Ibu, Begini 10 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak

Ibu, Begini 10 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak

cara mengatasi perut kembung pada anak
cara mengatasi perut kembung pada anak
cara mengatasi perut kembung pada anak
Tags:

Perut kembung adalah kondisi umum pada anak-anak. Gejalanya berupa perut terasa penuh, keras, membengkak, dan tidak nyaman akibat akumulasi gas di perut atau usus. Pada beberapa kasus, anak kembung terus menerus bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan nafsu makan, bahkan memengaruhi daya tahan tubuh.

Mengetahui pertolongan pertama anak sakit perut sangat penting agar keluhan bisa segera diatasi di rumah sebelum berlanjut ke kondisi yang lebih serius. Selain itu, dukungan nutrisi seimbang juga krusial agar anak tetap bisa tumbuh berkualitas meski sering mengalami masalah pencernaan.

Apa Itu Perut Kembung pada Anak?

Perut kembung adalah kondisi di mana perut dan usus membesar karena adanya akumulasi gas. Imbasnya, perut akan terasa kenyang atau penuh, tidak nyaman, dan terlihat bengkak. Perut kembung adalah gejala umum pada gangguan pencernaan, seperti sembelit, sindrom iritasi usus besar (IBS), intoleransi laktosa, penyakit celiac, flu perut, dan intoleransi terhadap bahan makanan.

Kenapa Anak Kembung Terus Menerus?

Anak bisa mengalami kembung berulang karena kebiasaan makan yang kurang sehat, misalnya makan terlalu cepat, sering minum minuman bersoda, atau konsumsi makanan bergas berlebihan. Selain itu, kondisi medis seperti intoleransi laktosa, sembelit kronis, atau gangguan usus juga dapat menyebabkan anak kembung terus menerus.

Jika keluhan berulang tidak kunjung membaik, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya jelas. Penanganan dini akan membantu anak kembali sehat, berenergi, dan tetap tumbuh berkualitas.

10 Faktor Penyebab Perut Kembung pada Anak

Perut kembung disebabkan oleh berbagai faktor, yakni:

  1. “Menelan” udara saat makan atau minum
  2. Mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti kacang, brokoli, dan kubis
  3. Mengonsumsi susu jika anak mengalami intoleransi laktosa
  4. Mengonsumsi gluten jika anak mengalami penyakit celiac
  5. Mengonsumsi pemanis buatan dan minuman bersoda
  6. Sembelit
  7. Gangguan usus
  8. Flu perut
  9. Sindrom iritasi usus besar
  10. Gelisah dan stress

Penyebab Gangguan Pencernaan pada Anak dan Perut Kembung

Gangguan pencernaan pada anak dan perut kembung dapat terjadi ketika gas menumpuk di saluran pencernaan atau saat proses pencernaan tidak berjalan dengan baik. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Gangguan pencernaan fungsional

Gangguan pencernaan fungsional terjadi ketika saluran pencernaan tidak berfungsi secara optimal, tetapi tidak ada kelainan pada organ pencernaannya. Sistem pencernaan anak masih terus berkembang sehingga lebih sensitif terhadap perubahan pola makan, stres, atau kebiasaan sehari-hari. Pada beberapa anak, kondisi ini dapat membuat usus bekerja lebih lambat atau lebih aktif, sehingga memicu keluhan seperti perut kembung, nyeri perut, dan sembelit.

2. Kesulitan Mencerna Karbohidrat

Sebagian anak mengalami kesulitan mencerna jenis karbohidrat tertentu, yang dapat menyebabkan perut kembung, nyeri perut, dan diare.

Salah satu kondisi yang cukup umum adalah intoleransi laktosa pada anak, yaitu ketika tubuh tidak memiliki cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Selain itu, beberapa anak juga dapat sensitif terhadap fruktosa yang terkandung dalam buah atau minuman manis.

3. Ketidakseimbangan Bakteri Baik di Usus

Di dalam usus terdapat bakteri baik yang membantu proses pencernaan. Namun, jika jumlah atau jenis bakteri di usus tidak seimbang, produksi gas dapat meningkat dan menyebabkan perut terasa kembung, tidak nyaman, atau disertai diare.

4. Sembelit

Anak yang jarang buang air besar lebih rentan mengalami perut kembung. Pasalnya, gas dapat terperangkap lebih lama di dalam usus sehingga perut terasa penuh, keras, dan tidak nyaman.

5. Gangguan Pencernaan Lainnya

Perut kembung dapat menjadi tanda gangguan pencernaan lain, seperti refluks asam lambung, penyakit celiac, atau infeksi saluran cerna. Segera konsultasikan ke dokter jika perut kembung disertai muntah berulang, diare berkepanjangan, nyeri perut hebat, atau berat badan anak sulit naik.

Baca juga:  Dampak Negatif Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan si Kecil

Ciri-Ciri Perut Kembung pada Anak

Perut kembung merupakan salah satu gangguan pencernaan pada anak yang terjadi akibat penumpukan gas berlebih di saluran pencernaan. Perut kembung pada anak ditandai dengan beberapa gejala berikut:

1. Sering Bersendawa

Bersendawa merupakan cara tubuh mengeluarkan gas dari lambung melalui mulut. Anak yang mengalami perut kembung mungkin akan lebih sering bersendawa dibandingkan biasanya, terutama setelah makan atau minum. Kondisi ini dapat terjadi karena anak menelan terlalu banyak udara saat makan terlalu cepat, menangis, atau minum menggunakan sedotan.

2. Perut Terasa Penuh, Kembung, atau Membesar

Anak dapat mengeluhkan perut terasa penuh, begah, atau tidak nyaman. Ibu mungkin juga merasakan perut anak kembung dan keras saat disentuh akibat penumpukan gas di dalam saluran cerna.

3. Perut Berbunyi atau “Keroncongan”

Perut yang berbunyi merupakan hal yang umum terjadi ketika gas, cairan, dan makanan bergerak di sepanjang usus. Bunyi gemuruh atau “keroncongan” yang disertai rasa tidak nyaman dapat menjadi salah satu tanda adanya gas berlebih di dalam sistem pencernaan anak.

4. Lebih Sering Buang Angin

Buang angin adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan gas melalui anus. Frekuensi buang angin pada setiap anak dapat berbeda-beda. Namun, jika anak lebih sering buang angin dari biasanya disertai perut terasa penuh atau tidak nyaman, kondisi ini dapat mengindikasikan adanya penumpukan gas berlebih.

5. Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman pada Perut

Sebagian anak mungkin mengeluhkan perut terasa melilit, kram ringan, atau tidak nyaman. Pada bayi dan balita, keluhan ini sering ditunjukkan dengan rewel, sering menggeliat, atau menarik kaki ke arah perut.

Gangguan pencernaan pada anak yang menyebabkan perut anak kembung dan keras bisa mengganggu pola makan anak. Akibatnya, asupan nutrisi anak bisa berkurang. Oleh karena itu ibu harus segera memberikan penanganan pertama atau memberikan obat alami perut kembung pada anak, misalnya memberikan pijatan lembut atau memberikan kompres hangat pada perut anak.

Segera konsultasikan ke dokter jika perut kembung disertai gejala lain, seperti muntah berulang, diare berkepanjangan, demam, BAB berdarah, nyeri perut hebat, atau berat badan anak sulit naik. Gejala tersebut dapat mengindikasikan gangguan pencernaan pada anak yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

10 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak

Ada beberapa cara mengatasi perut kembung pada anak, antara lain sebagai berikut:

1. Biasakan berolahraga

Berolahraga dapat membantu tubuh mengatur sistem pencernaan dan mencegah sembelit yang dapat memicu perut kembung. Ajak anak untuk beraktivitas fisik seperti berlari, berenang, atau bersepeda setidaknya 30 menit sehari.

2. Perbaiki kebiasaan makan

Berbagai jenis makanan dapat memicu perut kembung pada anak-anak. Biasakan agar anak makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering, daripada jarang tapi makan besar sekaligus. Hindari mengonsumsi makanan bergas seperti kacang, brokoli, dan kubis, serta minuman berpemanis buatan dan bersoda.

3. Jaga asupan cairan

Mengonsumsi cairan yang cukup dapat mencegah sembelit dan buang air besar secara teratur. Biasakan agar anak mengonsumsi setidaknya 8 gelas per hari.

4. Perbanyak asupan serat

Serat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Ajak anak untuk mengonsumsi makanan serat tinggi seperti sayur, buah, maupun gandum. Namun, berikan secara perlahan agar perut anak terbiasa dan tidak berujung pada gas yang menumpuk.

5. Pertimbangkan asupan probiotik

Probiotik adalah bakteri hidup yang dapat membantu menjaga sistem pencernaan yang baik. Probiotik bisa didapat dari makanan seperti yogurt, tempe, kefir, dan lainnya. Probiotik juga bisa didapat melalui susu atau suplemen.

 

Baca juga:  Selain Baik untuk Pencernaan, Inilah Manfaat Probiotik untuk Tubuh si Kecil yang Perlu Diketahui

 

6. Konsumsi enzim pencernaan

Enzim pencernaan adalah suplemen yang membantu mengurai makanan dan memperbaiki pencernaan. Jika anak kesulitan mencerna makanan tertentu seperti laktosa atau gluten, ibu bisa memberikan suplemen ini dengan arahan dokter.

7. Terapkan teknik relaksasi

Rasa gelisah dan stres dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memicu kembung. Ibu bisa mengajak anak berlatih teknik relaksasi seperti latihan bernafas atau meditasi atau aktivitas apapun yang membantu anak mengurangi stres dan semakin rileks.

8. Pijat perut

Pijat perut bisa mendorong agar bisa buang air besar. Untuk memijat anak, mulai dengan memijat bagian atas tulang panggul sebelah kanan lalu mulai memijat dengan gerakan sirkular dengan tekanan ringan ke bagian kanan tulang rusuk. Pijat ke atas ke arah perut bagian atas menuju tulang rusuk sebelah kiri. Lalu bergeser ke bagian tulang panggul sebelah kiri. Ulangi jika perlu. Hentikan pijatan jika anak merasa tidak nyaman

9. Mandi air hangat dan rileks

Mandi air hangat dapat mengurangi perut yang nyeri akibat kembung. Rasa hangat dari air dapat membanti menenangkan otot perut dan merangsang aliran darah kebiagna tersebut, sehingga membantu pencernaan.

10. Hubungi dokter

Jika kembung tidak mereda atau dibarengi dengan gejala lainnya seperti sakit perut, diare, atau mual dan muntah, segera hubungi dokter. Dokter akan mereomendasikan testing lebih lanjut atau perawatan, tergantung pada penyebab kembung itu sendiri.

5 Pertolongan Pertama Sakit Perut pada Anak

1. Kompres Hangat di Perut

Hangat membantu meredakan otot tegang dan mengurangi rasa sakit.

2. Posisikan Anak Duduk Tegak

Duduk tegak membantu gas bergerak keluar lebih mudah, mengurangi kembung.

3. Berikan Minum Sedikit tapi Sering

Air putih atau teh hangat membantu pencernaan tetap lancar.

4. Ajak Anak Istirahat

Tidur cukup membantu pemulihan tubuh dan menjaga imunitas anak.

5. Pantau Gejala Lain

Jika sakit disertai muntah, diare, atau demam, segera bawa ke dokter.

Dengan pertolongan pertama yang tepat, anak bisa merasa lebih nyaman dan tetap tumbuh berkualitas.

Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung pada Anak

1. Kompres Hangat pada Perut

Gunakan kain bersih yang direndam air hangat lalu tempelkan pada perut anak. Hangatnya kompres membantu merilekskan otot perut dan mengurangi rasa sakit.

2. Minyak Telon atau Minyak Kayu Putih

Oleskan tipis di area perut, pinggang, dan telapak kaki anak. Efek hangatnya bisa mengurangi ketidaknyamanan akibat gas berlebih.

3. Pijat Perut Lembut

Lakukan gerakan memutar searah jarum jam di perut anak. Pijatan ringan membantu melancarkan pergerakan usus sehingga gas lebih cepat keluar.

4. Minum Air Hangat

Air hangat bisa membantu melancarkan pencernaan dan memberi rasa nyaman di perut. Berikan sedikit tapi sering agar tidak memperparah rasa penuh.

5. Posisi Tengkurap Ringan

Biarkan anak tengkurap dengan posisi kepala miring di atas kasur. Tekanan lembut pada perut dapat membantu mengurangi penumpukan gas.

6. Hindari Makanan Pemicu Kembung

Batasi makanan bergas seperti kacang, brokoli, kol, gorengan, atau minuman bersoda. Sebagai gantinya, berikan makanan hangat yang mudah dicerna seperti bubur, sup, atau pisang matang.

7. Gerakan Ringan

Ajak anak berjalan perlahan di sekitar rumah atau melakukan gerakan ringan. Aktivitas fisik membantu perut lebih cepat mengeluarkan gas.

8. Konsumsi Jahe Hangat

Jahe dikenal bisa mengurangi gas dan membantu pencernaan. Untuk anak lebih besar, bisa diberikan dalam bentuk wedang jahe hangat dengan sedikit madu. Jangan berikan jahe untuk anak di bawah 1 tahun.

9. Mandi Air Hangat

Mandi dengan air hangat dapat membuat otot tubuh lebih rileks. Efek relaksasi ini membantu mengurangi rasa begah pada perut.

10. Mengajarkan Anak Makan Perlahan

Kembung sering dipicu karena anak makan terlalu cepat dan menelan banyak udara. Latih anak untuk mengunyah perlahan agar pencernaan lebih lancar.

Tips Agar Anak Tidak Mengalami Lagi Perut Kembung

Beberapa hal yang dapat ibu lakukan untuk mencegah perut kembung pada anak antara lain:

  • Dorong kebiasaan makan yang sehat, termasuk diet kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Batasi asupan makanan yang bergas, seperti kacang-kacangan, brokoli, dan kubis
  • Biasakan anak agar banyak minum air putih dan hindari minuman manis
  • Biasakan anak beraktivitas fisik secara teratur untuk meningkatkan pencernaan yang sehat
  • Hindari makan berlebihan atau makan terlalu cepat
  • Dorong kebiasaan buang air besar secara teratur dengan mengajak anak menjalani kebiasaan buang air besar yang sehat
  • Batasi asupan makanan berlemak dan berminyak
  • Hindari minuman bersoda
  • Biasakan agar anak mengunyah makanan secara perlahan dan benar

Perut kembung memang kondisi umum yang bisa jadi tidak nyaman dan melelahkan. Namun, dengan perubahan sederhana pada gaya hidup dan pola makan, perut kembung bisa dikelola dengan efektif dan umumnya dapat ditangani sendiri.

Membiasakan makan sehat, beraktivitas fisik, serta mengetahui pantangan makanan dapat mengurangi risiko perut kembung pada anak. Ibu juga sebaiknya mencari bantuan media jika perut kembung menahun atau disertai dengan gejala lainnya.

Selain itu, penting untuk ibu berbicara dengan anak mengenai kesehatan sistem pencernaannya dan biasakan anak mendengar dan menangkap sinyal dari tubuhnya. Mengajarkan anak untuk mengenali tanda perut kembung dan pentingnya kebiasaan makanan sehat serta aktivitas fisik dapat membantunya mencegah perut kembung di masa depan.

Perlu diingat bahwa tubuh anak di usia tumbuh kembang sangatlah unik dan membutuhkan pendekatan berbeda untuk menangani den mencegah perut kembung. Kesehatan pencernaan dan usus adalah kunci dari kesehatan tubuh anak secara menyeluruh. Dengan mengubah sedikit kebiasaan, anak-anak dapat menjalani hidup yang sehat, bahagia, dan bebas perut kembung.

Baca juga:  Ketahui Potensi Optimal Pertumbuhan si Kecil di Sini!

Nutrisi Tambahan untuk Imunitas Anak

Di rumah, selain mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dari makanan, ibu juga bisa memberikan nutrisi tambahan dari segelas PediaSure. Pediasure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP).  CPP mendukung pertumbuhan 2X Growth Improvement dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang hingga 44%, mengurangi jumlah hari sakit , dan meningkatkan kecukupan vitamin D.

Dengan formulasi lengkap (protein, DHA, AA, Omega 3 & 6, probiotik, vitamin, dan mineral), nutrisi Pediasure membantu anak tetap tumbuh berkualitas, menjaga imunitas anak, dan mendukung sistem pencernaan sehat.

 

ANIAPAC-P-ID-202600449

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apa penyebab utama perut kembung pada anak?

Perut kembung pada anak umumnya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan. Kondisi ini dapat terjadi karena anak makan terlalu cepat, menelan terlalu banyak udara saat makan atau menangis, mengonsumsi makanan penghasil gas seperti kol dan kacang-kacangan, atau mengalami sembelit. Pada beberapa kasus, perut kembung juga dapat berkaitan dengan intoleransi laktosa, infeksi saluran cerna, atau gangguan pencernaan.

2. Mengapa perut anak kembung dan berbunyi?

Bunyi “keroncongan” pada perut terjadi akibat pergerakan gas, cairan, dan makanan di dalam usus. Ketika jumlah gas di saluran pencernaan meningkat, bunyi tersebut dapat terdengar lebih jelas dan sering disertai rasa penuh atau tidak nyaman pada perut.

3. Apakah perut kembung termasuk gangguan pencernaan pada anak?

Ya, perut kembung dapat menjadi salah satu gejala gangguan pencernaan pada anak. Perut kembung biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun, jika keluhan terjadi berulang atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

SUMBER: 

Gas (flatulence). Retrieved on April 18, 2023, from https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=822&language=english 

Bloating - NHS. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.nhs.uk/conditions/bloating/. 

https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help/. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help/

Gas and Bloating in Children: Care Instructions. Retrieved on April 18, 2023, from https://myhealth.alberta.ca/Health/aftercareinformation/pages/conditions.aspx?hwid=bz1073 

18 ways to reduce bloating: Quick tips and long-term relief. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322525 

Ow et al. Effi cacy of long‑term oral nutritional supplementation with dietary counseling on growth, body composition and bone mineralization in children with or at risk for undernutrition: a randomized controlled trial. Nutrition Journal (2025) 24:110

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2023, November). Symptoms & causes of gas in the digestive tract. U.S. Department of Health and Human Services, National Institutes of Health. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes 

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil