PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Banyak dari orang tua yang menyadari bahwa waktu bermain dapat dijadikan sebagai cara untuk melatih kecerdasan anak. Namun, apakah Ibu tahu bahwa salah satu teknik melatih kecerdasan anak bisa dengan floortime?
Sekadar informasi, teknik ini pada dasarnya mencakup kegiatan bermain bersama anak yang dilakukan orang tua guna mendukung kecerdasan si Kecil dalam setiap tahapan perkembangan anak-anak. Menarik ‘kan, Bu?
Jika Ibu ingin tahu lebih lanjut seputar teknik floortime ini, simak informasi lebih lanjutnya berikut ini!
Floortime anak adalah pendekatan berbasis hubungan (relationship-based) yang dikembangkan oleh Dr. Stanley Greenspan. Melalui floortime, orang tua atau pengasuh turun ke “dunia anak”, mengikuti minat dan inisiatif anak, kemudian membangun interaksi emosional dua arah secara bertahap. Pendekatan ini selaras dengan prinsip stimulasi dini yang menempatkan hubungan aman dan responsif sebagai dasar utama stimulasi tumbuh kembang anak.
Floortime tidak hanya berfokus pada keterampilan kognitif, tetapi juga pada tahapan perkembangan anak, khususnya aspek sosial dan emosi. Interaksi hangat dan konsisten membantu anak mengenali, mengekspresikan, serta mengelola emosi dengan lebih baik.
Floortime memiliki hubungan erat dengan perkembangan emosional anak karena menempatkan emosi sebagai fondasi belajar. Saat anak merasa dipahami dan diterima, sistem sarafnya lebih siap untuk menerima stimulasi dan belajar hal baru. WHO menekankan bahwa responsivitas orang tua dalam bermain dan berinteraksi mendukung perkembangan sosial-emosional serta kesehatan mental anak sejak usia dini.
Melalui floortime, anak berlatih regulasi emosi secara alami. Misalnya, ketika anak merasa frustrasi saat bermain, orang tua membantu menenangkan, memberi makna pada perasaan tersebut, lalu mengajak anak mencari solusi. Proses ini membantu anak mempelajari empati, ketahanan emosi, dan komunikasi dua arah. Seiring waktu, kemampuan ini mendukung tahapan perkembangan anak berikutnya, termasuk kesiapan belajar dan interaksi sosial.
Selain aspek emosi, floortime juga mendukung bahasa, perhatian, dan pemecahan masalah. Interaksi bolak-balik memperkuat koneksi otak, sehingga stimulasi menjadi lebih efektif dibandingkan aktivitas satu arah. Dengan demikian, floortime menjadi salah satu cara komprehensif dalam stimulasi tumbuh kembang anak yang berkelanjutan.
Dr. Stanley Greenspan, seorang ahli kesehatan psikiatri anak-anak dan profesor di George Washington University Medical School, merupakan tokoh yang mengembangkan teknik floortime pertama kalinya. Perlu diketahui bahwa pendekatan lewat teknik ini dikembangkan secara evidence-based atau berdasarkan berbagai riset serta bukti nyata pada si Kecil.
Nantinya, tujuan dari kegiatan floortime dinyatakan tercapai apabila si Kecil mencapai milestones atau pencapaian tertentu pada berbagai aspek kehidupannya, seperti:
Baca Juga: Kecerdasan Emosional: Pengertian, Bentuk, Ciri-Ciri, dan Cara Meningkatkannya
Nah, untuk mencapai milestones di atas, Ibu perlu melakukan cara melakukan floortime ini secara tepat. Untungnya, teknik kegiatan bermain bersama anak ini bisa dilakukan di mana saja dan tidak sulit dilakukan. Berikut adalah tata caranya!
Pada awalnya, teknik floortime dikembangkan sebagai cara untuk mengajak si Kecil berinteraksi dengan orang tua saat mereka bermain. Dengan begitu, si Kecil tidak akan merasa sendirian dan dapat merasakan berbagai momen-momen baik yang ada di sekitarnya. Tapi, kapankah Ibu harus menerapkan floortime ini, ya? Ketahui tanda-tanda sederhana berikut ini!
Baca Juga: Ibu, Stres Ternyata Bisa Ganggu Tahapan Perkembangan Anak, Cari Tahu di Sini, Yuk!
Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Ibu merasa si Kecil memang membutuhkan adanya floortime? Bila iya, janganlah khawatir, Bu. Floortime merupakan kegiatan bermain bersama anak secara proaktif dan dapat diterapkan fkeceoleh semua anak guna membantu perkembangan kecerdasan si Kecil hingga besar nanti.
Apabila si Kecil mengalami hambatan, lakukanlah teknik floortime seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perlu diingat kembali bahwa teknik bermain bersama anak ini didasari oleh studi kasus dan terbukti bermanfaat, bahkan pada anak yang didiagnosa berada di spektrum autisme.
Lalu, bagaimanapun juga, teknik floortime dikembangkan Dr. Greenspan untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi anak-anak serta mendukung mereka agar bisa berpikir secara mandiri dan dapat beradaptasi di berbagai lingkungan.
Stimulasi emosional dan interaksi positif perlu didukung oleh kondisi fisik yang sehat. Nutrisi yang cukup membantu menjaga daya tahan tubuh dan energi anak untuk bereksplorasi. PediaSure Peptigro System dengan Casein Phosphopeptide (CPP) membantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi frekuensi jumlah hari sakit, serta meningkatkan kecukupan vitamin D. Dukungan nutrisi ini relevan sebagai bagian dari strategi Pediasure untuk tumbuh kembang, yang berkontribusi pada meningkatkan daya tahan tubuh anak, dukung 2x growth improvement, dan membantu anak mencapai tumbuh berkualitas.
ANIAPAC-P-ID-202600280
Tidak sepenuhnya. Floortime adalah bermain yang terstruktur secara emosional, dengan tujuan membangun hubungan, komunikasi dua arah, dan perkembangan emosi, bukan sekadar hiburan.
Ibu dapat memulainya dengan mengamati minat anak, ikut bermain tanpa mengarahkan, lalu memperluas interaksi melalui respons verbal atau gerakan yang sesuai dengan emosi anak.
Floortime melatih regulasi emosi, empati, komunikasi, pemecahan masalah, serta keterampilan sosial yang penting bagi perkembangan emosional anak dan kesiapan belajar di tahap berikutnya.
SUMBER:
Floortime. (ND). Retrieved 19 July 2021 from https://www.autismspeaks.org/floortime-0
The Floortime Manual. (ND). Retrieved 19 July 2021 from https://www.stanleygreenspan.com/parents/floortime-manual/
Evidence-based Research – The Greenspan Floortime Approach. (ND). Retrieved 19 July 2021 from https://stanleygreenspan.com/resources/research/
Meet Dr. Greenspan – The Greenspan Floortime Approach. (ND). Retrieved 19 July 2021 from https://stanleygreenspan.com/resources/about-dr-greenspan
What Is Floortime – ICDL. (ND). Retrieved 19 July 2021 from https://www.icdl.com/floortime
World Health Organization. (2020). Improving early childhood development: WHO guideline. https://www.who.int/publications/i/item/97892400020986
Healthline. (2022). Why play is important for child development. https://www.healthline.com/health/parenting/importance-of-play
Mayo Clinic. (2024). Child development: Social and emotional milestones. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/child-development/art-20049356
National Institutes of Health. (2023). Early childhood development and emotional regulation. https://www.nih.gov/health-information/child-development
![]()
Kemampuan intelektual membuat manusia dapat berpikir jernih dan memahami pengetahuan. Ini definisi, contoh, manfaat, dan cara mengoptimalkannya
![]()
Latih kemampuan literasi si Kecil lewat kegiatan baca dongeng Simak tata cara serta manfaat membaca dongeng berikut ini!
![]()
Pandemi mengubah cara kita menjalani hidup Namun, pastikan agar kondisi ini tidak hentikan perkembangan si Kecil Lakukan aktivitas anak yang aman berikut, Bu!
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?