Waspada Sarkopenia Usia Muda, Ini Penyebabnya!

Waspada Sarkopenia Usia Muda, Ini Penyebabnya!

penyebab sarkopenia
penyebab sarkopenia
penyebab sarkopenia

Tahukah Anda bahwa lebih dari 1 dari setiap 10 orang dewasa muda dari sebagian besar menderita sarkopenia? Sarkopenia selama ini identik dengan lansia, tetapi faktanya kondisi ini juga bisa terjadi pada usia yang lebih muda. Sarkopenia usia muda merupakan penurunan massa dan kekuatan otot yang terjadi lebih awal dari seharusnya, sehingga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup Anda. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab sarkopenia, mengenali gejalanya, serta melakukan deteksi dini sarkopenia agar kondisi ini dapat dicegah sejak awal.

Bisakah Sarkopenia Usia Muda Terjadi?

Jawabannya: bisa. Sarkopenia tidak hanya disebabkan oleh faktor penuaan, tetapi juga gaya hidup yang kurang sehat. Riset menjelaskan bahwa penerapan gaya hidup sedentari, kekurangan Vitamin D, pola makan tidak seimbang, hingga kondisi medis tertentu dapat membuat seseorang gagal mempertahankan massa otot normal bahkan sejak usia produktif.

Jika tidak ditangani, penurunan ini dapat membuat tubuh jauh dari massa otot ideal, meningkatkan risiko kelelahan, cedera, hingga gangguan metabolisme. Oleh karena itu, memahami risiko sarkopenia usia muda menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan otot.

5 Penyebab Sarkopenia Usia Muda

Berikut beberapa penyebab sarkopenia yang sering terjadi pada usia muda:

1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentari atau jarang bergerak membuat otot tidak mendapatkan stimulasi yang cukup. Akibatnya, tubuh kesulitan mempertahankan massa otot normal dan perlahan mengalami penurunan massa otot.

2. Asupan Protein Tidak Cukup

Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan otot setiap hari. Jika asupan protein kurang, tubuh tidak mampu mencapai atau mempertahankan massa otot ideal secara optimal.

3. Pola Makan Tidak Seimbang

Kekurangan vitamin dan mineral penting seperti vitamin D, kalsium, dan zat besi dapat memengaruhi kesehatan otot. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi salah satu penyebab sarkopenia yang sering diabaikan.

4. Stres dan Kurang Tidur

Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu pemecahan jaringan otot. Ditambah dengan kurang tidur, proses pemulihan otot menjadi tidak optimal dan mempercepat risiko sarkopenia usia muda.

5. Kondisi Medis Tertentu

Penyakit kronis seperti gangguan metabolisme, inflamasi, atau hormonal dapat mempercepat penurunan massa otot. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit mempertahankan massa otot ideal, bahkan di usia produktif.

5 Gejala Sarkopenia Usia Muda

Gejala sarkopenia sering kali tidak disadari. Berikut tanda-tanda yang perlu Anda waspadai:

1. Penurunan Kekuatan Otot

Anda mungkin merasa lebih cepat lelah saat melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau mengangkat barang. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan otot mulai menurun dari kondisi massa otot normal.

2. Massa Otot Berkurang

Tubuh terlihat lebih kecil atau kehilangan bentuk otot yang sebelumnya terbentuk. Penurunan ini menjadi indikasi bahwa Anda mulai menjauh dari massa otot ideal.

3. Sering Mengalami Nyeri Otot

Otot terasa pegal atau nyeri meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal bahwa otot tidak dalam kondisi optimal.

4. Keseimbangan Tubuh Menurun

Anda lebih mudah kehilangan keseimbangan saat berdiri atau berjalan. Hal ini terjadi karena otot yang berfungsi menopang tubuh mulai melemah.

5. Penurunan Performa Fisik

Aktivitas harian terasa lebih berat dan membutuhkan energi lebih besar dari biasanya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperburuk sarkopenia usia muda dan menurunkan kualitas hidup.

Pentingnya Deteksi Dini Sarkopenia Usia Muda

Melakukan deteksi dini sarkopenia sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah. Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui apakah tubuh masih berada dalam rentang massa otot normal atau sudah mulai mengalami penurunan.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui pengukuran komposisi tubuh, kekuatan genggaman tangan, hingga evaluasi aktivitas fisik. Semakin cepat kondisi ini diketahui, semakin besar peluang untuk mengembalikan massa otot ideal dan mencegah komplikasi di kemudian hari.

Baca Juga: Mau Mempertahankan Otot? Cek 5 Makanan yang Dilarang Ini!

5 Cara Mencegah dan Mengatasi Sarkopenia Usia Muda

Untuk menjaga kesehatan otot dan mencegah sarkopenia usia muda, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

1. Rutin Berolahraga

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa latihan kekuatan seperti angkat beban atau resistance training efektif untuk meningkatkan dan mempertahankan massa otot. Aktivitas ini juga membantu tubuh mencapai massa otot ideal serta menjaga fungsi otot tetap optimal.

2. Penuhi Kebutuhan Protein Harian

Protein merupakan nutrisi utama dalam pembentukan dan perbaikan jaringan otot. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh dapat mempertahankan massa otot normal dan mengurangi risiko penyebab sarkopenia dari faktor nutrisi.

3. Perbaiki Pola Tidur dan Kelola Stres

Tidur yang cukup membantu proses regenerasi otot dan menjaga keseimbangan hormon tubuh. Selain itu, pengelolaan stres yang baik dapat mencegah peningkatan hormon kortisol yang berpotensi merusak jaringan otot.

4. Lakukan Deteksi Dini Secara Berkala

Melakukan deteksi dini sarkopenia secara rutin membantu Anda mengetahui kondisi otot sejak awal. Dengan begitu, Anda dapat segera mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi penurunan menuju kondisi yang jauh dari massa otot ideal.

5. Konsumsi Asupan Nutrisi Berkualitas

Pemenuhan nutrisi yang tepat sangat penting untuk menjaga kekuatan dan massa otot dalam jangka panjang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan rutin mengonsumsi Ensure Gold Streng+thPro. Asupan nutrisi ini dirancang untuk menjawab dua masalah yang muncul seiring bertambahnya usia, yaitu kehilangan massa otot dan melemahnya daya tahan tubuh. Ensure Gold Streng+thPro hadir sebagai solusi komprehensif dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan dari yeast untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung imunitas harian.

 

ANIAPAC-P-ID-202600207

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Siapa yang Berisiko Mengalami Sarkopenia?

Sarkopenia dapat dialami oleh siapa saja, terutama individu dengan gaya hidup kurang aktif dan asupan nutrisi yang tidak seimbang. Selain itu, orang dengan penyakit kronis atau kebiasaan tidur buruk juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami sarkopenia usia muda.

2. Apakah Sarkopenia Bisa Dicegah?

Ya, sarkopenia dapat dicegah dengan menjaga pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Aktivitas fisik rutin serta pemantauan massa otot normal melalui deteksi dini sarkopenia sangat membantu dalam pencegahan.

3. Seberapa Sering Deteksi Dini Sarkopenia Perlu Dilakukan?

Deteksi dini sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama jika Anda memiliki faktor risiko. Pemeriksaan setiap 6-12 bulan dapat membantu memastikan kondisi tetap berada pada massa otot ideal.

SUMBER:

Jung HN, Jung CH, Hwang YC. Sarcopenia in youth. Metabolism. 2023 Jul;144:155557. doi: 10.1016/j.metabol.2023.155557. Epub 2023 Apr 18. PMID: 37080353.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pentingnya olahraga angkat beban [PDF]. KMS Kemenkes. https://kms.kemkes.go.id/contents/1742873112691-pentingnyaangkatbeban.pdf

Aktivitas Fisik Untuk Lansia. (2018, 25). Ayo Sehat - Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/aktivitas-fisik-untuk-lansia

Sarcopenia (Muscle loss): Symptoms & causes. (2022, June 6). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23167-sarcopenia

Sarcopenia with aging. (2024, July 09). WebMD. https://www.webmd.com/healthy-aging/sarcopenia-with-aging

Larsson, L., Degens, H., Li, M., Salviati, L., Lee, Y. I., Thompson, W., Kirkland, J. L., & Sandri, M. (2019). Sarcopenia: Aging-Related Loss of Muscle Mass and Function. Physiological reviews, 99(1), 427–511. https://doi.org/10.1152/physrev.00061.2017

Ageing and health. (2024, October 1). World Health Organization (WHO). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ageing-and-health

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait