Apa Itu Antioksidan? Berikut Penjelasannya!

Apa Itu Antioksidan? Berikut Penjelasannya!

apa itu antioksidan
apa itu antioksidan
apa itu antioksidan
Tags:

Anda tentu kerap mendengar istilah antioksidan, bukan? Istilah ini kerap diidentikkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Tapi sebenarnya, apa itu antioksidan? Yuk, simak di sini untuk mengetahui jawabannya!

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk mencegah atau memperlambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas merupakan atom yang memiliki elektron bebas atau elektron yang tidak berpasangan.

Saat radikal bebas terlalu banyak menumpuk di dalam tubuh, dapat menyebabkan kerusakan serius pada sel yang dikenal sebagai stres oksidatif.

Stres oksidatif memicu munculnya beragam penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, kanker, radang sendi, stroke, penyakit pernapasan, defisiensi imun, emfisema, penyakit Parkinson, dan kondisi perangan atau iskemik lainnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa manfaat antioksidan sangat diperlukan untuk memerangi radikal bebas.

3 Jenis Antioksidan

Sebelum membahas lebih jauh, terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa saja jenis-jenis antioksidan. Beberapa di antaranya, yakni:

1. Enzim

Antioksidan enzim tersusun dari protein dan berbagai mineral. Jenis ini diproduksi oleh tubuh untuk menangkal radikal bebas yang berasal dari luar maupun dalam tubuh.

2. Vitamin

Ada banyak jenis vitamin yang memiliki sifat sebagai antioksidan. Contoh antioksidan vitamin antara lain vitamin A, C, E, asam folat, likopen, dan beta karoten, yang memiliki fungsinya masing-masing.

3. Fitokemikal

Fitokemikal adalah jenis antioksidan yang terkandung dalam produk-produk dari tumbuhan untuk melawan radikal bebas. Jenis ini dapat ditemukan dalam buah, sayur, tanaman obat-obatan, jamur, dan lain sebagainya. 4 kategori fitokemikal  di antaranya: karotenoid, flavonoid, polifenol, dan alil sulfida.

Cara Kerja Antioksidan

Secara sederhana, fungsi antioksidan bagi tubuh adalah menetralkan radikal bebas yang bersifat tidak stabil. Radikal bebas bekerja dengan mencuri elektron dari sel sehat, sehingga menyebabkan kerusakan sel dan memicu stres oksidatif. Antioksidan akan menyumbangkan elektron kepada radikal bebas tanpa menjadi tidak stabil, sehingga menghentikan reaksi berantai kerusakan sel. Proses ini membantu cara menangkal radikal bebas dan menjaga keseimbangan dalam tubuh.

Faktor Pemicu Radikal Bebas

Radikal bebas dapat berasal dari dalam tubuh maupun dari luar. Faktor internal meliputi proses metabolisme normal, peradangan, serta aktivitas sel saat menghasilkan energi.

Sementara itu, faktor eksternal yang memicu radikal bebas antara lain:

  • Polusi udara dan asap rokok
  • Paparan sinar UV
  • Pola makan tidak sehat
  • Stres dan kelelahan

Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan jumlah radikal bebas sehingga berpotensi merusak sel dan mempercepat penuaan.

7 Manfaat Antioksidan

Secara umum, antioksidan berfungsi untuk melindungi kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dan menurunkan kemungkinan terkena beberapa penyakit. Manfaat kesehatannya bagi tubuh sebagai berikut:

1. Mencegah Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa salah satu manfaat antioksidan bisa mencegah beberapa penyebab kerusakan radikal bebas yang menyebabkan penyakit kanker. Meski begitu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat antioksidan untuk membantu mengurangi risiko kanker.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Degenerasi makula terkait usia (AMD) menjadi penyebab paling umum kehilangan penglihatan permanen pada orang tua. AMD terjadi saat makula, jaringan penting yang berada di belakang mata mulai menghilang. Lama kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya bidang penglihatan sentral.

Dalam hal ini, antioksidan dapat membantu menurunkan peluang terkena AMD hingga 25 persen. Sedangkan pada penderita AMD, antioksidan bisa membantu menjaga agar tidak semakin parah.

Selain itu, antioksidan berupa vitamin C dan E bisa menurunkan risiko dan memperlambat perkembangan katarak. Katarak terjadi akibat penumpukan protein yang mengaburkan lensa di bagian depan mata dan akhirnya membuat penglihatan kabur.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran memiliki risiko penyakit jantung dan stroke lebih rendah. Penelitian awal menunjukkan bahwa antioksidan kemungkinan bertanggungjawab atas manfaat tersebut.

4. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular

Beberapa antioksidan seperti vitamin C, E, selenium, tembaga, dan seng memiliki aktivitas kardioprotektif yang kuat.

Sebuah studi menemukan bahwa asupan vitamin C yang cukup dapat mengurangi risiko stroke hingga 50 persen.

5. Meningkatkan Kesehatan Kognitif

Menurut penelitian, antioksidan ditemukan dapat meningkatkan memori dan mengurangi risiko demensia.

Vitamin C, vitamin E, selenium, dan seng telah terbukti berfungsi sebagai anti-depresan alami,  terutama jika dikonsumsi dalam bentuk organik.

Secara keseluruhan, antioksidan alami ini mempunyai potensi dan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan varian anorganiknya.

Antioksidan juga meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi di pembuluh darah kecil otak, sehingga meningkatkan pengiriman oksigen dan nutrisi ke sel otak.

6. Membantu Pengobatan Arthritis

Sebuah studi menemukan bahwa antioksidan dapat memperbaiki gejala klinis rheumatoid arthritis. Hal ini dikaitkan dengan sifat anti-inflamasi dari antioksidan.

The Arthritis Foundation pun mengakui pentingnya antioksidan. Baik anthocyanin dalam buah beri dan vitamin C dalam buah jeruk bisa memerangi radikal bebas yang bertanggung jawab atas gejala radang sendi.

7. Menjaga Kesehatan Ginjal

Penelitian menemukan infeksi saluran kemih dapat menyebabkan stres oksidatif dan penipisan enzim antioksidan. Ini menyebabkan suplementasi dengan antioksidan dapat memperbaiki kesehatan ginjal.

Jenis antioksidan lain, polifenol, dapat melawan ISK. Senyawa ini dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan, serta membantu mengikat zat besi dalam urin yang mencegah pertumbuhan bakteri.

Lebih lanjut, berbagai model hewan telah menunjukkan bahwa suplemen antioksidan dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis. Antioksidan bisa sangat bermanfaat bagi siapa pun yang menjalani dialisis atau cuci darah.

Peran Antioksidan dalam Menjaga Imunitas

Antioksidan memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama dengan melindungi sel imun dari kerusakan akibat stres oksidatif. Ketika radikal bebas berlebihan, kondisi ini dapat memicu peradangan dan menyebabkan sistem imun tubuh menurun.

Dengan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti buah, sayur, dan biji-bijian, tubuh dapat lebih optimal dalam melawan infeksi. Hal ini juga mendukung keseimbangan antara kesehatan sel imun dan nutrisi untuk otot, terutama saat proses pemulihan atau penuaan.

Dalam konteks ini, kebutuhan nutrisi yang tepat menjadi semakin penting. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan massa otot dan fungsi imun yang signifikan. Oleh karena itu, kombinasi asupan nutrisi yang mengandung protein, antioksidan, serta komponen pendukung imun dapat membantu menjaga kekuatan otot sekaligus mempertahankan daya tahan tubuh setiap hari.

7 Jenis Makanan Sumber Antioksidan

Antioksidan dapat diproduksi secara alami oleh tubuh maupun didapatkan dari berbagai makanan tertentu. Antioksidan yang diproduksi oleh tubuh disebut sebagai antioksidan endogen, sedangkan antioksidan yang berasal dari luar tubuh disebut eksogen.

Perlu dipahami juga bahwa antioksidan yang diproduksi tubuh umumnya tidak cukup untuk melawan radikal bebas yang telah menumpuk. Untuk itu, diperlukan tambahan dari luar, berupa makanan.

Cara alami memenuhi asupan antioksidan bagi tubuh dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan antioksidan.  Lalu apa saja jenis makanan yang tinggi antioksidan? Berikut ini daftarnya:

1. Beta-karoten

Beta-karoten berlimpah dalam makanan berwarna oranye seperti wortel, labu, aprikot, dan ubi jalar. Sejumlah sayuran hijau juga tinggi akan beta-karoten seperti kubis, bayam, dan sawi-sawian. Selain itu, sayuran hijau juga tinggi akan kandungan lutein.

2. Likopen

Likopen terdapat pada buah dan sayur dengan daging buah berwarna merah jambu, merah, atau merah jingga seperti semangka, pepaya, anggur, dan tomat.

3. Vitamin A

Vitamin A bisa diperoleh dari wortel, ubi jalar, kuning telur, hati, dan susu.

4. Vitamin C

Vitamin C bisa diperoleh dari unggas, daging sapi, ikan, dan beberapa sereal.

5. Vitamin E

Vitamin E sangat melimpah di almond, brokoli, mangga, serta berbagai minyak termasuk jagung dan kedelai.

6. Zinc

Zinc dapat ditemukan pada makanan laut, daging tanpa lemak, susu, dan kacang-kacangan.

7. Selenium

Selenium dapat diperoleh dari biji-bijian, produk hewani, kacang-kacangan, dan susu seperti nasi, jagung, ayam, daging sapi, ikan dan makanan laut, telur, serta keju.

Sumber Asupan Tambahan Nutrisi Baik

Selain mengonsumsi jenis makanan tersebut, Anda dapat menambahkan asupan nutrisi tambahan seperti Ensure Gold Streng+thPro dalam menu makanan harian.

Ensure Gold Streng+thPro adalah asupan nutrisi yang dirancang untuk menjawab dua masalah besar yang muncul seiring bertambahnya usia, yaitu kehilangan massa otot dan melemahnya daya tahan tubuh.

Ensure Gold Streng+thPro hadir sebagai salah satu solusi dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung daya tahan tubuh setiap hari.

 

ANIAPAC-P-ID-202600629

Pertanyaan Seputar Antioksidan

1. Apa yang dimaksud dengan antioksidan dan fungsinya?

Antioksidan adalah zat yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Fungsi utamanya adalah menetralkan radikal bebas sehingga mencegah kerusakan sel dan penyakit kronis.

2. Apa itu radikal bebas dan dari mana asalnya?

Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh. Molekul ini berasal dari proses alami tubuh maupun faktor eksternal seperti polusi, radiasi, dan kebiasaan merokok.

3. Apa yang terjadi jika Anda kekurangan antioksidan?

Kekurangan antioksidan dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan pertahanan tubuh, yang disebut stres oksidatif. Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan sel, peradangan, serta berbagai penyakit kronis.

SUMBER: 

National Cancer Institute. (2022). Antioxidants and cancer prevention. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/antioxidants-fact-sheet

Harvard T.H. Chan School of Public Health. (n.d.). Antioxidants. The Nutrition Source. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/antioxidants/ 

Pham-Huy, L. A., He, H., & Pham-Huy, C. (2008). Free radicals, antioxidants in disease and health. International Journal of Biomedical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/pmid/23675073/

Healthline. (2023). Antioxidants explained in simple terms. https://www.healthline.com/nutrition/antioxidants-explained

Xu, P., et al. (2024). Antioxidants and inflammatory immune-related diseases. Frontiers in Immunology. https://www.frontiersin.org/journals/immunology/articles/10.3389/fimmu.2024.1476887/full

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait