Ensure Gold Vanila
- Main Image
-

- Title
- Ensure Gold Vanila
- Detail Page Path
Massa otot adalah ukuran total jaringan otot yang ada di tubuh kita. Seiring pertambahan usia, apalagi jika aktivitas fisik rendah, massa otot akan berkurang secara bertahap. Bahkan, mulai usia 30 tahun, penurunan massa otot sudah mulai terjadi.
Dari data fisiologis, tubuh dapat kehilangan hingga 33% massa otot sejak usia 40 tahun, dan kondisi ini dikenal sebagai sarkopenia, yaitu penyakit kehilangan massa dan kekuatan otot akibat penuaan. Hilangnya massa otot ini bukan hanya mengganggu kemampuan bergerak, tetapi juga memengaruhi imun tubuh, metabolisme, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga otot setelah muncul keluhan seperti cepat lelah, tubuh terasa kurang bertenaga, atau tidak lagi sekuat dulu.
Sarkopenia adalah kondisi medis ketika tubuh mengalami penurunan massa otot, kekuatan otot, dan fungsi fisik akibat penuaan. Penyebab sarkopenia, yakni:
Sarkopenia membuat tubuh cepat lelah, kekuatan genggam melemah, dan risiko jatuh meningkat. Lansia dengan sarkopenia juga rentan mengalami penurunan imun hingga risiko pneumonia meningkat hingga 3,9 kali lipat.
Ketika Anda kehilangan massa otot, maka berat badan Anda akan turun secara drastis. Hal itu tentunya sangat tidak baik untuk kondisi tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal Lansia & Tips Mudah Meraihnya
Dari hal-hal umum yang sudah dijelaskan di atas, seperti mudah terasa tegang dan lelah, maka hal tersebut dapat mempengaruhi mobilitas Anda. Mudah lelah dan mudah merasa tegang menyebabkan Anda merasa bahwa lebih baik duduk diam dan tidak bergerak.
Ketika Anda merasakan mudah tegang ketika sedang melakukan aktivitas fisik, maka hal tersebut dapat membuat seseorang jatuh secara tiba-tiba.
Resistensi insulin merupakan sebuah kondisi kala gula darah tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dikarenakan adanya gangguan terhadap respons dari sel tubuh terhadap insulin. Resistensi insulin dapat mempengaruhi fungsi organ lain seperti menyebabkan hipertensi, peningkatan asupan kalori di otak, dan penurunan kekuatan tulang. Resistensi insulin ini bisa terjadi dalam jangka panjang dan kita cenderung tidak menyadarinya.
Melemahnya massa otot tentunya mempengaruhi dalam pelemahan otot pernapasan juga, maka dari itu jika Anda memiliki masalah pernapasan, komplikasi ini akan rentan terjadi ketika Anda sudah mulai kehilangan massa otot Anda.
Penurunan massa otot memiliki pengaruh dalam risiko kardiovaskular dikarenakan penurunan kekuatan jaringan otot, hal tersebut berkaitan dengan timbulnya masalah di jantung atau penurunan kesehatan jantung.
Baca Juga: Ternyata, Begini Cara Mengecek Kesehatan Jantung!
Selain sarkopenia, beberapa kondisi medis berikut juga bisa mempercepat kehilangan massa otot:
Saat kebutuhan protein dan energi tidak terpenuhi, otot digunakan sebagai cadangan energi sehingga massa otot menurun cepat.
Hormon tiroid yang terlalu tinggi mempercepat pemecahan jaringan otot, menyebabkan tubuh tampak kurus meski makan banyak.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf dan mempercepat proses kehilangan massa otot.
Penderita penyakit ginjal mengalami inflamasi dan gangguan metabolisme protein yang memicu hilangnya otot.
Kelelahan kronis, kurang mobilitas, dan inflamasi sistemik membuat penderita gagal jantung lebih cepat kehilangan massa otot.
Akibat kehilangan massa otot tentunya sangat berbahaya seperti yang sudah dijelaskan di atas, namun jangan takut, hal-hal tersebut bisa dicegah atau dikurangi risikonya dengan beberapa cara, di antaranya:
Olahraga yang dapat Anda lakukan yaitu olahraga ketahanan otot. Olahraga ketahanan otot dan kekuatan otot yang dapat dicoba seperti aerobik.
Waktu istirahat dan tidur yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga massa otot, karena waktu istirahat yang cukup dapat mendukung regenerasi otot dan membuat otot tumbuh secara baik.
Kita tahu bahwa peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan berkelanjutan hingga resistensi insulin, maka Anda dapat mengganti hal-hal yang mengandung gula secara berlebih dengan kandungan yang memiliki kadar gula yang rendah.
Nutrisi terbaik yang terdapat di makanan atau minuman yaitu seperti protein dan kalsium tinggi yang sangat berguna untuk mempertahankan massa otot. Makanan-makanan yang bisa dikonsumsi antara lain buah dan sayuran, protein bebas lemak (telur), dan karbohidrat yang kompleks (nasi merah atau roti gandum).
Ketika tubuh mulai memasuki usia 30–40 tahun, kebutuhan nutrisi otot semakin meningkat. Ensure Gold StrengthPro dirancang untuk membantu memenuhi nutrisi otot harian, terutama bagi orang dewasa dan lansia yang sulit mencapai kebutuhan protein dari makanan saja.
Produk ini mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin D, kalsium, serta CaHMB; metabolit leusin yang membantu melindungi otot dari pemecahan. Ensure Gold StrengthPro juga diperkaya β-glukan dari yeast yang terbukti mendukung daya tahan tubuh. Kombinasi nutrisi ini dapat membantu menjaga massa otot, energi, dan fungsi imun secara optimal.
ANIAPAC-P-ID-202500947
Penyebab utamanya adalah penuaan, kurang olahraga, asupan protein rendah, stres kronis, kadar hormon rendah, penyakit kronis, dan imobilitas.
Tubuh terasa cepat lelah, kekuatan genggam melemah, stamina menurun, mobilitas berkurang, bentuk tubuh tampak lebih “pucat lembek”, hingga berat badan turun tanpa sebab jelas.
Bisa. Latihan beban rutin, tidur cukup, nutrisi tinggi protein, vitamin D, kalsium, dan suplementasi seperti Ensure Gold StrengthPro dapat membantu memperlambat dan mencegahnya.
Dalam banyak kasus, bisa. Selama dilakukan latihan kekuatan secara teratur dan didukung nutrisi yang tepat.
CaHMB secara luas digunakan dalam formula nutrisi dewasa dan aman dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan untuk membantu menjaga dan memulihkan massa otot.
SUMBER:
Larsson, L., Degens, H., Li, M., Salviati, L., Lee, Y. I., Thompson, W., Kirkland, J. L., & Sandri, M. (2019). Sarcopenia: Aging-Related Loss of Muscle Mass and Function. Physiological reviews, 99(1), 427–511. https://doi.org/10.1152/physrev.00061.2017
Agus, R. P. (2019). Mekanisme Resistensi Insulin Terkait Obesitas. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 354-358.
https://www.republika.co.id/berita/q0y95j414/penurunan-massa-otot-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/09/02/110045820/5-tanda-kamu-kehilangan-otot-bukan-lemak-saat-turunkan-berat-badan?page=all
https://jovee.id/cegah-penurunan-massa-otot-dengan-pola-makan-sehat-ini/
https://hellosehat.com/muskuloskeletal/myalgia/mencegah-otot-mengecil/
![]()
Saat usia lanjut, terdapat banyak faktor yang menyebabkan penurunan berat badan. Lantas apakah susu bisa jadi solusi? Berikut penjelasannya
Masalah kesehatan pada lansia sering muncul karena adanya penurunan daya tahan tubuh atau sistem imun. Simak hubungannya & cara menjaganya berikut ini!
![]()
Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia.
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?