjal.

Cegah dehidrasi dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, namun hindari minuman yang tinggi kalori, gula, maupun zat aditif lainnya.

Bagi orang lanjut usia (lansia) terkadang tubuh tidak memberikan sinyal haus sehingga lebih berisiko mengalami dehidrasi. Atasi dengan rutin minum air hingga delapan gelas meski tubuh tidak merasa haus.

3. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga merupakan salah satu kunci penting untuk hidup sehat. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung, mengendalikan tekanan darah, menjaga berat badan, dan melindungi dari berbagai penyakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Berolahraga secara rutin dapat membantu meredakan stres, mengurangi risiko osteoporosis, hingga menjauhkan Anda dari risiko berbagai penyakit berbahaya, termasuk jantung dan kanker.

Lakukan kegiatan olahraga rutin setidaknya 150 menit per minggu untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Beristirahat dan tidur yang cukup

Cukup tidur dan istirahat berkaitan erat dengan sistem imunitas dan daya tahan tubuh. Kualitas tidur yang buruk dan tidak cukup bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Orang dewasa disarankan memenuhi waktu tidur setidaknya 7 jam setiap malam.

Hasil penelitian menunjukkan tidur kurang dari 6 jam di malam hari meningkatkan risiko seseorang terserang flu dibandingkan mereka yang mendapat cukup tidur 6 jam atau lebih. Tidur dan istirahat cukup juga akan meningkatkan kekebalan tubuh alami Anda.

5. Mengelola stres

Stres yang terjadi dalam jangka panjang dapat berdampak pada sistem imunitas tubuh. Karenanya, Anda perlu mengelola stres dan kecemasan untuk menjaga kekebalan tubuh.

Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Menurun? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

Saat stres, Anda dapat melakukan aktivitas untuk menguranginya seperti meditasi, berolahraga, atau menonton video lucu yang memicu tawa. Bila perlu, jangan ragu untuk menemui konselor atau psikolog.

Tertawa juga dapat membantu mengurangi stres dan membuat perasaan lebih baik sehingga sistem kekebalan tubuh akan bekerja lebih baik.

6. Membatasi asupan gula

Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat memicu peningkatan protein penyebab inflamasi yang dapat mengakibatkan penurunan sistem imunitas dan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terserang penyakit.

Asupan gula berlebih juga bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Batasi asupan gula harian Anda hanya sekitar 25 gram per hari atau sekitar 5 persen dari total kalori harian Anda.

7. Tidak merokok dan menjauhi asap rokok

Merokok dan asap rokok tidak baik untuk kesehatan serta dapat menurunkan daya tahan tubuh. Rokok mengandung zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam aliran darah, mencapai organ tubuh, dan merusak sistem imun. Merokok juga dapat menurunkan kadar zat antioksidan dalam tubuh. Bantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda dengan tidak merokok dan juga menjauhi asap rokok.

8. Menjaga berat tubuh ideal

Kelebihan berat badan dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Obesitas juga dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah karena jaringan lemak yang tebal akan menghasilkan adipositokin, sejenis protein yang dapat memicu proses inflamasi.

Selain itu, obesitas dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuh kita. Untuk itu, selalu jaga berat badan tubuh tetap ideal dengan rutin berolahraga, pola makan sehat, dan istirahat cukup.

9. Menerapkan gaya hidup bersih

Gaya hidup bersih akan menjauhkan diri kita dari paparan kuman dan bakteri penyebab penyakit. Rutin mandi setiap hari, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan atau memasak. Selain itu, perhatikan juga kebersihan lingkungan di sekitar Anda.

Gaya hidup bersih dapat menjadi cara meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengurangi risiko paparan kuman, bakteri, maupun virus penyakit.

10. Rutin mengonsumsi susu setiap hari

Mengonsumsi susu baik untuk tubuh karena kandungan nutrisi pentingnya yang membantu tubuh kita tetap sehat. Susu merupakan sumber kalsium, vitamin D, hingga protein.

Minum susu bagi orang dewasa dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, menjaga kepadatan tulang, menjaga berat badan tetap ideal, hingga menjaga kesehatan jantung.

Untuk pilihan nutrisi sehari-hari, Anda bisa memilih Ensure Gold Streng+thPro yang memiliki kandungan nutrisi lengkap dan seimbang, termasuk HMB (Hidroksi Metil Butirat dan Triple Protein, yaitu jenis-jenis protein Whey, Kasein, dan Soya.

Keunggulan lain Ensure Gold yakni diperkaya 13 vitamin dan 9 mineral, tinggi kalsium dan vitamin D, mengandung serat pangan, Omega 3 & 6, serta rendah laktosa. 

Ensure Gold Streng+thPro adalah asupan nutrisi yang dirancang untuk menjawab dua masalah besar yang muncul seiring bertambahnya usia, yaitu kehilangan massa otot dan melemahnya daya tahan tubuh. Berdasarkan data fisiologis, tubuh dapat kehilangan massa otot hingga 33% mulai usia 40 tahun, dan penurunan sel imun dapat mencapai 30% di usia 75 tahun, bahkan kehilangan massa otot meningkatkan risiko pneumonia hingga 3,9 kali lipat. Ensure Gold Streng+thPro hadir sebagai solusi komprehensif dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung daya tahan tubuh setiap hari.

Pastikan Anda selalu menjaga dan bantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara – cara di atas agar selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

 

ANIAPAC-P-ID-202600234

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bagaimana Cara Agar Tidak Gampang Sakit?

Menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, rutin berolahraga, dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian merupakan cara meningkatkan daya tahan tubuh yang efektif. Asupan nutrisi yang mendukung massa otot ideal juga berperan dalam menjaga fungsi imun tubuh, terutama pada usia lanjut.

Kenapa Daya Tahan Tubuh Lemah?

Daya tahan tubuh dapat melemah akibat penuaan, stres kronis, kurang gizi, kurang aktivitas fisik, serta penyakit tertentu. Penurunan massa otot juga berkontribusi pada melemahnya respons imun (NIH, n.d.).

Apa Tanda Awal Imun Lemah?

Tanda awal yang sering dirasakan adalah badan sering lemas dan mudah capek, mudah tertular flu, serta pemulihan yang lambat setelah sakit.

Untuk mendukung imun harian, pemenuhan nutrisi yang tepat sangat penting. Selain pola makan, banyak orang mempertimbangkan susu untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai bagian dari rutinitas nutrisi sehari-hari, terutama untuk menunjang kebutuhan protein dan komponen pendukung imun.

SUMBER:

Nutrition and Immunity - Harvard Edu. Retrieved March 10, 2024 from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/nutrition-and-immunity/

Bagaimana Meningkatkan Kekebalan Tubuh - Kemenkes. Retrieved March 10, 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/887/bagaimana-meningkatkan-kekebalan-tubuh

Informed Health. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006. How does the immune system work? From: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279364/

13 Tips to Strengthen Your Immune System - Web MD. Retrieved March 10, 2024 from https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-strengthen-immunity

Six Tips to Enhance Immunity - CDC. Retrieved March 10, 2024 from https://www.cdc.gov/nccdphp/dnpao/features/enhance-immunity/index.html

9 Ways to Boost Your Body’s Natural Defenses - Healthline. Retrieved March 10, 2024 from https://www.healthline.com/nutrition/how-to-boost-immune-health

How to boost your immune system - Harvard Health. Retrieved March 10, 2024 from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system

9 Cara Meningkatkan Imun Tubuh untuk Menjaga Kesehatan - Siloam Hospital. Retrieved March 10, 2024 from https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/cara-meningkatkan-imun-tubuh

Is Milk Healthy for Adults? - American Dairy Association. Retrieved March 10, 2024 from https://www.americandairy.com/dairy-diary/is-milk-healthy-for-adults/

Healthline. (2019). Acquired immunity: What is it, and how do you get it? https://www.healthline.com/health/acquired-immunity

Mayo Clinic. (2025). Primary immunodeficiency: Symptoms & causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/primary-immunodeficiency/symptoms-causes/syc-20376905

National Institutes of Health. (n.d.). Features of an immune response. https://www.niaid.nih.gov/research/immune-response-features

WebMD. (2021). Natural immunity: What to know. https://www.webmd.com/vaccines/natural-immunity-overview

World Health Organization. (2023). Vaccines and immunization: Types of immunity. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/what-is-immunity

Baier, S., Johannsen, D., Abumrad, N., Rathmacher, J. A., Nissen, S., & Flakoll, P. (2009). Year-long changes in protein metabolism in elderly men and women supplemented with a nutritional cocktail of β-hydroxy-β-methylbutyrate (HMB), L-arginine, and L-lysine. Journal of Parenteral and Enteral Nutrition, 33(1), 71–82. https://doi.org/10.1177/0148607108322403

Qin, L., Jing, X., Qiu, Z., Cao, Z., Jiao, Y., Routy, J. P., & Li, T. (2016). Aging of immune system: Immune signature from peripheral blood lymphocyte subsets in 1068 healthy adults. Aging, 8(5), 846–859. https://doi.org/10.18632/aging.100894

Altuna-Venegas, S., Aliaga-Perez, L., Maguiña, J. L., Parodi, J. F., & Runzer-Colmenares, F. M. (2019). Risk of community-acquired pneumonia in older adults with sarcopenia of a hospital from Callao, Peru 2010-2015. Archives of Gerontology and Geriatrics, 82, 100–105. https://doi.org/10.1016/j.archger.2019.01.011

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait