6 Akibat Kehilangan Massa Otot di Masa Tua yang Wajib Diwaspadai!

6 Akibat Kehilangan Massa Otot di Masa Tua yang Wajib Diwaspadai!

akibat kehilangan massa otot
akibat kehilangan massa otot
akibat kehilangan massa otot
Tags:

Massa otot adalah ukuran total jaringan otot yang ada di tubuh kita. Seiring pertambahan usia, apalagi jika aktivitas fisik rendah, massa otot akan berkurang secara bertahap. Bahkan, mulai usia 30 tahun, penurunan massa otot sudah mulai terjadi.

Dari data fisiologis, tubuh dapat kehilangan hingga 33% massa otot sejak usia 40 tahun, dan kondisi ini dikenal sebagai sarkopenia, yaitu penyakit kehilangan massa dan kekuatan otot akibat penuaan. Hilangnya massa otot ini bukan hanya mengganggu kemampuan bergerak, tetapi juga memengaruhi imun tubuh, metabolisme, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga otot setelah muncul keluhan seperti cepat lelah, tubuh terasa kurang bertenaga, atau tidak lagi sekuat dulu.

Apa Itu Sarkopenia?

Sarkopenia adalah kondisi medis ketika tubuh mengalami penurunan massa otot, kekuatan otot, dan fungsi fisik akibat penuaan. Penyebab sarkopenia, yakni:

  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Asupan protein yang tidak mencukupi
  • Peradangan kronis
  • Penurunan hormon
  • Penyakit penyerta seperti diabetes atau penyakit jantung

Sarkopenia membuat tubuh cepat lelah, kekuatan genggam melemah, dan risiko jatuh meningkat. Lansia dengan sarkopenia juga rentan mengalami penurunan imun hingga risiko pneumonia meningkat hingga 3,9 kali lipat.

6 Akibat Kehilangan Massa Otot di Masa Tua

1. Berat Badan Menurun

Ketika Anda kehilangan massa otot, maka berat badan Anda akan turun secara drastis. Hal itu tentunya sangat tidak baik untuk kondisi tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal Lansia & Tips Mudah Meraihnya

2. Mobilitas Menurun

Dari hal-hal umum yang sudah dijelaskan di atas, seperti mudah terasa tegang dan lelah, maka hal tersebut dapat mempengaruhi mobilitas Anda. Mudah lelah dan mudah merasa tegang menyebabkan Anda merasa bahwa lebih baik duduk diam dan tidak bergerak.

3. Risiko Jatuh Meningkat

Ketika Anda merasakan mudah tegang ketika sedang melakukan aktivitas fisik, maka hal tersebut dapat membuat seseorang jatuh secara tiba-tiba.

4. Resistensi Insulin

Resistensi insulin merupakan sebuah kondisi kala gula darah tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dikarenakan adanya gangguan terhadap respons dari sel tubuh terhadap insulin. Resistensi insulin dapat mempengaruhi fungsi organ lain seperti menyebabkan hipertensi, peningkatan asupan kalori di otak, dan penurunan kekuatan tulang. Resistensi insulin ini bisa terjadi dalam jangka panjang dan kita cenderung tidak menyadarinya.

5. Komplikasi Bagi Penderita Masalah Pernapasan

Melemahnya massa otot tentunya mempengaruhi dalam pelemahan otot pernapasan juga, maka dari itu jika Anda memiliki masalah pernapasan, komplikasi ini akan rentan terjadi ketika Anda sudah mulai kehilangan massa otot Anda.

6. Kesehatan Jantung yang Menurun

Penurunan massa otot memiliki pengaruh dalam risiko kardiovaskular dikarenakan penurunan kekuatan jaringan otot, hal tersebut berkaitan dengan timbulnya masalah di jantung atau penurunan kesehatan jantung.

Baca Juga: Ternyata, Begini Cara Mengecek Kesehatan Jantung!

5 Penyakit yang Dapat Menyebabkan Kehilangan Massa Otot

Selain sarkopenia, beberapa kondisi medis berikut juga bisa mempercepat kehilangan massa otot:

1. Malnutrisi Protein-Energi

Saat kebutuhan protein dan energi tidak terpenuhi, otot digunakan sebagai cadangan energi sehingga massa otot menurun cepat.

2. Hipertiroidisme

Hormon tiroid yang terlalu tinggi mempercepat pemecahan jaringan otot, menyebabkan tubuh tampak kurus meski makan banyak.

3. Diabetes Mellitus

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf dan mempercepat proses kehilangan massa otot.

4. Penyakit Ginjal Kronis

Penderita penyakit ginjal mengalami inflamasi dan gangguan metabolisme protein yang memicu hilangnya otot.

5. Penyakit Jantung Kronis

Kelelahan kronis, kurang mobilitas, dan inflamasi sistemik membuat penderita gagal jantung lebih cepat kehilangan massa otot.

4 Cara Mencegah Hilangnya Massa Otot

Akibat kehilangan massa otot tentunya sangat berbahaya seperti yang sudah dijelaskan di atas, namun jangan takut, hal-hal tersebut bisa dicegah atau dikurangi risikonya dengan beberapa cara, di antaranya:

1. Tetap Melakukan Olahraga Secara Rutin

Olahraga yang dapat Anda lakukan yaitu olahraga ketahanan otot. Olahraga ketahanan otot dan kekuatan otot yang dapat dicoba seperti aerobik.

2. Tidur dan Istirahat Secara Cukup

Waktu istirahat dan tidur yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga massa otot, karena waktu istirahat yang cukup dapat mendukung regenerasi otot dan membuat otot tumbuh secara baik.

3. Mengurangi Konsumsi Gula Secara Berlebih

Kita tahu bahwa peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan berkelanjutan hingga resistensi insulin, maka Anda dapat mengganti hal-hal yang mengandung gula secara berlebih dengan kandungan yang memiliki kadar gula yang rendah.

4. Makan dan Minum dengan Nutrisi yang Terbaik

Nutrisi terbaik yang terdapat di makanan atau minuman yaitu seperti protein dan kalsium tinggi yang sangat berguna untuk mempertahankan massa otot. Makanan-makanan yang bisa dikonsumsi antara lain buah dan sayuran, protein bebas lemak (telur), dan karbohidrat yang kompleks (nasi merah atau roti gandum).

Ensure Gold StrengthPro untuk Membantu Otot Tetap Kuat

Ketika tubuh mulai memasuki usia 30–40 tahun, kebutuhan nutrisi otot semakin meningkat. Ensure Gold StrengthPro dirancang untuk membantu memenuhi nutrisi otot harian, terutama bagi orang dewasa dan lansia yang sulit mencapai kebutuhan protein dari makanan saja.

Produk ini mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin D, kalsium, serta CaHMB; metabolit leusin yang membantu melindungi otot dari pemecahan. Ensure Gold StrengthPro juga diperkaya β-glukan dari yeast yang terbukti mendukung daya tahan tubuh. Kombinasi nutrisi ini dapat membantu menjaga massa otot, energi, dan fungsi imun secara optimal.

 

ANIAPAC-P-ID-202500947

Pertanyaan Umum Seputar Kehilangan Massa Otot

1. Kenapa bisa kehilangan massa otot?

Penyebab utamanya adalah penuaan, kurang olahraga, asupan protein rendah, stres kronis, kadar hormon rendah, penyakit kronis, dan imobilitas.

2. Apa ciri-ciri massa otot berkurang?

Tubuh terasa cepat lelah, kekuatan genggam melemah, stamina menurun, mobilitas berkurang, bentuk tubuh tampak lebih “pucat lembek”, hingga berat badan turun tanpa sebab jelas.

3. Apakah kehilangan massa otot bisa dicegah?

Bisa. Latihan beban rutin, tidur cukup, nutrisi tinggi protein, vitamin D, kalsium, dan suplementasi seperti Ensure Gold StrengthPro dapat membantu memperlambat dan mencegahnya.

4. Apakah kehilangan massa otot bisa pulih?

Dalam banyak kasus, bisa. Selama dilakukan latihan kekuatan secara teratur dan didukung nutrisi yang tepat.

5. Apakah CaHMB aman dikonsumsi?

CaHMB secara luas digunakan dalam formula nutrisi dewasa dan aman dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan untuk membantu menjaga dan memulihkan massa otot.

SUMBER:

Larsson, L., Degens, H., Li, M., Salviati, L., Lee, Y. I., Thompson, W., Kirkland, J. L., & Sandri, M. (2019). Sarcopenia: Aging-Related Loss of Muscle Mass and Function. Physiological reviews, 99(1), 427–511. https://doi.org/10.1152/physrev.00061.2017

Agus, R. P. (2019). Mekanisme Resistensi Insulin Terkait Obesitas. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 354-358.

https://www.republika.co.id/berita/q0y95j414/penurunan-massa-otot-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/09/02/110045820/5-tanda-kamu-kehilangan-otot-bukan-lemak-saat-turunkan-berat-badan?page=all

https://jovee.id/cegah-penurunan-massa-otot-dengan-pola-makan-sehat-ini/

https://hellosehat.com/muskuloskeletal/myalgia/mencegah-otot-mengecil/

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait