PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Di tengah derasnya informasi tentang jenis-jenis gula, wajar kalau Ibu ingin memastikan mana yang paling tepat untuk kebutuhan nutrisi anak. Apalagi, saat membaca label gizi susu atau camilan, Ibu akan sering bertemu istilah sukrosa, laktosa, fruktosa, dan glukosa. Lalu, apa sebenarnya beda sukrosa dan laktosa? Bagaimana bedanya dengan fruktosa dan glukosa? Mana yang lebih manis? Dan bagaimana keputusan ini berpengaruh pada pilihan susu anak rendah laktosa atau susu anak rendah gula? Yuk, cek jawabannya di bawah ini!
Sukrosa adalah gula meja yang paling umum kita kenal. Secara kimia, sukrosa tersusun atas satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa yang saling terikat. Karena rasanya manis dan mudah larut, sukrosa banyak digunakan untuk menambah palatabilitas atau keterterimaan rasa pada berbagai makanan dan minuman.
Pada anak, peran sukrosa lebih ke penambah rasa agar makanan lebih disukai. Namun, porsi dan frekuensinya perlu dikendalikan. Terlalu banyak asupan gula tambahan dapat menggeser asupan makanan bernutrisi lain, sehingga anak kenyang duluan namun kurang mendapatkan protein, vitamin, mineral, atau lemak sehat yang dibutuhkan untuk tumbuh. Prinsip ini akan kembali kita sentuh saat membahas strategi susu anak rendah gula.
Laktosa adalah gula alami yang dominan terdapat di susu mamalia, termasuk susu sapi. Ia merupakan disakarida yang tersusun dari glukosa dan galaktosa. Pada anak, laktosa berperan sebagai sumber energi sekaligus membantu penyerapan kalsium. Karena laktosa merupakan bagian dari matriks gizi susu, ia hadir berdampingan dengan protein, lemak, vitamin, dan mineral, sehingga menjadikannya bagian dari paket nutrisi menyeluruh.
Sebagian anak mungkin sensitif terhadap laktosa. Pada kondisi ini, pencernaan laktosa kurang optimal dan bisa memicu gejala tidak nyaman seperti kembung. Di sinilah opsi susu anak rendah laktosa dapat dipertimbangkan, terutama bila Ibu mengamati adanya keluhan pencernaan terkait laktosa.
Baca Juga: 5 Tips Penting Memilih Susu Tanpa Gula Tambahan
Fruktosa adalah gula sederhana (monosakarida) yang banyak ditemukan pada buah-buahan dan madu. Dalam keseharian, fruktosa berkontribusi pada rasa manis buah yang segar. Ia juga menyediakan energi cepat bagi tubuh. Karena fruktosa secara alami hadir bersama serat, vitamin, mineral, dan fitonutrien pada buah, konsumsi fruktosa dari buah utuh biasanya lebih disarankan ketimbang dari pemanis tambahan tinggi fruktosa.
Untuk si Kecil, Ibu bisa mengandalkan beragam buah seperti mangga, pepaya, pisang, apel, pir; untuk menambah variasi rasa sekaligus serat agar pencernaan tetap nyaman. Asupan fruktosa dari buah utuh cenderung lebih seimbang karena hadir bersama serat, sehingga pelepasan gula ke aliran darah lebih bertahap.
Berikut ini perbedaan laktosa sukrosa fruktosa dan glukosa yang perlu diperhatikan:
Jenis Gula | Kategori | Sumber utama | Keterangan |
Glukosa | Monosakarida | Banyak bahan pangan berkarbohidrat | Bahan bakar utama sel; cepat dimanfaatkan tubuh |
Fruktosa | Monosakarida | Buah, madu | Rasa manis tinggi; idealnya dari buah utuh yang mengandung serat |
Sukrosa | Disakarida | Gula pasir, pemanis | Terdiri dari glukosa dan fruktosa; rasa manis tinggi |
Laktosa | Disakarida | Susu dan produk susu | Terdiri dari glukosa + galaktosa; butuh enzim laktase |
Saat mempertimbangkan susu anak rendah laktosa atau rendah gula, penting untuk tidak hanya fokus pada jenis gulanya saja. Pilihlah asupan nutrisi yang tetap memberikan dukungan menyeluruh untuk tulang, otot, daya tahan tubuh, dan perkembangan kognitif anak.
Formula lengkap dan seimbang yang mengandung protein berkualitas, MCT 15%, 23 vitamin dan mineral, serta sinbiotik (FOS + Lactobacillus acidophilus) dapat membantu menjaga kenyamanan pencernaan, mendukung nafsu makan, dan memperkuat sistem imun. Selain itu, kandungan CPP (Casein Phosphopeptide) membantu meningkatkan penyerapan kalsium di pencernaan, sehingga nutrisi yang dikonsumsi bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan tinggi badan dan kesehatan gigi.
Salah satu asupan nutrisi yang dapat dipertimbangkan adalah PediaSure. PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). PediaSure Peptigro System dengan CPP membantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang hingga 44%, mengurangi frekuensi sakit hingga 35%, dan meningkatkan kecukupan vitamin D sebesar 19%.
Yuk Bu, dukung tinggi badan optimal Si Kecil dengan memberinya PediaSure 2–3 kali sehari untuk dukung 2x Growth Improvement Si Kecil dan #TumbuhBerkualitas!
ANIAPAC-P-ID-202600132
Keduanya memiliki fungsi berbeda, dengan laktosa sebagai gula alami susu yang mendukung penyerapan kalsium dan sukrosa sebagai pemanis yang perlu digunakan bijak, sementara pilihan rendah laktosa dapat membantu anak yang sensitif tanpa mengorbankan kecukupan nutrisi.
Sukrosa terasa jauh lebih manis dibandingkan laktosa sehingga produk berbasis laktosa saja cenderung tidak semanis makanan atau minuman yang mengandung sukrosa.
Laktosa penting sebagai sumber energi dan pendukung penyerapan kalsium pada anak yang tidak sensitif, namun kualitas keseluruhan formulasi termasuk protein, vitamin, mineral, lemak sehat, sinbiotik, dan CPP; lebih menentukan hasil pertumbuhan.
SUMBER:
Ow, M. Y. L., Tran, N. T., Berde, Y., Nguyen, T. S., Tran, V. K., Jablonka, M. J., Baggs, G. E., & Huynh, D. T. T. (2024). Oral nutritional supplementation with dietary counseling improves linear catch-up growth and health outcomes in children with or at risk of undernutrition: A randomized controlled trial. Frontiers in Nutrition, 11, Article 1341963. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1341963
Recio, R. T., Guerra, N. P., Torrado, A., & Skibsted, L. H. (2019). Interaction between calcium and casein hydrolysates: Stoichiometry, binding constant, binding sites and thermal stability of casein phosphopeptide complexes. International Dairy Journal, 88, 25–33. https://doi.org/10.1016/j.idairyj.2018.08.009
National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 5988, Sucrose. Retrieved February 22, 2026 from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Sucrose.
Romero-Velarde E, Delgado-Franco D, García-Gutiérrez M, Gurrola-Díaz C, Larrosa-Haro A, Montijo-Barrios E, Muskiet FAJ, Vargas-Guerrero B, Geurts J. The Importance of Lactose in the Human Diet: Outcomes of a Mexican Consensus Meeting. Nutrients. 2019 Nov 12;11(11):2737. doi: 10.3390/nu11112737. PMID: 31718111; PMCID: PMC6893676.
Dholariya SJ, Orrick JA. Biochemistry, Fructose Metabolism. [Updated 2022 Oct 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK576428/
![]()
Ada 2 hal menjadi ciri anak di bawah 1 tahun tidak cocok susu formula, yakni alergi susu formula atau intoleransi laktosa. Yuk, kita bahas di sini
![]()
Makanan rendah serat bermanfaat untuk si Kecil yang mengalami gangguan pencernaan. Temukan manfaat dan daftar rekomendasi makanan rendah serat di sini!

Susu formula adalah nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak mulai usia 1 tahun. Namun, Ibu barangkali kerap bingung dalam menentukan susu formula terbaik untuk bayi di atas usia 1 tahun.
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?