3 Jenis Otot pada Manusia dan Cara Membentuknya

3 Jenis Otot pada Manusia dan Cara Membentuknya

jenis otot
jenis otot
jenis otot
Tags:

Otot adalah komponen penting dalam tubuh manusia. Ada sekitar 650 otot yang memungkinkan manusia bergerak, bernapas, dan menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Otot bekerja dengan cara berkontraksi atau berelaksasi untuk menimbulkan gerakan. Gerakan ini bisa bersifat volunter (artinya gerakan tersebut dilakukan secara sadar) atau dilakukan tanpa kita sadari (involunter).

Ada tiga jenis otot pada manusia yang masing-masing memiliki fungsi dan karakteristik unik. Artikel ini akan membahas karakteristik otot, cara kerja otot, serta cara membentuk dan merawatnya. 

3 Jenis Otot pada Manusia

Jaringan otot ditemukan di seluruh tubuh dengan fungsi yang berbeda-beda. Namun, fungsi dan struktur otot dikelompokkan menjadi tiga jenis, di antaranya:

1. Otot Skeletal (Volunter)

Otot skeletal adalah otot yang melekat pada rangka. Bagian perifer dari sistem saraf pusat (SSP) mengontrol otot rangka sehingga otot-otot ini berada di bawah kendali kesadaran (volunter).

Otot skeletal memiliki serat-serat yang terlihat bergaris-garis di bawah mikroskop dan masing-masing bekerja secara independen dari serabut otot di sekitarnya.

2. Otot Polos (Involunter)

Otot polos terdapat pada dinding rongga organ dalam, seperti pembuluh darah, saluran cerna, kandung kemih, dan rahim. Otot ini bekerja di bawah kendali sistem saraf otonom atau tanpa disadari (involunter).

Serabut otot polos berbentuk gelondong lonjong, mirip telur sepak bola, dan memiliki satu inti pusat. Jumlah otot polos ribuan kali lebih pendek dari serat otot rangka.

3. Otot Jantung (Kardiak)

Otot jantung terdapat di dinding jantung, juga berada di bawah kendali sistem saraf otonom. Sel otot jantung mempunyai satu inti pusat, seperti otot polos, tetapi juga lurik, seperti otot rangka. Sel otot jantung berbentuk persegi panjang. Kontraksi otot jenis ini bersifat involunter, kuat, dan berirama untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Cara Kerja Otot

Otot bekerja melalui kontraksi dan relaksasi yang dikoordinasikan dan dikendalikan oleh otak dan sistem saraf. Otot involunter dikendalikan batang otak, sedangkan otot volunter diatur korteks motorik serebral dan serebelum.

Saat hendak bergerak, korteks motorik memberikan sinyal ke otot lewat sumsum tulang belakang dan saraf perifer. Ini menyebabkan otot berkontraksi dan tubuh bergerak. Sementara itu, serebelum mengoordinasikan gerakan otot untuk menghasilkan gerakan yang halus dan terkoordinasi.

Dengan demikian, otot skeletal bekerja melalui sinyal yang dikirim otak, sedangkan otot polos dan jantung bekerja melalui sinyal otomatis dari sistem saraf otonom.

5 Fungsi Otot Manusia

Beberapa fungsi otot, yakni antara lain:

1. Menghasilkan Gerakan Tubuh

Otot rangka berperan menciptakan gerakan sadar seperti berjalan, berlari, hingga mengangkat beban. Kontraksi otot menghasilkan gaya mekanik yang memungkinkan tubuh bergerak.

2. Menjaga Postur dan Stabilitas Tubuh

Meskipun tidak terasa, otot rangka terus berkontraksi ringan (tonus otot) untuk menjaga postur seperti berdiri atau duduk tegak. Stabilitas ini penting agar tubuh tetap seimbang dan tidak mudah jatuh.

3. Mengatur Produksi Panas Tubuh

Kontraksi otot menghasilkan panas yang membantu menjaga suhu tubuh tetap normal. Bahkan, saat kedinginan, tubuh menggigil untuk menstimulasi kontraksi otot agar menghasilkan panas.

4. Melindungi Organ dan Menjaga Struktur Internal

Otot tidak hanya bergerak, tetapi juga berperan sebagai bantalan untuk melindungi organ tubuh dari benturan luar. Otot juga memperkuat struktur tubuh, terutama di area perut dan punggung.

5. Mendukung Sirkulasi Darah dan Sistem Pencernaan

Jenis-jenis otot seperti otot polos membantu memompa darah melalui pembuluh dan menggerakkan makanan di saluran cerna melalui proses peristaltik. Hal ini memastikan fungsi vital tubuh berjalan optimal.

6 Kategori Gangguan pada Sistem Otot Manusia

1. Gangguan Otot Akibat Peradangan

Myositis terjadi ketika otot mengalami peradangan sehingga menyebabkan nyeri, kelemahan, dan penurunan fungsi otot. Kondisi ini bisa dipicu infeksi, autoimun, atau obat tertentu.

2. Gangguan Otot Degeneratif

Sarkopenia menyebabkan penurunan massa otot ideal dan kekuatan tubuh seiring bertambahnya usia. Distropi otot adalah kondisi genetik yang merusak serat otot secara progresif.

3. Gangguan Otot Akibat Cedera

Cedera otot sering terjadi saat olahraga atau aktivitas berat. Robekan serat otot memicu nyeri tajam, pembengkakan, dan hilangnya fungsi otot sementara.

4. Gangguan Otot karena Neurologis

Penyakit seperti ALS atau myasthenia gravis memengaruhi komunikasi antara saraf dan otot, menyebabkan kelemahan progresif.

5. Gangguan Otot Metabolik

Ketika otot tidak mampu memproduksi energi secara efisien, otot mudah lelah bahkan rusak, seperti pada rhabdomyolysis.

6. Gangguan Otot Akibat Kekurangan Nutrisi

Protein, vitamin D, dan kalsium berperan penting menjaga kualitas otot. Kekurangan nutrisi dapat mempercepat penurunan massa otot dan memperburuk kekuatan otot.

5 Cara Membentuk Otot

Secara umum, persentase massa otot ideal atau normal dapat dikelompokkan berdasarkan usia, sebagai berikut.

  • Usia 20-39: 75-89 persen untuk laki-laki dan 63-75.5 persen untuk perempuan.
  • Usia 40-59: 73-86 persen untuk laki-laki dan 62-73.5 persen untuk perempuan.
  • Usia 60-79: 70-84 persen untuk laki-laki dan 60-72.5 persen untuk perempuan.

Latihan membentuk otot dapat meningkatkan kualitas hidup karena meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Latihan otot juga dapat berkontribusi pada keseimbangan yang lebih baik dan dapat mengurangi risiko terjatuh. Ini dapat membantu mempertahankan kemandirian seiring bertambahnya usia.

Berikut cara membentuk otot yang perlu diketahui:

1. Latihan Kekuatan

Latihan kekuatan adalah cara efektif untuk membentuk otot skeletal. Latihan ini merangsang pertumbuhan dengan memberikan tekanan pada serat otot. Otot yang mengalami trauma atau rusak akan diperbaiki dan memperbesar diri.

Beberapa contoh latihan kekuatan, seperti mengangkat beban (barbell chest press, dumbbell curl, hingga deadlift), menggunakan resistance band (lat pulldown, banded squats, tricep extensions), dan menggunakan beban tubuh (push up, pull up, plank).

2. Latihan Kardio

Aktivitas kardiovaskular atau latihan kardio selain bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pernapasan juga mendukung pertumbuhan otot.

Olahraga, seperti lari dan bersepeda, membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, yang pada gilirannya mendukung kinerja otot skeletal selama latihan kekuatan.

Baca Juga: 7 Contoh Olahraga Hiit yang Bisa Dilakukan di Rumah

3. Latihan Peregangan

Peregangan membantu meningkatkan fleksibilitas otot dan mencegah cedera. Lebih dari itu, latihan peregangan, terutama peregangan statis atau penempatan kelompok otot pada posisi dan jangka waktu tertentu, dapat membentuk otot.

Beberapa contoh peregangan statis, yakni overhead triceps stretch, biceps stretch, cobra pose, hingga head-to-knee forward bend.

4. Konsumsi Protein Tinggi

Pada dasarnya, membentuk otot memerlukan cadangan molekul protein lebih banyak daripada yang terbuang. Oleh karenanya, asupan protein tinggi berkontribusi membentuk otot.

Beberapa contoh makanan protein tinggi untuk otot, yakni daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan susu protein.

5. Istirahat yang Cukup

Otot tumbuh saat tubuh sedang beristirahat, bukan saat berlatih. Pastikan tubuh tidur yang cukup untuk memberikan otot waktu pulih setelah latihan intensif.

Selain itu, istirahat juga menghindarkan dari cedera karena latihan terlalu sering dapat menyebabkan stres dan strain otot.

5 Tips Membentuk Otot

Setelah mengetahui jenis otot dan menjaga kesehatannya dengan latihan, berikut tips latihan yang dipraktikkan bisa lebih efektif.

1. Tentukan Beban dan Repetisi

Beban yang dipilih haruslah mendekat kelelahan (failure) pada jumlah repetisi yang ditentukan. Sebagai contoh, ketika melakukan 10 kali repetisi, angkatan ke delapan atau sembilan haruslah mendekati failure.

Jumlah beban bisa ditentukan dengan tujuan latihan, seperti 1-5 repetisi untuk mengincar kekuatan, 6-12 repetisi untuk menumbuhkan massa otot, dan 12-20 repetisi untuk ketahanan otot.

Itu berarti, jika target repetisi 6-12, pilihlah beban yang mendekati failure ketika melakukan repetisi 10-12.

2. Tetapkan Rencana Latihan

Memiliki jadwal yang terencana akan memberikan struktur pada latihan sekaligus menerapkan strategi yang dapat membantu melihat hasil. Program latihan adalah serangkaian latihan yang dipilih untuk mencapai tujuan, menambah massa otot.

Rencana latihan juga membantu mengetahui secara pasti apa yang harus dilakukan sekaligus menghindari latihan berlebihan.

3. Variasikan Latihan

Setelah memiliki rencana latihan, termasuk program apa saja yang digunakan untuk membentuk otot, kombinasikan dengan bentuk latihan lain untuk menghindari kebosanan.

Ini penting agar latihan terus menarik dan ada tantangan baru. Terlebih, ada banyak sekali jenis latihan untuk satu jenis otot. Sebagai contoh, variasi latihan dada meliputi bench press, chest fly, hingga incline dumbbell press.

4. Pilihlah Latihan yang Menyenangkan

Setiap orang memiliki motivasi berbeda-beda sehingga akan mengerjakan hal yang disenangi. Pilihan gerakan yang disukai untuk dimasukkan ke dalam program.

Lebih dari itu, penting juga memiliki program yang mampu dilakukan dengan baik atau percaya diri ketika melakukannya. Hal ini dapat memberikan dorongan untuk menjadi lebih baik dan semakin menguasainya.

5. Jaga Pola Makan Seimbang

Selain protein, pastikan juga mengonsumsi karbohidrat kompleks dan lemak sehat untuk mendukung energi dan proses pemulihan otot.

Konsumsi sayuran dan buahan juga penting untuk mendapatkan vitamin, mineral, dan antioksidan yang diperlukan agar tubuh bekerja dengan baik.

Rekomendasi Asupan Nutrisi untuk Meningkatkan Massa Otot

Untuk mendukung pembentukan dan pemeliharaan massa otot ideal, nutrisi memainkan peran yang sama pentingnya dengan olahraga. Ensure Gold StrengthPro dapat menjadi pilihan karena mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin D, kalsium, serta HMB (β-hydroxy β-methylbutyrate) yang terbukti membantu menjaga jaringan otot agar tidak mudah hilang. Kandungan ini membantu tubuh mempertahankan massa otot, terutama pada dewasa dan lansia yang rentan mengalami penurunan otot.

 

ANIAPAC-P-ID-202500947

Pertanyaan Umum tentang Otot

1. Apakah otot bisa mengecil?

Ya. Otot bisa mengecil karena kurang gerak, penuaan, penyakit saraf, atau kurang nutrisi. Kondisi ini disebut atrofi otot.

2. Apakah otot termasuk organ?

Ya. Otot dianggap sebagai organ karena terdiri dari jaringan terspesialisasi, pembuluh darah, saraf, dan memiliki fungsi fisiologis tertentu.

3. Bagaimana cara mempertahankan massa otot ideal?

Latihan kekuatan, asupan protein cukup, tidur yang baik, dan nutrisi seperti vitamin D serta HMB terbukti efektif menjaga massa otot.

4. Apakah semua otot di tubuh sama?

Tidak. Ada tiga jenis-jenis otot:

  • Otot rangka (volunter)
  • Otot polos (involunter)
  • Otot jantung (involunter)

5. Apakah gangguan otot dapat disembuhkan?

Tergantung penyebabnya. Cedera otot ringan biasanya pulih dengan istirahat, sedangkan gangguan autoimun atau neurologis memerlukan terapi khusus.

SOURCE:

Osilla EV, Marsidi JL, Shumway KR, et al. Physiology, Temperature Regulation. [Updated 2023 Jul 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507838/

Open Resources for Nursing (Open RN); Ernstmeyer K, Christman E, editors. Health Alterations [Internet]. Eau Claire (WI): Chippewa Valley Technical College; 2024. Chapter 10 Musculoskeletal System Alterations. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK613072/

Hafen BB, Burns B. Physiology, Smooth Muscle. [Updated 2023 Aug 14]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526125/

Myasthenia gravis. (n.d.). National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/myasthenia-gravis

Bhattacharya, S., Bhadra, R., Schols, A. M. W. J., van Helvoort, A., & Sambashivaiah, S. (2022). Nutrition in the prevention and management of sarcopenia - A special focus on Asian Indians. Osteoporosis and sarcopenia, 8(4), 135–144. https://doi.org/10.1016/j.afos.2022.12.002

How Many Muscles Are in the Human Body? Plus a Diagram - Healthline. Retrieved July 1, 2024 from https://www.healthline.com/health/how-many-muscles-are-in-the-human-body

Muscle Types - SEER Training. Retrieved July 1, 2024 from https://training.seer.cancer.gov/anatomy/muscular/types.html

What Your Body Composition Metrics Actually Say About Your Health - Men’s Health. Retrieved July 1, 2024 from https://www.menshealth.com/health/a27242669/what-your-body-composition-metrics-say-about-your-health/

Building muscle with exercise: How muscle builds, routines, and diet - Medical News Today. Retrieved July 1, 2024 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/319151#rest-and-muscle-growth

Static Stretching Could Build as Much Muscle as Lifting Weights, Says New Study - Men’s Health. Retrieved July 1, 2024 from https://www.menshealth.com/uk/building-muscle/train-smarter/a46579857/weighted-stretching-muscle-building/

How to Gain Muscle: Tips, Diet, and Workout Design - Healthline. Retrieved July 1, 2024 from https://www.healthline.com/health/fitness/how-to-gain-muscle#training-tips

9 Tricks to Help You Start Working Out and Actually Stick to It - Everyday Health. Retrieved July 1, 2024 from https://www.everydayhealth.com/fitness/9-simple-tricks-help-you-start-working-out-actually-stick-it/

Eating the Right Foods for Exercise - Healthline. Retrieved July 1, 2024 from https://www.healthline.com/health/fitness-exercise-eating-healthy#fruits-and-vegetables

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait