Demensia pada Lansia: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegah

Demensia pada Lansia: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegah

demensia pada lansia
demensia pada lansia
demensia pada lansia

Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi dan kemampuan tubuh adalah keniscayaan bagi para lansia. Nah, salah satu momok penuaan yang kerap dikhawatirkan di usia senja adalah demensia pada lansia.

Masalah kesehatan yang bisa menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir ini diperkirakan menyerang 55 juta lansia di seluruh dunia. Lebih dari sepertiga orang berumur 85 tahun ke atas rentan terkena gangguan ingatan. Meskipun kerap menyerang, tapi banyak orang yang bisa tetap hidup  sehat sampai berumur 90 tahun ke atas tanpa demensia.

Agar tidak salah kaprah, yuk pahami lebih lanjut permasalahan demensia pada lansia berikut ini!

Apa itu Demensia?

Demensia adalah sindrom atau sekumpulan gejala penyakit yang menunjukkan penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat. Perubahan kemampuan otak ini membuat penderitanya kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena turut mempengaruhi perilaku, perasaan, sampai hubungan dengan orang sekitar.

Penurunan fungsi otak ini bisa bersifat akut atau tiba-tiba, tapi juga bisa kronis atau terjadi secara perlahan dan memburuk seiring berjalannya waktu. Biasanya, masalah kesehatan yang dikenal awam dengan istilah pikun ini muncul ketika seseorang menginjak usia 60 tahun.

Penyebab Demensia pada Lansia

  • Faktor penyebab demensia pada lansia bisa berasal dari kondisi atau penyakit, seperti:
  • Pembentukan protein tau dan amiloid yang abnormal di otak yang mengganggu proses komunikasi antar-saraf
  • Serangan stroke, aterosklerosis, atau penyumbatan pembuluh darah di otak
  • Pembentukan protein yang disebut lewy bodies yang menggumpal dan merusak sel saraf otak
  • Penyakit Huntington atau masalah genetika yang merusak sel saraf otak
  • Komplikasi penyakit Parkinson
  • Sindrom Wernicke-Korsakoff yang membuat otak kekurangan vitamin B1 kronis
  • Efek cedera atau benturan otak di kepala
  • Penumpukan cairan serebrospinal di otak
  • Kekurangan vitamin B1, B6, B12, tembaga dan vitamin E
  • Infeksi HIV, sifilis, penyakit Lyme, Covid-19, infeksi saluran kencing, infeksi paru-paru, infeksi saraf, atau segala jenis infeksi kuman yang menyerang otak
  • Penyakit metabolik dan endokrin seperti penyakit tiroid, sirosis hati, penyakit Addison, sampai gula darah terlalu rendah
  • Efek samping obat seperti obat tidur, obat penenang, obat anti-kejang, statin, dan obat penghilang rasa sakit tertentu
  • Tumor atau pendarahan otak

Baca Juga: 5 Alasan Ensure Susu Lansia Yang Tepat Untuk Anda!

Ciri-ciri Demensia pada Lansia

Gangguan ingatan pada lansia yang juga disebut pikun ini bisa menimbulkan gejala yang beragam, tergantung penyebab dan kondisi kesehatan penderita secara umum. Namun, biasanya ciri-ciri lansia pikun ini bakal muncul secara bertahap melewati tiga tahapan, mulai gejala awal sampai parah. Beberapa gejala umum, di antaranya:

  • Mudah lupa
  • Suka tidak sadar waktu
  • Tersesat di tempat-tempat yang sudah biasa dikunjungi
  • Ketika tahapan meningkat, jadi lupa pada sesuatu yang baru dikerjakan termasuk nama orang
  • Bingung saat berada di rumah sendiri
  • Mulai susah berkomunikasi
  • Perlu bantuan untuk mengerjakan hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan sendiri, misalkan makan atau mandi
  • Perilaku mulai berubah, seperti sering menanyakan hal yang baru ditanyakan atau berpergian sendiri tanpa tujuan
  • Ketika memasuki tahap akhir, penderita mulai mengalami gangguan memori dan fisik yang parah. Dimulai dengan tidak lagi mengenal waktu dan tempat
  • Tidak mengenali anggota keluarga sendiri, teman, atau kerabat
  • Tidak mampu lagi mengerjakan segala sesuatunya sendiri, termasuk susah berjalan
  • Mengalami perubahan perilaku yang ekstrem, termasuk sering marah-marah atau menjadi lebih agresif

Segera periksakan diri ke dokter jika mendapati ciri-ciri di atas.

Sayangnya, tidak ada tes khusus untuk mendeteksi gangguan ingatan ini. Dokter biasanya mendiagnosis setelah melihat gejala, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, mengamati perubahan perilaku sampai kemampuan berpikir penderita.

Penanganan demensia pada lansia membutuhkan bantuan beberapa dokter spesialis, yakni saraf, psikiater, psikolog, dan geriatri.

Baca Juga: Apa Saja Jenis Gandum & Manfaatnya Untuk Kesehatan Tubuh?

Cara Merawat Lansia dengan Demensia

Perlu diingat, demensia tidak ada obatnya. Meskipun demikian, perawatan medis tetap diberikan untuk penderita. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan menghambat gangguan ingatan ini agar tidak bertambah parah.  Cara merawat lansia dengan gangguan ingatan ini, di antaranya:

  • Memantau kondisi kesehatan sekaligus mengobati masalah kesehatan yang kemungkinan bisa jadi faktor penyebab
  • Mengobati masalah kesehatan yang dapat memperburuk gejalanya, misalkan penyakit penyerta lain seperti penyakit jantung, diabetes, depresi, gangguan pendengaran atau gangguan penglihatan
  • Memberikan suplemen yang potensial membantu menghambat gejala seperti antioksidan, ekstrak ginkgo biloba, atau vitamin tertentu sesuai anjuran dokter
  • Membantu mengenali rasa nyeri penderita dengan memahami ekspresi wajah, rutinitas, sampai respons gerakan tubuh penderita
  • Memberikan terapi okupasi agar penderita bisa melakukan aktivitas sederhana seperti makan atau memakai baju.

Cara Mencegah Pikun

Berikut beberapa pencegahan demensia pada lansia yang bisa diupayakan sejak muda:

● Aktif Bergerak

Aktif bergerak dan rajin olahraga adalah langkah pencegahan demensia paling baik yang bisa dilakukan. Gaya hidup sehat ini baik untuk kesehatan jantung, menjaga kelancaran peredaran darah, berat badan ideal, dan kesehatan mental.

● Pola Makan Sehat

Pola makan sehat juga bisa menurunkan risiko pikun, sekaligus penyakit kronis lain. Pastikan pola makan yang Anda konsumsi sehari-hari sudah seimbang dan bergizi lengkap.

Jangan lupa konsumsi sayur dan buah, pilih protein sehat seperti ikan dan daging tanpa lemak, serta batasi gula dan garam.

Baca Juga: Makanan Untuk Lansia: Porsi & Pola Makan Yang Direkomendasikan

● Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko pikun di kemudian hari. Demi mencegah kondisi ini dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, berhenti merokok dan sebisa mungkin hindari paparan asap rokok.

● Jaga Mental dan Sosial Tetap Aktif

Aktivitas ini ternyata juga bisa menghambat dan mencegah demensia pada lansia. Anda bisa mengerjakan hobi, membaca buku, mengerjakan TTS atau kuis, main kartu bersama, belajar bahasa asing, sampai ikut kegiatan sukarelawan di komunitas terdekat.

● Kendalikan Jika Ada Penyakit Penyerta

Hal yang tak kalah penting untuk mencegah demensia adalah mengendalikan penyakit penyerta, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sampai diabetes agar senantiasa terkontrol. Pastikan Anda rutin memeriksakan kesehatan ke dokter.

Asupan Nutrisi untuk Bantu Jaga Kesehatan Lansia

Mengingat kesehatan fisik dan mental lansia sangat penting, termasuk untuk melindungi lansia dari masalah kesehatan terkait usia seperti demensia, ada baiknya Anda berinvestasi pada masa depan dengan mulai rutin mengkonsumsi Ensure Gold.

Nutrisi tambahan ini dibekali dengan triple protein (kombinasi kasein, soya, whey), tinggi omega 3 dan omega 6, vitamin C dan D, zinc, selenium, dan kalsium yang penting untuk menjaga daya tahan dan kekuatan tubuh.

Ensure Gold dilengkapi dengan β - Hidroxy – β – methylbutyrate (HMB) yang terbukti secara klinis mencegah kehilangan massa otot. Ensure Gold rasa Gandum juga mengandung 100 persen mengandung lemak nabati, sehingga baik digunakan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Ensure gold tersedia dalam 3 varian rasa yang lezat : Vanila, Cokelat dan Gandum yang di sukai orang Indonesia.

Agar hasilnya maksimal, minum Ensure Gold dua gelas per hari. Penelitian menemukan dengan pola diet yang sehat, risiko demensia bisa diturunkan.

SUMBER:

Dementia - WHO . Retrieved February, 01, 2023 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dementia 

What Is Dementia? Symptoms, Types, and Diagnosis - National Institute on Aging. Retrieved February, 01, 2023 from https://www.nia.nih.gov/health/what-is-dementia 

What is Dementia? Symptoms, Causes & Treatment - alz.org . Retrieved February, 01, 2023 from https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia 

Dementia: Symptoms, Types, Causes, Treatment & Risk Factors - Cleveland Clinic. Retrieved February, 01, 2023 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9170-dementia 

Care and Treatment Options for Dementia | American Geriatrics Society - HealthInAging.org. Retrieved February, 01, 2023 from https://www.healthinaging.org/a-z-topic/dementia/care-treatment 

How to reduce your risk of Alzheimer's and other dementias - Alzheimer's Society. Retrieved February, 01, 2023 from https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/risk-factors-and-prevention/how-reduce-your-risk-alzheimers-and-other-dementias 

Dementia Prevention: Reduce Your Risk, Starting Now - Johns Hopkins Medicine. Retrieved February, 01, 2023 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/dementia/dementia-prevention-reduce-your-risk 

Nutrition state of science and dementia prevention: recommendations of the Nutrition for Dementia Prevention Working Group - The Lancet Healthy Longevity. Retrieved February, 24, 2023 from https://www.thelancet.com/journals/lanhl/article/PIIS2666-7568(22)00120-9/fulltext

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait