Memahami Waktu Tidur yang Tepat untuk Lansia

Memahami Waktu Tidur yang Tepat untuk Lansia

waktu tidur
waktu tidur
waktu tidur

Seiring bertambahnya usia, banyak lansia yang mengalami kesulitan tidur nyenyak akibat sering kali terbangun sebelum pagi tiba atau merasa mengantuk sepanjang hari. Perubahan pola tidur ini memang umum terjadi, namun dengan rutinitas tidur yang optimal, lansia dapat mengurangi rasa lelah di siang hari dan memiliki kekuatan untuk beraktivitas sehari-hari.

Pentingnya Menentukan Jadwal Tidur yang Tepat untuk Lansia

Di usia-usia tertentu, pola tidur biasanya bergeser menjadi lebih ringan dan pendek, dengan waktu tidur dan bangun yang cenderung lebih awal. Pergeseran ini, yang dikenal sebagai “phase advance” atau fase lanjut, terjadi akibat perubahan ritme sirkadian, yang bisa menyebabkan kantuk lebih cepat di malam hari. Memiliki rutinitas tidur yang terstruktur dapat membantu menyeimbangkan perubahan ini dan mendukung kesehatan fisik serta mental.

Menjaga jadwal tidur yang teratur menawarkan banyak manfaat bagi lansia. Pola tidur yang konsisten dapat mendukung fungsi kognitif seperti memori dan kemampuan belajar, sekaligus membantu menjaga mood. Selain itu, rutinitas tidur yang teratur juga dapat menjadi salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mencegah penyakit kronis, dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kurang tidur.

Agar tetap bugar sepanjang hari, lansia dapat menerapkan kebiasaan sederhana yang mengurangi rasa kantuk berlebih, antara lain dengan cara menjaga jam bangun yang konsisten, termasuk di akhir pekan, dapat membangun ritme sirkadian yang stabil. Selain itu, menghindari tidur siang, terutama di sore hari, juga dapat membantu menjaga konsistensi tidur malam. Dengan pola hidup sehat ini, menetapkan jadwal tidur yang tepat dapat membantu lansia mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Panduan jam Tidur Lansia

7 hingga 8 jam tidur per malam ideal bagi lansia untuk mendukung kesehatan kognitif dan fisik. Berbeda dengan anggapan umum bahwa lansia membutuhkan lebih sedikit tidur, beberapa sumber, termasuk National Sleep Foundation, menekankan bahwa orang dewasa berusia 65 tahun ke atas tetap memerlukan durasi tidur ini untuk menjaga kesehatan optimal.

Menyelaraskan jadwal tidur dengan ritme sirkadian alami lansia dapat meningkatkan kualitas tidur. Lansia sering kali mengalami pergeseran ritme sirkadian ke fase yang lebih awal, yang membuat mereka merasa mengantuk lebih cepat di malam hari dan bangun lebih awal. Jam tidur lansia yang ideal adalah tidur sekitar pukul 9 atau 10 malam dan bangun antara pukul 5 dan 6 pagi. Jadwal ini mencerminkan perubahan biologis menuju waktu tidur dan bangun yang lebih awal, yang dipengaruhi oleh perubahan produksi melatonin dan faktor fisiologis lainnya.

Beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan kualitas tidur malam, seperti:

● Aktivitas Fisik Ringan

Berjalan atau melakukan peregangan ringan di siang hari dapat membantu mengatur pola tidur dan meningkatkan kualitas tidur malam.

● Paparan Sinar Matahari Pagi

Paparan sinar matahari di pagi hari memperkuat ritme sirkadian alami tubuh.

● Rutinitas Malam yang Menenangkan

Aktivitas seperti membaca, mendengarkan musik yang tenang, atau latihan pernapasan dalam membantu relaksasi dan mempersiapkan pikiran untuk tidur yang nyenyak.

Dengan melibatkan beberapa kebiasaan ini ke dalam rutinitas harian, lansia dapat melatih ritme sirkadian alami dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Jantung!

Pentingnya Rutinitas Tidur Terstruktur

Memiliki rutinitas tidur yang terstruktur sangat penting bagi lansia untuk menjaga kualitas istirahat. Anda disarankan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari agar ritme sirkadian tubuh tetap stabil. Pola ini membantu tubuh lebih mudah memasuki fase tidur nyenyak yang dibutuhkan untuk pemulihan otot.

Rutinitas sebelum tidur juga berperan besar, seperti menghindari penggunaan gadget, membatasi konsumsi kafein, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Kebiasaan sederhana ini dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan dan membantu mengurangi risiko penyebab sarkopenia akibat kurang istirahat.

Dengan tidur yang teratur, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki jaringan otot dan menjaga fungsi metabolisme tetap optimal, sehingga risiko sarkopenia pada lansia dapat ditekan.

Pengaruh Kurang Tidur dan Gaya Hidup terhadap Sarkopenia

Kurang tidur merupakan salah satu penyebab sarkopenia yang sering diabaikan. Saat Anda tidur, tubuh melakukan proses pemulihan, termasuk regenerasi sel otot dan produksi hormon pertumbuhan. Jika waktu tidur tidak cukup atau kualitas tidur buruk, proses ini menjadi terganggu. Akibatnya, massa otot lebih cepat berkurang, terutama pada sarkopenia pada lansia.

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta stres berkepanjangan juga memperparah kondisi ini. Kombinasi kurang tidur dan gaya hidup sedentari dapat mempercepat penurunan kekuatan otot. Inilah mengapa menjaga pola tidur yang teratur perlu diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat, termasuk konsumsi nutrisi seperti Ensure Gold Streng+hPro. Ensure Gold Streng+hPro hadir sebagai solusi komprehensif dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan dari yeast untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung sistem imun tubuh.

Di sisi lain, pemenuhan nutrisi harian juga penting untuk mendukung kesehatan otot. Banyak orang masih mengandalkan susu untuk kekuatan otot atau susu untuk otot dan tulang, namun penting untuk memastikan kandungan protein dan nutrisi pendukungnya cukup untuk kebutuhan lansia.

 

ANIAPAC-P-ID-202600216

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Berapa Lama Waktu Tidur Ideal untuk Lansia?

Waktu tidur ideal untuk lansia umumnya berkisar antara 7–8 jam per malam. Namun, kualitas tidur juga sama pentingnya dengan durasi. Tidur yang nyenyak tanpa gangguan membantu proses pemulihan tubuh berjalan optimal, termasuk menjaga kesehatan otot dan mengurangi risiko sarkopenia pada lansia.

2. Apakah Kurang Tidur Berpengaruh pada Otot?

Ya, kurang tidur sangat berpengaruh pada kesehatan otot. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, produksi hormon anabolik seperti hormon pertumbuhan menurun. Hal ini dapat mempercepat kehilangan massa otot dan menjadi salah satu penyebab sarkopenia. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi kekuatan fisik dan meningkatkan risiko cedera.

3. Mengapa Lansia Sering Sulit Tidur Cukup?

Lansia sering mengalami perubahan pola tidur akibat faktor biologis, seperti penurunan hormon melatonin. Selain itu, kondisi kesehatan tertentu, konsumsi obat-obatan, serta stres juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Kebiasaan tidur yang tidak teratur dan kurangnya aktivitas fisik di siang hari turut memperburuk kualitas tidur.

SUMBER:

A Good Night's Sleep | National Institute on Aging. Retrieved on November 14, 2024, from https://www.nia.nih.gov/health/sleep/good-nights-sleep 

Aging and Sleep. Retrieved on November 14, 2024, from https://www.ncoa.org/adviser/sleep/aging-and-sleep/ 

Sleep in the Elderly - PMC. Retrieved on November 14, 2024, from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7723148 

Aging and sleep: Making changes for brain health. Retrieved on November 14, 2024, from https://www.health.harvard.edu/blog/aging-and-sleep-making-changes-for-brain-health-2019031116147 

Strategies for Improving Sleep in Older Adults. Retrieved on November 14, 2024, from https://medicine.yale.edu/news-article/strategies-for-improving-sleep-in-older-adults/ 

The Effect of Physical Activity on Sleep Quality and Sleep Disorder: A Systematic Review - PMC. Retrieved on November 14, 2024, from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10503965 

Sleep calculator: How to get enough sleep. Retrieved on November 14, 2024, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/sleep-calculator 

Normal and Abnormal Sleep in the Elderly - PMC. Retrieved on November 14, 2024, from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3142094 

What Time Should You Go to Bed?. Retrieved on November 14, 2024, from https://www.verywellhealth.com/what-time-should-you-go-to-sleep-4588298 

Lack of sleep: Can it make you sick? - Mayo Clinic. Retrieved on November 14, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/expert-answers/lack-of-sleep/faq-20057757 

Ismiriyam, F. V., & Wulansari, W. (2025). Pengaruh sleep hygiene terhadap kualitas tidur lansia dengan insomnia. Journal of Holistics and Health Sciences, 7(1), 155–163. https://doi.org/10.35473/jhhs.v7i1.578

Chen, L., Li, Q., Huang, X., & Li, Z. (2024). Association between sleep duration and possible sarcopenia in middle-aged and elderly Chinese individuals: evidence from the China health and retirement longitudinal study. BMC Geriatrics, 24(1), 594. https://doi.org/10.1186/s12877-024-05185-3

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait