Weight Faltering: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Weight Faltering: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

weight faltering adalah
weight faltering adalah
weight faltering adalah

Ibu, menjaga tumbuh kembang anak agar tetap optimal tentu menjadi perhatian utama. Namun, ada kalanya pertumbuhan anak mengalami hambatan yang dikenal sebagai weight faltering. Kondisi ini bisa membuat Ibu khawatir karena berhubungan dengan kesehatan dan perkembangan si kecil secara keseluruhan.

Penting untuk mengenali tanda-tandanya, memahami penyebab yang mungkin terjadi, serta mengetahui cara mengatasinya agar anak kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat. Yuk, simak pembahasan lengkap tentang weight faltering di bawah ini!

Definisi Weight Faltering

Weight faltering adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai berat badan berada di bawah rata-rata atau di bawah standar kurva tinggi badan untuk usia WHO.

Weight faltering dapat memicu risiko gagal tumbuh atau stunting pada anak jika tak segera ditangani. Kementerian Kesehatan menyatakan weight faltering menjadi salah satu problem gizi yang perlu diselesaikan untuk menurunkan prevalensi stunting.

Ciri-ciri Weight Faltering

Si Kecil yang mengalami weight faltering biasanya sulit bertambah berat badannya selama beberapa bulan. Pada sejumlah kasus, problem tersebut juga bisa ditandai penurunan berat badan anak secara signifikan. Meski demikian, weight faltering adalah problem kesehatan yang kadang tak menunjukkan gejala spesifik.

Hal ini membuat orangtua sulit mendeteksi kondisi si Kecil. Namun, Ibu dapat mendeteksinya lewat pemantauan yang merujuk buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat. Berikut kenaikan berat badan setiap bulan yang menunjukkan berat badan ideal anak laki-laki yang terbebas weight faltering:

  • Usia 12 bulan: 100 gram
  • Usia 13—18 bulan: 200 gram
  • Usia 19—24 bulan: 200 gram.

Adapun pada anak perempuan yang tumbuh dengan sehat, berat badan setiap bulan setidaknya atau minimal akan mencapai angka kenaikan berikut ini:

  • Usia 12 bulan: 100 gram
  • Usia 13—18 bulan: 200 gram
  • Usia 19—24 bulan: 200 gram.

Penyebab Weight Faltering

Penyebab weight faltering secara umum ada dua. Pertama kurangnya asupan nutrisi. Kedua, adanya infeksi tertentu atau kelainan genetik. Sementara merujuk jurnal Maternal and Child Nutrition, weight faltering dapat disebabkan kekurangan gizi kronis serta pengaruh lingkungan yang buruk.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kekurangan gizi kronis pada anak dan memicu penurunan berat badan antara lain:

  • Ibu mengalami gangguan kesehatan selama masa kehamilan yang memengaruhi pertumbuhan anak ketika lahir.
  • Anak menolak untuk asupan nutrisi seimbang.
  • Kurangnya ikatan antara ibu dan anak.
  • Pola pengasuhan anak.
  • Faktor ekonomi sehingga anak tidak mendapatkan makanan gizi seimbang.

Selain itu, ada sejumlah kondisi medis pada anak yang dapat menambah risiko weight faltering. Hal itu seperti berat badan lahir rendah, kelainan kongenital seperti bibir sumbing yang membuat anak kesulitan menyusu, gangguan hormon, kelainan darah, kerusakan otak, hingga gangguan sistem pencernaan. 

Baca Juga: Catat! Ini 5 Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Dampak Weight Faltering pada Pertumbuhan Anak

Ibu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Jika berlangsung lama, weight faltering dapat berdampak pada:

1. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Kurangnya asupan nutrisi dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan, perkembangan otak, serta keterampilan motorik dan kognitif.

2. Penurunan Massa Otot

Tanpa protein dan energi yang cukup, tubuh anak akan menggunakan cadangan energi dari jaringan otot.

3. Daya Tahan Tubuh Melemah

Anak menjadi lebih mudah sakit karena sistem imun tidak bekerja optimal.

4. Risiko Gangguan Jangka Panjang

Masalah pertumbuhan di usia dini dapat berdampak hingga usia sekolah dan remaja.

Karena itu, pemantauan rutin berat dan tinggi badan sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini lebih awal.

Hubungan Weight Faltering dengan Faktor Risiko Stunting

Ibu perlu memahami bahwa weight faltering yang tidak ditangani bisa menjadi salah satu faktor risiko stunting.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Weight faltering sering kali menjadi tahap awal sebelum stunting terjadi.

Jika berat badan anak terus tidak naik, dalam jangka panjang tinggi badan pun akan terdampak. Artinya, weight faltering bisa berkembang menjadi masalah pertumbuhan kronis jika tidak segera diintervensi. Makanya, intervensi nutrisi sejak dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Cara Mengatasi Weight Faltering

Cara mengatasi weight faltering perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Biasanya tenaga medis akan membantu orang tua untuk menemukan penyebab gangguan pertumbuhan anak. Namun secara umum, berikut cara mengatasi weight faltering.

1. Berikan pengalaman makan yang menyenangkan

Membuat waktu makan lebih mudah dan menyenangkan. Hal itu dapat dicapai dengan memiliki rutinitas makan. Ibu dan si Kecil dapat mengatur makan bersama pada waktu yang sudah ditentukan. Letakkan anak di kursi tinggi. Cara ini membuat si Kecil lebih gampang menikmati makanan di depannya. Ibu juga dapat mematikan piranti elektronik sehingga anak bisa lebih fokus menyantap makanan.

Pelajari juga sinyal lapar-kenyang anak. Ini akan sangat membantu Ibu memberi makan si Kecil.

2. Beri makanan berkalori tinggi

Berikan makanan berkalori tinggi dan sehat untuk si Kecil. Daging segar tanpa lemak, alpukat dan keju dapat menjadi pilihan. Selain itu, sayuran, biji-bijian, selai kacang dan tambahan mentega pada makanan dapat meningkatkan kalori yang dibutuhkan si Kecil.

Susu juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi weight faltering sebagai tambahan asupan untuk menjaga kecukupan nutrisi anak.

3 Tips Mencegah Weight Faltering

Ada sejumlah cara yang dapat Ibu ambil untuk mencegah weight faltering pada si Kecil. Berikut di antaranya:

1. Rutin memantau berat badan anak

Rutin memonitor berat badan anak adalah bagian penting dalam mencegah weight faltering. Selain itu perlu juga mengukur panjang badan dan lingkar kepala, kemudian mengevaluasi hasil monitor setiap bulannya.

Pertumbuhan anak dapat dipantau melalui grafik KMS (Kartu Menuju Sehat). Grafik ini digunakan untuk mengukur dan menimbang pertumbuhan si Kecil berdasarkan jenis kelamin, umur, lingkar badan, kepala, dan indikator lainnya.

Baca Juga: Rutin Cek Pertumbuhan Anak, Bantu Cegah Faltering Growth

2. Berkonsultasi dengan dokter

Ketika, anak terlihat enggan menyusu atau makan, tidak ada salahnya segera berkonsultasi dengan dokter anak. Konsultasikan dengan ahli gizi klinis untuk mendapatkan masukan untuk pemenuhan kebutuhan gizi si Kecil.

3. Pastikan asupan nutrisi Si Kecil terpenuhi

Weight faltering banyak terjadi karena asupan nutrisi harian anak tidak terpenuhi. Untuk mencegahnya, Ibu perlu memastikan asupan nutrisi harian si Kecil terpenuhi.

Peran Nutrisi dalam Mengatasi Weight Faltering

Asupan protein sangat penting dalam memperbaiki massa otot dan mendukung pertumbuhan optimal. Selain itu, kalsium dan vitamin D juga berperan dalam pembentukan tulang yang kuat.

Jika asupan dari makanan sehari-hari belum mencukupi, Ibu dapat mempertimbangkan dukungan nutrisi tambahan.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). CPP membantu penyerapan nutrisi penting.

Beberapa manfaat Peptigro System antara lain:

  • Mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak
  • Memperkuat tulang hingga 44%
  • Mengurangi frekuensi sakit hingga 35%
  • Meningkatkan kecukupan vitamin D sebesar 19%

 

ANIAPAC-P-ID-202600132

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

 1. Apakah Weight Faltering sama dengan Stunting?

Tidak. Weight faltering berkaitan dengan perlambatan kenaikan berat badan, sedangkan stunting berkaitan dengan tinggi badan yang tidak sesuai usia akibat kekurangan gizi kronis. Namun, weight faltering dapat menjadi faktor risiko stunting.

2. Apakah Weight Faltering sama dengan Failure to Thrive (FTT)?

Tidak sepenuhnya sama. Weight faltering adalah tanda awal perlambatan pertumbuhan berat badan, sedangkan FTT adalah kondisi yang lebih luas dan serius yang mencakup gangguan pertumbuhan secara keseluruhan.

3. Apakah Weight Faltering Berbahaya?

Bisa berbahaya jika tidak ditangani. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak, melemahkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko stunting.

SUMBER: 

Healthy Growth & Weight Faltering - The GP Infant Feeding Network (UK). Retrieved on July 28 2024 from https://gpifn.org.uk/healthy-growth-weight-faltering/

Waspadai Weight Faltering, Faktor Risiko Stunting pada Anak - Siloam Hospitals. Retrieved on July 28 2024 from https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-weight-faltering

Waspada, 4 Masalah Gizi ini Berisiko Anak jadi Stunting - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230127/1442287/waspada-4-masalah-gizi-ini-berisiko-anak-jadi-stunting/

Failure to Thrive: Symptoms, Causes, and Treatments - Healthline. Retrieved on July 28 2024 from https://www.healthline.com/health/failure-to-thrive

Buku : Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Bidan dan Perawat - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://ayosehat.kemkes.go.id/layout-peningkatan-kesehatan-ibu-dan-anak-untuk-bidan-dan-perawat 

Standar Antropometri Anak - Kemenkes RI. Retrieved on July 28 2024 from https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1660187306_961415.pdf 

Mencegah Weight Faltering pada Bayi ASI Eksklusif - RSAB Harapan Kita. Retrieved on July 28 2024 from https://www.rsabhk.co.id/artikel-kesehatan/mencegah-weight-faltering-pada-bayi-asi-eksklusif

Linear growth faltering and the role of weight attainment: Prospective analysis of young children recovering from severe wasting in Niger - PMC. Retrieved on July 28 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6849732/

Lokakarya Pembuatan SOP Tatalaksana Balita dengan masalah gizi dan tumbuh kembang : Weight Faltering, Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Stunting - Puskesmas Mojokerto. Retrieved on July 28 2024 from https://puskesmas-pacet.mojokertokab.go.id/detail-berita/lokakarya-pembuatan-sop-tatalaksana-balita-dengan-masalah-gizi-dan-tumbuh-kembang-weight-faltering-gizi-kurang-gizi-buruk-dan-stunting-1698216018

Recovery in Young Children with Weight Faltering: Child and Household Risk Factors - The Journal of Pediatrics. Retrieved on July 28 2024 from https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(15)01342-6/fulltext

Failure to Thrive - StatPearls - NCBI Bookshelf. Retrieved on July 28 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459287/

Introduction - Faltering Growth – recognition and management - NCBI Bookshelf. Retrieved on July 28 2024 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536451/  

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (n.d.). Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1388/mengenal-apa-itu-stunting

Ow, M. Y. L., Tran, N. T., Berde, Y., Nguyen, T. S., Tran, V. K., Jablonka, M. J., Baggs, G. E., & Huynh, D. T. T. (2024). Oral nutritional supplementation with dietary counseling improves linear catch-up growth and health outcomes in children with or at risk of undernutrition: A randomized controlled trial. Frontiers in Nutrition, 11, Article 1341963. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1341963

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil