Ensure Gold Vanila
- Main Image
-

- Title
- Ensure Gold Vanila
- Detail Page Path
Seiring bertambahnya usia, risiko jatuh pada lansia menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada cedera fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan osteoporosis, yaitu kondisi melemahnya kepadatan tulang. Kombinasi antara gangguan keseimbangan tubuh dan tulang yang rapuh dapat meningkatkan risiko patah tulang yang berbahaya. Oleh karena itu, memahami hubungan antara keduanya menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut.
Jatuh pada lansia adalah kejadian di mana seseorang kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya terjatuh ke tanah atau permukaan yang lebih rendah secara tidak disengaja. Kondisi ini sering terjadi akibat penurunan fungsi fisik, seperti melemahnya otot, berkurangnya refleks, dan adanya gangguan keseimbangan tubuh.
Dampak dari jatuh tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Secara fisik, lansia dapat mengalami cedera ringan hingga serius, seperti memar, luka, bahkan patah tulang. Sementara itu, secara psikologis, rasa takut untuk beraktivitas kembali dapat muncul, sehingga lansia menjadi lebih pasif dan menghindari aktivitas ringan maupun sosial. Akibatnya, kualitas hidup menurun dan risiko kesehatan lainnya justru meningkat.
Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan dan kualitas tulang menurun, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Riset menyebutkan bahwa salah satu penyebab osteoporosis yang umum adalah proses penuaan alami, di mana pembentukan tulang baru tidak seimbang dengan proses penghancuran tulang lama.
Selain usia, faktor lain seperti kurangnya asupan kalsium, vitamin D, serta kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap kondisi ini. Osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala hingga terjadi patah tulang, terutama di bagian pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Hal ini membuat lansia dengan osteoporosis memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera serius saat terjadi jatuh pada lansia.
Tulang yang sehat memiliki struktur yang padat dan kuat, sehingga mampu menyerap benturan dengan baik. Melansir dari Mayo Clinic, pada kondisi osteoporosis, struktur tulang menjadi lebih berongga dan rapuh. Akibatnya, benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan retakan atau patah tulang.
Ketika jatuh pada lansia terjadi, tubuh tidak hanya mengalami benturan, tetapi juga kehilangan kemampuan untuk melindungi diri secara refleks. Jika kondisi ini disertai dengan osteoporosis, risiko cedera meningkat secara signifikan. Bahkan, jatuh yang tampak ringan dapat berujung pada patah tulang yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan berpotensi menurunkan mobilitas secara permanen.
Baca Juga: 10 Jenis Kelainan Tulang Belakang yang Wajib Dipahami
Berikut ini beberapa faktor risiko jatuh dan osteoporosis yang wajib dipahami:
Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung menurun, sehingga kekuatan tubuh berkurang. Kondisi ini memengaruhi kemampuan lansia dalam menjaga keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Selain itu, otot yang lemah juga tidak mampu menopang tulang dengan optimal.
Gangguan keseimbangan tubuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan saraf, penglihatan, atau efek samping obat-obatan. Ketika keseimbangan terganggu, risiko terjatuh menjadi lebih tinggi, terutama saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau berdiri.
Bahkan riset menyebutkan bahwa kurangnya olahraga untuk lansia dapat mempercepat penurunan kepadatan tulang dan kekuatan otot. Aktivitas fisik yang minim membuat tubuh menjadi kaku, sehingga respons terhadap perubahan posisi menjadi lebih lambat dan meningkatkan risiko jatuh serta osteoporosis.
Nutrisi memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan otot dan tulang pada lansia. Asupan protein berkualitas membantu mempertahankan massa otot, sementara kalsium dan vitamin D berperan dalam menjaga kepadatan tulang.
Selain itu, nutrisi tertentu juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga lansia tetap aktif dan mampu melakukan aktivitas ringan sehari-hari. Konsumsi susu untuk otot dan tulang sering direkomendasikan karena mengandung kombinasi nutrisi penting yang mendukung kesehatan tulang dan otot secara menyeluruh.
Tanpa asupan nutrisi yang memadai, risiko penyebab osteoporosis akan semakin meningkat, terutama jika disertai dengan gaya hidup yang kurang aktif. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal.
Untuk membantu menjaga kesehatan otot dan tulang, Anda dapat mempertimbangkan asupan nutrisi yang dirancang khusus untuk kebutuhan dewasa dan lansia, seperti Ensure Gold Streng+thPro. Produk ini diformulasikan untuk membantu mengatasi penurunan massa otot dan daya tahan tubuh yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.
Ensure Gold Streng+thPro mengandung kombinasi protein berkualitas, yaitu kasein, whey, dan soya, yang berperan penting dalam mempertahankan dan membangun massa otot. Selain itu, kandungan HMB di dalamnya membantu mengurangi kehilangan otot, sehingga tubuh tetap kuat dan stabil.
Tidak hanya itu, kandungan beta glukan dari yeast juga berfungsi mendukung sistem imun harian. Dengan demikian, tubuh tidak hanya lebih kuat secara fisik, tetapi juga lebih tahan terhadap penyakit. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia, karena kondisi tubuh yang sehat dan kuat dapat meningkatkan keseimbangan serta mobilitas.
Dikombinasikan dengan olahraga untuk lansia dan pola hidup sehat, asupan nutrisi seperti ini dapat menjadi solusi komprehensif dalam menjaga kualitas hidup di usia lanjut.
ANIAPAC-P-ID-202600207
Ya, aktivitas fisik seperti olahraga untuk lansia dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan otot. Selain itu, aktivitas ini juga memperbaiki keseimbangan tubuh sehingga mengurangi risiko jatuh.
Lansia rentan osteoporosis karena proses regenerasi tulang melambat seiring bertambahnya usia. Selain itu, faktor seperti kurangnya nutrisi dan minimnya aktivitas fisik juga menjadi penyebab osteoporosis.
Ya, nutrisi sangat berpengaruh terhadap kesehatan tulang dan otot pada lansia. Asupan seperti susu untuk otot dan tulang membantu memenuhi kebutuhan kalsium, protein, dan vitamin yang penting untuk mencegah osteoporosis.
SUMBER:
Institute of Medicine (US) Division of Health Promotion and Disease Prevention; Berg RL, Cassells JS, editors. The Second Fifty Years: Promoting Health and Preventing Disability. Washington (DC): National Academies Press (US); 1992. 15, Falls in Older Persons: Risk Factors and Prevention. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK235613/
Rosen CJ. The Epidemiology and Pathogenesis of Osteoporosis. [Updated 2020 Jun 21]. In: Feingold KR, Adler RA, Ahmed SF, et al., editors. Endotext [Internet]. South Dartmouth (MA): MDText.com, Inc.; 2000-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279134/
Laskou, F., & Dennison, E. (2019). Interaction of Nutrition and Exercise on Bone and Muscle. European endocrinology, 15(1), 11–12. https://doi.org/10.17925/EE.2019.15.1.11
Distefano, G., & Goodpaster, B. H. (2018). Effects of Exercise and Aging on Skeletal Muscle. Cold Spring Harbor perspectives in medicine, 8(3), a029785. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a029785
Mayo Clinic Staff. (2025, December 17). Osteoporosis: Symptoms and causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968
![]()
Risiko jatuh pada lansia meningkat dibanding dengan kelompok usia yang lebih muda. Apa ya penyebabnya? Selain itu, apa dampak kesehatan yang mungkin terjadi?
![]()
Waspada sarkopenia pada lansia yang picu hilang massa otot. Pahami gejala dan cara mencegahnya lewat nutrisi serta susu protein yang tepat
![]()
Bertambahnya usia massa otot di tubuh terus menurun. Cari tahu berapa massa otot ideal tubuh menurut usia dan bagaimana cara menghitungnya dengan tepat!
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?