PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Semakin sering dan beragamnya stimulasi yang diberikan, akan semakin banyak pula variasi kecerdasan yang bisa dikembangkan si kecil.
Rangsangan atau stimulasi bisa diberikan melalui bermacam cara, salah satunya permainan. Lewat permainan, orang tua bisa menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Selain itu, permainan anak yang mendidik juga dapat melatih konsentrasi, kemampuan motorik, meningkatkan kemampuan bahasa disertai munculnya rasa bahagia si kecil.
Untuk memahami hal ini lebih lanjut, yuk simak penjelasannya berikut ini!
Umumnya, orangtua memberikan permainan edukatif anak untuk stimulasi potensi bawaan si kecil yang dikenal sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence.
Ada banyak jenis permainan anak-anak yang seru untuk menstimulasi kecerdasan berbahasa, visual, gerak tubuh, musikal, dan emosi intrapersonalnya.
Berikut beberapa contoh permainan yang mendidik untuk anak:
Bermain puzzle dapat melatih kecerdasan otak anak. Dengan permainan menyusun puzzle akan menstimulasi otak, melatih konsentrasi, dan berpikir serta merangsang saraf motorik halus si kecil.
Bermain menyusun puzzle mampu meningkatkan daya ingat anak, melatih keterampilan emosional, koordinasi otot, tangan, dan mata; mengenal bentuk dan warna; serta mengasah kemampuan menyelesaikan masalah.
Permainan yang melibatkan 4-6 orang pemain ini memang seru dan mendidik. Permainan ini melatih anak untuk memecahkan masalah, melatih daya ingat, mencoba berpikir dalam perspektif orang lain, dan berlatih menghitung.
Cara bermain petak umpet umumnya akan ada satu orang anak menghitung mundur dari angka 10 dengan mata tertutup, lalu anak-anak lain bersembunyi.
Setelah hitungan selesai, anak tersebut akan mencari teman-temannya yang bersembunyi.
Baca Juga: Ibu, Ini 7 Cara Meningkatkan Kecerdasan Otak Anak!
Kelereng menjadi permainan anak kecil yang mendidik, dengan mengasah kemampuan motorik, kognitif, emosi, serta kecermatan dan ketelitian.
Kelereng dimainkan minimal sebanyak dua orang. Ini akan melatih kemampuan anak untuk bersosialisasi. Bermain kelereng juga melatih kemampuan motorik si kecil dengan kegiatan melempar dan menyentil kelereng.
Permainan kelereng bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dan tangan serta ketepatan karena harus mencari cara untuk mengenai kelereng lawan. Ini tentu juga melatih kemampuan kognitif anak karena harus memikirkan strategi paling efektif.
Teka-teki silang terdiri dari diagram yang dibagi menjadi kotak kosong dan kotak berbayang. Diagram ini berada di antara dua daftar definisi atau petunjuk bernomor, satu untuk horizontal dan lainnya untuk vertikal.
Anak harus memasukkan huruf ke dalam setiap kotak kosong pada diagram, yang membentuk kata sesuai dengan petunjuknya. Kata-kata tersebut akan saling bersilangan atau saling mengunci.
Bermain teka-teki silang dapat membantu memperluas kosakata, mendorong kemampuan berpikir, dan melatih kesabaran anak.
Baca Juga: 11+ Aktivitas Anak di Rumah yang Seru & Menyenangkan!
Freeze dance atau “menari mematung” adalah salah satu permainan anak yang seru jika dilakukan bersama-sama. Tidak ada jumlah minimal pemain yang ikut serta dalam permainan ini.
Nantinya, akan ada satu orang yang bertugas untuk menyalakan musik dengan volume yang besar. Ketika lagu dimulai, semua orang bebas menari sesuai keinginannya dengan gaya apapun. Tapi dan ketika musik berhenti anak-anak harus mematung secara tiba-tiba.
Jika kedapatan ada peserta yang bergerak, maka dinyatakan keluar dari permainan.
Permainan freeze dance mengasah kemampuan konsentrasi, emosi, dan gerak tubuh anak.
Permainan ini biasa dilakukan oleh 5-6 orang, dengan seluruh pemain berada dalam posisi berurutan. Orang pertama akan menyampaikan sebuah kalimat atau kata kepada orang selanjutnya dan seterusnya dengan cara berbisik.
Nantinya, orang terakhir akan mengucap kalimat atau kata tersebut dengan lantang. Permainan ini mengharuskan seluruh pemainnya berkonsentrasi penuh agar kalimat yang disampaikan ke temannya tetap sama hingga pemain terakhir. Permainan ini dapat melatih kemampuan berbahasa anak.
Bermain congklak bisa dilakukan oleh dua orang anak. Di sini, kemampuan matematis anak diasah karena permainan ini melibatkan perhitungan angka.
Selain itu, anak juga akan dilatih kecerdikannya dan melatih motorik halus, sebab bermain congklak memerlukan koordinasi otak, mata, dan tangan.
Merangkai dan membongkar lego merangsang kecerdasan visual-spasial anak.
Biasanya lego dimainkan secara berkelompok, sehingga membantu anak untuk mengasah kemampuan bekerjasama, berkomunikasi, bersosialisasi, dan memecahkan masalah.
Permainan ini banyak disukai oleh anak-anak, yang bisa dimainkan dengan orangtua. Anda dapat mengkombinasikan gerakan berlari, melompat, melempar, dan menangkap bola.
Selain membangun bonding antara orang tua dan anak, permainan ini pun mengasah kecerdasan gerak tubuh anak. Bermain menangkap bola juga akan melatih kemampuan memecahkan masalah dan konsentrasi anak.
Memainkan alat musik yang mengikuti irama dan nada mampu mengasah kemampuan konsentrasi, motorik kasar dan halus, koordinasi, emosi, dan perkembangan sensori si kecil.
Tentunya masih banyak lagi permainan anak-anak terbaru yang seru dan edukatif sesuai dengan perkembangan jaman.
Baca Juga: 10+ Mengajarkan 2 Bahasa bagi Kecerdasan Anak
Perkembangan anak terdiri dari berbagai fase sesuai usianya. Artinya, orangtua harus menyesuaikan jenis permainan dengan umur dan kemampuan si kecil.
Permainan yang cocok untuk usia anak 1 tahun bisa disampaikan melalui buku cerita bergambar, musik dan lagu, dan alat gambar.
Permainan pura-pura juga menarik untuk usia ini. Anda bisa berpura-pura telepon, bermain boneka, dan memberikan mainan berbentuk binatang dan lainnya.
Beberapa permainan yang bisa meningkatkan keterampilan anak di usia ini seperti menyelesaikan permainan puzzle sederhana, bermain lego, yang memiliki berbagai bentuk dan warna.
Selain itu, orang tua dapat memberikan permainan set konstruksi, alat transport, furniture, boneka, serta permainan pasir atau air yang juga menarik bagi anak.
Di usia ini, kemampuan bahasa anak sudah lebih baik dan anak telah bisa bermain permainan yang membutuhkan aturan khusus seperti bermain secara bergiliran.
Anak berusia 3-5 tahun dapat melakukan permainan puzzle, lego, ular tangga, halma, maupun petak umpet.
Permainan yang cocok untuk anak usia sekolah adalah permainan yang merangsang kemampuan peran, ketangkasan, dan kreativitas anak seperti monopoli, catur, bersepeda, bola bekel, lompat tali, ular naga, hingga bermain sepak bola.
Berikut ini contoh permainan untuk bermain sambil belajar:
Pada usia ini, anak mulai belajar melalui aktivitas fisik sederhana. Permainan seperti merangkak mengikuti jalur, memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lain, dan permainan tepuk tangan membantu anak belajar konsep sebab-akibat sambil melatih koordinasi. Anak usia ini sangat cocok dengan bermain sambil belajar karena kebutuhan eksplorasi mereka tinggi.
Anak mulai mampu meniru gerakan, sehingga permainan seperti “Simon Says versi gerakan,” menendang bola, berjalan di atas garis, atau menyusun balok sangat membantu perkembangan motorik kasar dan halus. Aktivitas fisik membantu melatih konsentrasi anak karena anak perlu fokus mengikuti instruksi.
Di usia ini, permainan kinestetik bisa lebih variatif: lompat rintangan, bermain peran (role‑play), menari mengikuti musik, dan permainan drama sederhana. Menurut Children’s Museum Saratoga, gerakan aktif membantu meningkatkan fokus, memori, dan kemampuan mengatur emosi anak karena aktivitas fisik meningkatkan fungsi eksekutif otak.
Untuk usia sekolah, permainan kinestetik dapat digabungkan dengan pelajaran akademik, misalnya belajar matematika sambil melompat ke angka, membaca sambil bergerak, atau permainan sains berbasis eksperimen fisik. Footprints Learning Center juga menyebutkan bahwa aktivitas seperti role‑play dan manipulasi objek membantu memperkuat pemahaman konsep akademik bagi anak usia sekolah.
Agar gaya belajar kinestetik optimal, berikut ini tipsnya:
Gunakan permainan fisik sebagai metode belajar agar anak tetap aktif, sesuai prinsip cara belajar kinestetik.
Manfaatkan balok, puzzle, atau benda sekitar untuk memahami konsep konkret seperti angka, bentuk, warna.
Ruang bermain lapang memungkinkan anak bergerak bebas tanpa hambatan, mendukung gaya belajar kinestetik.
Mengajak anak bermain peran mampu meningkatkan pemahaman karena pengalaman langsung membangun memori kuat.
Anak kinestetik perlu jeda gerak untuk menjaga fokus dan melatih konsentrasi anak.
Selain melalui permainan, pemenuhan nutrisi harian yang tepat juga harus dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan.
PediaSure mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak mulai usia 1 tahun.
Kandungan omega 3 dan omega 6, serta AA dan DHA dalam PediaSure membantu kemampuan berpikir anak agar berkembang dengan baik.
PediaSure mengandung 14 vitamin, 9 mineral, 3 sumber protein, dan kalsium tinggi, yang akan membantu anak tetap sehat, bugar, dan mendukung daya tahan tubuh si kecil.
Pediasure juga memiliki tiga sumber protein yaitu kasein, soya, dan whey atau dikenal sebagai triple protein, serta kandungan arginine dan vitamin K2 melengkapi nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). CPP mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot yang lebih banyak dibanding massa lemaknya, memperkuat tulang, mengurangi frekuensi sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D.
Jadi, selain memberikan stimulasi lewat permainan anak yang mendidik jangan lupa konsumsi 2x sehari untuk dukung 2x Growth Improvement Si Kecil dan #TumbuhBerkualitas!
ANIAPAC-P-ID-202600133
SUMBER:
Pentingnya Stimulasi Bermain untuk Merangsang Kecerdasan Multipel - IDAI. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel
10 fun and educational games to play with toddlers - Today Parents. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.todaysparent.com/toddler/toddler-development/fun-games-to-play-with-toddlers/
Analysis of Children's Talent through Puzzle Games on Early Young Learners “Sandhy Putra Telkom” Ternate - scitepress. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.scitepress.org/Papers/2018/89016/89016.pdf
Why Playing Hide-And-Seek is Important - Play and Grow. Retrieved on July 31, 2022 from https://playandgrow.com/playing-hide-and-seek-important/
Banyak Manfaatnya, Biarkan Anak Main Kelereng - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Retrieved on July 31, 2022 from https://disdikpora.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/banyak-manfaatnya-biarkan-anak-main-kelereng-77
The Benefits of Playing Crossword Puzzles – Wealth Words. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.wealthwords.com/blog/the-benefits-and-advantages-of-playing-crossword-puzzles/
Freeze Dance - Bright Horizons. Retrieved on July 31, 2022 from https://worldathome.brighthorizons.com/activities/freeze-dance#
THE IMPLEMENTATION OF WORD CHAIN GAME TO IMPROVE THE MASTERY OF ENGLISH VOCABULARY - Core.ac.uk. Retrieved on July 31, 2022 from https://core.ac.uk/download/pdf/293464977.pdf
PERMAINAN CONGKLAK UNTUK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI - Media Berita dan Pengembangan Profesi. Retrieved on July 31, 2022 from https://www.majalahedukasi.co.id/permainan-congklak-untuk-perkembangan-kognitif-anak-usia-dini/
Little Learner’s Zone. (2023). Kinesthetic learning: Transforming childhood education through movement. https://littlelearnerszone.com/kinesthetic-learning-transforming-childhood-education-through-movement/
Footprints Learning Center. (2025). Incorporating kinesthetic learning activities in preschool. https://footprintslearningcenter.com/blog/incorporating-kinesthetic-learning-activities-in-preschool/
Children’s Museum at Saratoga. (2025). The power of kinesthetic learning: How movement boosts child development. https://cmssny.org/kinesthetic-learning-boosts-child-development/
EduResearch. (2026). Learning in motion: The cognitive benefits of movement and mobility. https://eduresearch.com/learning-in-motion-the-cognitive-benefits-of-movement-and-mobility
Ow, M. Y. L., Tran, N. T., Berde, Y., Nguyen, T. S., Tran, V. K., Jablonka, M. J., Baggs, G. E., & Huynh, D. T. T. (2024). Oral nutritional supplementation with dietary counseling improves linear catch-up growth and health outcomes in children with or at risk of undernutrition: A randomized controlled trial. Frontiers in Nutrition, 11, Article 1341963. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1341963
![]()
Semakin dipaksa, semakin menolak. Untuk itu, membutuhkan kesabaran ketika membimbing kegiatan dan aktivitas anak-anak di rumah. Ada tips yang dapat diikuti
![]()
Balok menjadi mainan yang paling sering ditemukan di rak bermain anak. Selain menyenangkan, balok menyimpan beragam manfaat untuk si Kecil belajar
![]()
Metode Montessori adalah memberikan kebebasan anak untuk belajar sambil bermain. Temukan contoh kegiatan Montessori untuk perkembangan si Kecil!
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?