PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Siapa bilang bahwa dehidrasi hanya terjadi orang dewasa? Nyatanya, dehidrasi pada anak juga adalah hal yang lumrah. Makanya, Ibu perlu paham mengenai apa itu dehidrasi pada anak dan apa saja ciri-cirinya. Yuk, simak penjelasan berikut ini!
Dehidrasi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cairan yang cukup untuk berfungsi secara optimal dan memiliki dampak yang buruk terutama pada anak. Anak-anak memiliki risiko lebih besar mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa, terutama karena tubuhnya yang membutuhkan cairan untuk mengatur suhu tubuh, produksi cairan tubuh, dan aktivitas sehari-hari. Mengingat adanya risiko tinggi dehidrasi parah, maka dari itu Ibu dan siapapun yang merawat anak wajib mengenali ciri-cirinya dan mampu mengantisipasinya dengan cepat dan tepat.
Saat dehidrasi terjadi, tubuh kekurangan air yang cukup yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi-fungsi dasar dan vitalnya. Kurangnya cairan dapat mengganggu keseimbangan dalam tubuh dan memicu bahaya yang mengancam fungsi tubuh normal.
Anak-anak sendiri tidak lepas dari kondisi ini. Sebaliknya, anak-anak seringkali mengalami dehidrasi akibat muntah, diare, atau bahkan kombinasi keduanya atau muntaber. Faktor lainnya adalah ketika anak enggan minum karena luka di mulut atau radang tenggorokan, aktivitas fisik berat, atau terpapar panas terlalu lama. Faktor-faktor ini, dikombinasikan dengan kebutuhan fisiologi tubuh serta pola perilaku yang unik, membuat anak lebih rentan terkena dehidrasi dibandingkan orang dewasa.
Ciri-ciri dehidrasi anak dehidrasi dapat berbeda dengan orang dewasa. Pada anak-anak, tanda dehidrasi lebih kentara karena tubuh anak masih sangat rapuh. Terdapat beberapa indikator yang menunjukkan anak kemungkinan mengalami dehidrasi, berikut adalah 10 di antaranya:
Ini adalah gejala dehidrasi pada anak yang paling jelas. Ketika anak mengalami dehidrasi, biasanya anak lebih cepat dan sering haus karena tubuhnya berupaya untuk memulihkan kebutuhan airnya secara alami.
Dehidrasi dapat menyebabkan mata dan mulut tampak lebih kering dari biasanya. Hal ini disebabkan tubuh sedang menyimpan air untuk fungsi-fungsi vital tubuh lainnya, sehingga mengurangi produksi saliva dan air mata.
Ketika anak dehidrasi, warna urinnya dapat berubah menjadi kuning gelap. Hal ini disebabkan ginjal anak sedang mencoba menyimpan air, sehingga urinnya lebih terkonsentrasi.
Gejala ini adalah tanda bahaya dehidrasi parah. Jarang atau susah buang air kecil mengindikasikan bahwa tubuh sedang menyimpan cairan sebanyak mungkin akibat kekurangan cairan.
Pada bayi, kepala berbentuk cekung atau empuk saat dipegang dapat menjadi salah satu tanda dehidrasi.
Ketika menangis, air mata yang tidak keluar atau hanya sedikit dapat menjadi pertanda dehidrasi. Saat dehidrasi terjadi, tubuh akan menyimpan air untuk fungsi-fungsi penting tubuh lainnya.
Ketika mengalami dehidrasi, bayi Ibu biasanya menghabiskan kurang dari enam diaper basah setiap hari akibat jarang buang air kecil
Ketika dehidrasi, kulit anak akan tampak lebih kering dan tanpak keriput.
Dehidrasi dapat memicu perubahan pola pernapasan seperti napas yang lebih dalam dan cepat seperti tersengal-sengal.
Hal ini dapat menjadi indikator sirkulasi yang buruk akibat kekurangan hidrasi.
Orang tua perlu mengenali gejala dehidrasi pada balita dan ciri-ciri anak dehidrasi agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat. Derajat dehidrasi dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang, dan berat.
Dehidrasi berat pada anak dan balita ditandai dengan munculnya setidaknya dua atau lebih gejala berikut:
Dehidrasi sedang ditandai dengan dua atau lebih gejala berikut:
Dehidrasi ringan ditandai dengan gejala berikut:
Jika anak mengalami dehidrasi ringan atau sedang maka dapat diberikan penanganan di rumah. Namun, jika ada mengalami dehidrasi berat, maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Baca juga: Si Kecil Alami Gangguan Pertumbuhan? Perhatikan Asupan Gizinya!
Ketika anak mengalami dehidrasi, dampaknya terhadap kesehatan, kebugaran, kognitif, dan fungsi emosional dapat dirasakan baik secara langsung maupun jangka panjang. Kondisi dehidrasi menurut penelitian sangat berkaitan dengan fungsi otak, mood, dan kesehatan secara keseluruhan.
Dehidrasi dapat memicu berbagai gejala fisik pada anak-anak seperti kelelahan, mulut kering dan lengket, pusing, urin yang gelap, dan napas tersengal. Selain itu, dehidrasi juga berdampak negatif terhadap mental anak. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari anak-anak dan remaja di Amerika Serikat kekurangan cairan akibat sedikitnya asupan air.
Kekurangan cairan ini dapat berdampak besar secara negatif baik terhadap mood, kebugaran, dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Gejala seperti kegelisahan, kekurangan konsentrasi, ingatan jangka pendek yang buruk, serta rentang perhatian yang pendek kerap dikaitkan dengan dehidrasi pada anak.
Jika masalah dehidrasi tidak segera diatasi, maka hal tersebut dapat berdampak pada risiko kesehatan jangka panjang. Dehidrasi parah dapat mengganggu alur cairan yang efisien di dalam tubuh, yang penting untuk mengantarkan hormon, senyawa kimia, serta nutrisi ke organ vital pada tubuh.
Gangguan tersebut juga dapat memicu rasa kegelisahan dan gejala lainnya yang terkait dengan kesehatan mental. Lebih jauh lagi, dehidrasi yang dibiarkan tanpa diatasi dapat mengurangi kualitas hidup anak dan kebugarannya secara menyeluruh.
Makanya, sangat penting untuk menerapkan strategi agar anak mau dan bisa mendapatkan asupan air yang cukup. Mendorong anak untuk minum lebih banyak air dapat mempengaruhi kondisi hidrasinya, sehingga hal tersebut memiliki pengaruh positif pada berbagai aspek dalam hidupnya, terutama performa di sekolah dan kesehatan tubuhnya.
Dehidrasi anak merupakan masalah penting yang membutuhkan perhatian langsung. Berikut adalah lima metode efektif untuk mencegah dan mengobati dehidrasi pada anak.
Mendorong anak untuk meningkatkan asupan cairannya adalah langkah pertama untuk mencegah dehidrasi. Sederhananya, Ibu dapat memberikan anak air sedikit demi sedikit namun sering, terutama di cuaca panas atau ketika menjalankan aktivitas fisik. Untuk bayi yang masih disusui, meningkatkan frekuensi menyusui dapat membantu, dan bayi yang mengonsumsi sufor atau MPASI berikan air seperti biasanya kecuali ketika anak muntah. Jika anak muntah, berikan makanan dalam jumlah kecil namun dengan frekuensi tinggi. Edukasi anak akan pentingnya cairan bagi tubuh sehingga anak rajin memperhatikan asupan cairannya sendiri.
Pola makan seimbang yang kaya akan buah dan sayuran yang mengandung tinggi air, juga dapat membantu menjaga kondisi hidrasi anak. Campuran sereal dengan susu, pisang, kentang tumbuh, dan makanan lain yang kaya air juga dapat membantu asupan cairan.
Orang tua maupun perawatnya sedianya bisa mengenali dan menanggapi tanda dehidrasi pada anak termasuk kelelahan, mudah marah, mulut kering, urin gelap, dan lainnya. Dalam kondisi di mana anak sangat kelelahan atau terlalu lemah atau pusing sampai tidak bisa berdiri, maka perhatian medis sangat dibutuhkan.
Kunjungan rutin ke dokter anak dapat membantu menangkap tanda-tanda awal dehidrasi. Ibu dapat menghubungi dokter anak jika anak tidak minum cairan dengan cukup, terlihat lelah, dan lainnya.
Untuk dehidrasi parah, larutan rehidrasi seperti Pedialyte dapat membantu karena dia dapat menggantikan peran garam, gula, kalium, dan nutrisi lain yang hilang ketika dehidrasi. Dalam kondisi tertentu, mengonsumsi obat melalui infus di rumah sakit kadang dibutuhkan.
Ibu dapat memberikan pertolongan pertama anak dehidrasi dengan memberikan larutan oralit Jika Si Kecil menunjukkan gejala dehidrasi ringan hingga sedang akibat diare atau muntah.
Berikan oralit dalam jumlah sedikit tetapi sering untuk membantu mencegah muntah. Pada anak usia 6–12 bulan, berikan sekitar 10 ml setiap 5 menit. Pada anak usia 1–2 tahun, berikan 15 ml setiap 5 menit, sedangkan anak di atas 2 tahun dapat diberikan 30 ml setiap 5 menit. Lanjutkan pemberian secara bertahap selama 2–4 jam atau sesuai anjuran dokter.
Pilih oralit siap pakai atau oralit bubuk yang dilarutkan sesuai petunjuk pada kemasan. Hindari membuat larutan rehidrasi sendiri dengan takaran yang tidak tepat karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Minuman bersoda, jus buah, teh manis, atau minuman isotonik juga tidak dianjurkan untuk mengatasi dehidrasi pada anak karena kandungan gulanya tinggi dan tidak mengandung elektrolit dalam jumlah yang sesuai.
Untuk anak yang masih menyusu tetap perlu mendapatkan ASI sesering mungkin selama masa pemulihan. Setelah kondisi anak membaik dan muntah berkurang, berikan makanan lunak dan mudah dicerna secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya.
Segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam, muntah terus-menerus hingga tidak dapat menahan cairan, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat lainnya.
Baca juga: Agar Cepat Turun, Ketahui 7 Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Saat Demam
Sebagian besar kasus dehidrasi pada anak disebabkan oleh gastroenteritis atau infeksi pada saluran pencernaan yang menyebabkan anak diare dan muntah. Selain itu, masalah kesehatan lain, seperti demam, batuk, dan radang tenggorokan juga bisa memicu dehidrasi, karena anak yang sedang sakit cenderung mengalami penurunan nafsu makan dan minum.
Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh anak menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mencegah dehidrasi anak. Sistem imun yang baik dapat membantu tubuh melawan infeksi sehingga risiko anak mudah sakit pun berkurang. Tidur yang cukup, aktivitas fisik, kebiasaan hidup bersih dan pemenuhan nutrisi berperan penting dalam mendukung daya tahan tubuh.
Pastikan anak memperoleh asupan nutrisi daya tahan tubuh anak seperti protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, zinc, dan probiotik yang cukup setiap hari untuk mencegah anak mudah sakit. Susu anak untuk imun kuat dapat menjadi pelengkap asupan nutrisi harian, terutama pada anak yang sulit makan atau memiliki kebutuhan gizi lebih tinggi.
Metode yang disebutkan di atas dapat secara signifikan membantu mencegah dan mengatasi dehidrasi pada anak-anak. Selain itu, agar tubuh anak tetap sehat dan kuat, Ibu dapat memberikan Pediasure sebagai tambahan nutrisi harian anak. Pediasure diperkaya nutrisi penting yang berkontribusi terhadap kesehatan secara keseluruhan dan dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi tambahan untuk anak-anak, terutama mereka yang berisiko mengalami dehidrasi.
Pediasure diformulasikan dengan kandungan Arginine dan Vitamin K2, yang mendukung penyerapan kalsium lebih optimal. Selain itu juga juga terdapat tiga sumber protein kompleks. Dengan sukrosa 42% lebih rendah dan rasa enak disukai anak, Pediasure, tersedia dalam rasa vanila, madu, dan coklat.
Pediasure diperkaya dengan DHA dan AA, Omega 3 dan Omega 6, serta kombinasi Prebiotik FOS dan Probiotik L.acidophilus. Pediasure juga mengandung 14 vitamin dan sembilan mineral, berkontribusi pada asupan nutrisi yang seimbang. PediaSure juga menjadi pilihan susu anak untuk dukung imun kuat.
PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). Kandungan CPP ini dapat membantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi jumlah hari sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D. Minum 2x sehari untuk dukung 2x Growth Improvement Si Kecil dan #TumbuhBerkualitas!
ANIAPAC-P-ID-202600449
Ciri-ciri anak dehidrasi dapat berbeda tergantung tingkat keparahannya. Gejala awal meliputi bibir dan mulut kering, rasa haus berlebihan, frekuensi buang air kecil berkurang, serta urine berwarna lebih pekat. Pada dehidrasi sedang, anak dapat terlihat rewel, mata tampak cekung, dan minum dengan sangat lahap. Sementara itu, dehidrasi berat ditandai dengan anak sangat lemas atau sulit dibangunkan, tidak mampu minum, tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam, serta kulit yang kembali sangat lambat setelah dicubit.
Pada umumnya, anak yang mengalami dehidrasi ringan masih boleh minum ASI atau susu seperti biasa setelah kebutuhan cairannya mulai terpenuhi. Namun, jika anak diare dan muntah, prioritaskan pemberian oralit terlebih dahulu untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, gangguan fungsi ginjal, penurunan tekanan darah, hingga gangguan kesadaran. Pada kasus yang berat, dehidrasi dapat menyebabkan syok dan mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala dehidrasi sejak dini dan segera memberikan pertolongan yang tepat.
SUMBER:
Dehydration - NHS. Retrieved on June 26, 2023, from https://www.nhs.uk/conditions/dehydration/.
Kids Health Information : Dehydration. Retrieved on June 26, 2023, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Dehydration/.
Dehydration (for Parents) - Nemours KidsHealth. Retrieved on June 26, 2023, from https://kidshealth.org/en/parents/dehydration.html.
Signs of Dehydration in Infants & Children - HealthyChildren.org. Retrieved on June 26, 2023, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx.
How Dehydration Affects Your Child's Brain Function and Mood. Retrieved on June 26, 2023, from https://www.verywellfamily.com/water-to-soothe-childs-anxiety-4098581.
Study finds inadequate hydration among U.S. children | News. Retrieved on June 26, 2023, from https://www.hsph.harvard.edu/news/press-releases/study-finds-inadequate-hydration-among-u-s-children/.
Treatment for Dehydrated Children & Oral Re-hydration Solutions. Retrieved on June 26, 2023, from https://www.webmd.com/first-aid/dehydration-in-children-treatment
World Health Organization (WHO) – Diarrhoeal disease factsheet
World Health Organization. (2024, July 26). Diarrhoeal disease. Retrieved June, 15, 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
Thompson, D. (2024, February 21). Oral rehydration therapy for children. WebMD. Retrieved June, 15, 2026 from https://www.webmd.com/children/what-is-oral-rehydration-therapy-children
Falszewska, A., & Szajewska, H. (2023). Pediatric dehydration. In StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved June, 15, 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436022/
Leung, A. K. C., & Davies, H. D. (2024, April). Dehydration in children. MSD Manual Consumer Version. Retrieved June, 15, 2026 from https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/dehydration-and-fluid-therapy-in-children/dehydration-in-children#Treatment_v36027811
![]()
Daya tahan tubuh menurun sehingga anak segera sakit Yuk cari tahu, bu, penyebab dan cara mengatasinya agar tubuh anak tetap sehat dan bugar
![]()
Penggunaan bahan alami sebagai obat batuk telah lama digunakan. Apa saja bahan dan cara alami yang bisa dikonsumsi sebagai obat batuk? Yuk, simak.
![]()
Gigi anak keropos merupakan masalah umum pada anak yang dapat diatasi dengan pendekatan-pendekatan yang tepat. Seperti apa pendekatannya?
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?