PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Ibu, masalah gizi buruk pada anak adalah isu kesehatan yang penting dan perlu perhatian lebih, terutama dalam masa tumbuh kembang anak. Dua kondisi yang sering kali terkait dengan masalah gizi buruk adalah wasting dan stunting.
Kedua kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak, serta memiliki dampak jangka panjang jika tidak segera ditangani.
Berikut ini kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu wasting, hubungan antara wasting dan stunting, serta bagaimana cara mencegah anak mengalami masalah gizi seperti ini.
Wasting adalah kondisi di mana seorang anak mengalami penurunan berat badan yang drastis akibat kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Wasting pada anak biasanya terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu singkat, terutama protein dan kalori yang sangat penting untuk energi dan pertumbuhan. Anak dengan kondisi wasting memiliki berat badan yang sangat rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan mereka.
Wasting menurut WHO (World Health Organization) diukur berdasarkan rasio berat badan terhadap tinggi badan yang lebih rendah dari standar yang seharusnya. Anak yang mengalami wasting biasanya memiliki tubuh yang tampak kurus, lemah, dan tidak bertenaga. Kondisi ini sering terjadi pada anak yang menderita infeksi berat atau memiliki pola makan yang tidak seimbang.
Wasting berbeda dengan stunting, yang lebih berkaitan dengan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat. Namun, keduanya dapat saling mempengaruhi. Wasting pada anak juga bisa mengarah pada penurunan daya tahan tubuh, membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi dan masalah kesehatan lainnya.
Stunting dan wasting sama-sama disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang mengakibatkan tinggi badan anak dan berat badan anak tidak naik. Namun, keduanya adalah kondisi yang berbeda.
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini dapat dimulai sejak masa kehamilan. Ada berbagai faktor yang menyebabkan stunting, antara lain kurang asupan nutrisi dalam jangka waktu panjang, penyakit tertentu atau infeksi, lingkungan, serta kemiskinan.
Sedangkan wasting merupakan tanda kekurangan gizi akut yang umumnya disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak mencukupi atau tingginya kejadian penyakit infeksi, terutama diare. Wasting menyebabkan berat badan anak menurut tinggi badan di bawah berat badan ideal anak. Wasting dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi, serta meningkatkan risiko kematian.
Beda wasting dan stunting dapat dilihat dari indikator menurut WHO di bawah ini:
Penting bagi Ibu untuk mengetahui berat badan ideal anak sesuai dengan usia mereka untuk memantau tumbuh kembang anak dengan baik.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memiliki standar berat badan yang dapat menjadi patokan bagi orang tua dalam memastikan anak memiliki berat badan yang sehat. Berikut adalah perkiraan berat badan ideal anak menurut kelompok usia yang dapat Ibu jadikan referensi:
Perlu dicatat bahwa berat badan ideal ini dapat bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan faktor genetik anak. Ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin di Posyandu atau Puskesmas untuk memastikan anak tumbuh dengan baik sesuai dengan usia dan berat badan yang ideal.
Jika anak Ibu mengalami penurunan berat badan yang signifikan atau berat badan mereka tidak sesuai dengan standar, hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.
Baca Juga: Daftar Lengkap Berat Badan Ideal Anak Menurut WHO
Sementara wasting dan stunting adalah kondisi yang berbeda, keduanya sering kali terjadi secara bersamaan, terutama pada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Wasting berkaitan dengan penurunan berat badan yang cepat akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu singkat, sedangkan stunting lebih berkaitan dengan keterlambatan dalam pertumbuhan tinggi badan akibat kekurangan gizi kronis.
Meskipun keduanya berbeda dalam pengukurannya, ada hubungan yang erat antara wasting dan stunting. Anak yang mengalami wasting lebih rentan mengalami stunting, karena kekurangan gizi yang memengaruhi berat badan dan tinggi badan secara bersamaan. Anak yang mengalami wasting dapat mengalami gangguan dalam perkembangan otak dan organ tubuh lainnya, yang dapat menyebabkan stunting jika masalah gizi tidak segera diperbaiki.
Secara umum, anak-anak yang mengalami stunting dan wasting lebih berisiko mengalami gangguan perkembangan fisik dan mental yang berkepanjangan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya asupan gizi yang seimbang dan pemantauan yang rutin terhadap tumbuh kembang anak.
Wasting yang tidak ditangani dapat berdampak pada perkembangan otak anak, termasuk kecerdasan emosional anak. Wasting, stunting dan berbagai bentuk malnutrisi lainnya yang terjadi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik dan meningkatkan risiko penyakit, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan kognitif. Dampak jangka panjangnya meliputi penurunan kemampuan belajar, tingkat kecerdasan, serta produktivitas anak saat dewasa.
Untuk mencegah anak mengalami masalah seperti wasting atau stunting, Ibu perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Menurut WHO, berikut adalah beberapa tips yang dapat Ibu lakukan untuk memastikan anak tidak kekurangan gizi:
Pastikan anak mendapatkan makanan dengan kombinasi yang baik antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Sumber protein seperti ikan, telur, dan daging ayam penting untuk mendukung pertumbuhan otot dan kekebalan tubuh anak. Selain itu, berikan juga sayuran dan buah-buahan untuk memastikan kebutuhan vitamin dan mineralnya tercukupi.
Susu merupakan sumber kalsium yang sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi anak. Selain itu, susu yang diformulasikan untuk anak-anak seperti Pediasure mengandung berbagai nutrisi penting, seperti Triple Protein, Arginine, Vitamin K2, serta DHA, Omega 3 & 6, yang dapat mendukung daya tahan tubuh anak dan membantu proses pemulihan dari kekurangan gizi.
Anak yang sering melewatkan waktu makan atau memiliki pola makan yang tidak teratur bisa berisiko kekurangan gizi. Ibu disarankan untuk memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, terutama untuk anak yang memiliki nafsu makan rendah. Pastikan anak mendapatkan waktu makan yang cukup di pagi, siang, dan malam hari.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Menu Sarapan Sehat dan Bergizi untuk Anak
Selain makanan utama, camilan sehat seperti buah, kacang-kacangan, atau yogurt juga penting untuk memastikan anak tetap mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup. Hindari camilan yang tinggi gula dan lemak jenuh, karena tidak mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.
Dehidrasi juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pastikan anak minum cukup air setiap hari untuk mendukung metabolisme tubuh dan proses pencernaan. Selain itu, jika anak menderita penyakit seperti diare atau muntah, pastikan mereka mendapatkan cairan elektrolit yang cukup.
Cara menaikkan berat badan anak adalah memperbaiki pola makan dan memberikan anak menu makan padat gizi. Pola makan anak berperan penting untuk mencegah wasting dan stunting pada anak.
Orang tua harus memastikan anak mendapat nutrisi yang lengkap, meliputi karbohidrat sebagai sumber energi, protein hewani dan nabati untuk pertumbuhan jaringan tubuh, lemak sehat untuk perkembangan otak, serta vitamin dan mineral seperti zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin D. Kekurangan nutrisi tersebut dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan fisik, menurunkan daya tahan tubuh, serta memengaruhi perkembangan kognitif anak.
Berikut beberapa rekomendasi menu padat gizi untuk anak:
Menu-menu ini dapat dikombinasikan secara bergantian setiap hari untuk memastikan anak mendapatkan variasi nutrisi yang cukup.
Sebagai tambahan, susu pertumbuhan seperti PediaSure dengan PeptiGro System (CPP) dapat dijadikan salah satu pilihan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak.
PediaSure kini dilengkapi dengan Peptigro System. Peptigro System mengandung Casein Phosphopeptide (CPP). Kandungan CPP ini dapat membantu mendukung pertumbuhan 2x lebih cepat dengan peningkatan massa otot tanpa menambah lemak, memperkuat tulang, mengurangi jumlah hari sakit, dan meningkatkan kecukupan vitamin D.
Ibu, memahami wasting dan stunting pada anak adalah langkah awal yang penting untuk memastikan anak tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Dengan memberikan makanan bergizi, susu yang tepat, serta memperhatikan jadwal makan dan hidrasi, Ibu bisa membantu mencegah kekurangan gizi pada anak.
PediaSure merupakan asupan nutrisi tambahan yang diformulasikan secara ilmiah untuk anak usia 1 sampai 10 tahun dengan pertumbuhan normal. PediaSure diformulasikan dengan Triple Protein (Soya, Whey, dan Casein). Merk ini juga dilengkapi dengan kandungan Arginine dan Vitamin K2. PediaSure juga diperkaya DHA, AA, Omega 3 & 6, serta campuran Prebiotik FOS & Probiotik L.acidophilus, 14 Vitamin dan 9 Mineral.
Sementara jika ibu mencari susu untuk anak kurang gizi atau berisiko mengalami gagal tumbuh, coba diskusikan pemberian produk olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) dengan dokter spesialis anak. Abbott memiliki PediaComplete yang merupakan pangan olahan untuk keperluan medis khusus sebagai dukungan nutrisi pada anak berisiko gizi kurang.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu melakukan pemantauan rutin terhadap status gizi anak melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, ya Bu!
ANIAPAC-P-ID-202600450
Penyebab berat badan anak turun drastis antara lain kurangnya asupan nutrisi, infeksi berulang, gangguan pencernaan, peningkatan aktivitas fisik, dan kondisi medis tertentu yang mengganggu penyerapan zat gizi.
Wasting dinilai berdasarkan perbandingan berat badan terhadap tinggi badan, sedangkan underweight dinilai berdasarkan berat badan menurut usia. Anak dengan underweight belum tentu mengalami wasting karena bisa saja dipengaruhi faktor stunting.
Perbedaannya dapat dilihat melalui pengukuran antropometri menggunakan grafik pertumbuhan WHO. Wasting ditandai berat badan yang terlalu rendah dibandingkan tinggi badan, sedangkan stunting ditandai tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan usia anak.
SUMBER:
Malnutrition in children. (n.d.). https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/malnutrition-in-children
Preventing and detecting malnutrition in children. (n.d.). Child Nutrition Fund | UNICEF Child Nutrition Fund. https://www.childnutritionfund.org/preventing-and-detecting-malnutrition-children
De Sanctis, V., Soliman, A., Alaaraj, N., Ahmed, S., Alyafei, F., & Hamed, N. (2021). Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting: From Childhood to Adulthood. Acta bio-medica : Atenei Parmensis, 92(1), e2021168. https://doi.org/10.23750/abm.v92i1.11346
Thurstans, S., Sessions, N., Dolan, C., Sadler, K., Cichon, B., Isanaka, S., Roberfroid, D., Stobaugh, H., Webb, P., & Khara, T. (2022). The relationship between wasting and stunting in young children: A systematic review. Maternal & child nutrition, 18(1), e13246. https://doi.org/10.1111/mcn.13246
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1660187306_961415
UNICEF Indonesia. (n.d.). Stunting and wasting: Same or different? Retrieved November 29, 2024, from https://www.unicef.org/indonesia/nutrition/articles/stunting-and-wasting-same-or-different
World Health Organization. (n.d.). Malnutrition in children. WHO Nutrition Landscape Information System. https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/malnutrition-in-children
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Stunting. Ayo Sehat Kemenkes RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/defisiensi-nutrisi/stunting
![]()
Ada beberapa indikator stunting menurut WHO, termasuk indikator stunting. Cek indikator stunting apa saja yang digunakan WHO di sini!
![]()
Ketahui ciri-ciri stunting, apa yang bisa ibu lakukan untuk intervensi di periode 1000 hari pertama kehidupan anak ASI, MPASI, ini panduannya

Sejak memiliki anak, Ibu mungkin jadi banyak bertanya dan memantau tumbuh kembang Si Kecil. Pertanyaan seperti, “Normalkah tumbuh kembang anak saya?” sering menghampiri pikiran Ibu.
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?