Apa Itu Vitamin D dan Berapa Dosis Normal untuk Dewasa dan Lansia?

Apa Itu Vitamin D dan Berapa Dosis Normal untuk Dewasa dan Lansia?

dosis vitamin d
dosis vitamin d
dosis vitamin d

Vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan vitalitas, terutama seiring bertambahnya usia. Vitamin D dikenal karena kemampuannya mendukung kekuatan tulang, kesehatan otot, dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, vitamin ini dapat menjadi pilihan vitamin untuk badan lemas setelah sakit.

Vitamin yang larut dalam lemak ini sangat dibutuhkan oleh orang dewasa dan lansia. Meskipun penting, banyak orang kesulitan mendapatkan cukup vitamin D hanya dari paparan sinar matahari atau makanan

Apa Itu Vitamin D?

Vitamin D, yang sering disebut sebagai “vitamin sinar matahari,” adalah nutrisi larut lemak yang disintesis tubuh saat sinar ultraviolet (UV) dari matahari mengenai kulit. Selain itu, vitamin ini secara alami terdapat dalam beberapa jenis makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, dan produk yang diperkaya, serta tersedia dalam bentuk suplemen nutrisi.

Setelah diserap, vitamin D diaktifkan di hati dan ginjal menjadi kalsitriol, yang membantu mengatur kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Proses ini penting untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah gangguan seperti rakhitis pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa.

Bagi lansia, vitamin D sangat penting karena produksi alami tubuh menurun seiring bertambahnya usia. Vitamin ini juga mendukung fungsi otot, mengurangi risiko jatuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Perbedaan vitamin D2 dan D3

Vitamin D memiliki dua bentuk utama, yaitu vitamin D2 (ergocalciferol) dan vitamin D3 (cholecalciferol). D2 umumnya berasal dari sumber tumbuhan atau jamur, sedangkan D3 berasal dari sumber hewani dan juga diproduksi kulit saat terkena sinar matahari; beberapa ulasan menyebut D3 cenderung lebih efektif meningkatkan kadar vitamin D dalam darah.

Dosis dan Aturan Pakai Vitamin D untuk Dewasa dan Lansia

Kebutuhan harian vitamin D bervariasi tergantung pada usia, gaya hidup, dan kondisi kesehatan. Untuk usia 19–70 tahun, dosis vitamin D untuk dewasa yang direkomendasikan sebesar 600 IU (15 mcg), sedangkan lansia di atas 70 tahun dianjurkan mengonsumsi 800 IU (20 mcg) per hari untuk menjaga kesehatan tulang dan vitalitas.

Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan kemampuan untuk mensintesis vitamin D dengan optimal. Paparan sinar matahari yang terbatas atau kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kebutuhan dosis yang lebih tinggi, sehingga suplemen menjadi pilihan yang dianjurkan.

Namun, konsumsi vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan toksisitas, yang berisiko menimbulkan hiperkalsemia. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan masalah kardiovaskular.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai konsumsi suplemen, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi medis atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

5 Manfaat Vitamin D Bagi Tubuh

Berikut ini beberapa manfaat vitamin D bagi tubuh yang perlu dipahami:

1. Mendukung Kesehatan Tulang

Vitamin D membantu menjaga kekuatan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium di usus. Vitamin ini mencegah penyakit tulang seperti rakhitis pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa, bersama kalsium, menunjukkan pentingnya vitamin D untuk tulang.

2. Memperkuat Sistem Imun

Vitamin D berperan dalam mengatur sistem imun, mengurangi peradangan, dan berpotensi menurunkan risiko penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan diabetes tipe 1. Vitamin ini juga membantu tubuh melawan infeksi seperti flu dan menjadi vitamin untuk pemulihan setelah sakit.

Baca Juga: Catat! Ini 10 Makanan yang Meningkatkan Imun Tubuh

3. Meningkatkan Fungsi Otot

Vitamin D sangat penting untuk perkembangan dan fungsi otot, membantu mengurangi risiko jatuh serta meningkatkan keseimbangan dan kekuatan, terutama pada lansia.

4. Menjaga Mood

Vitamin D berperan dalam mengatur suasana hati dan dapat membantu mengurangi gejala depresi serta kecemasan, terutama pada individu dengan kadar vitamin D rendah.

5. Mendukung Fungsi Saraf

Vitamin D membantu saraf membawa pesan antara otak dan tubuh, sehingga berperan dalam menjaga koordinasi gerak dan fungsi tubuh sehari-hari tetap optimal. Penelitian menyebutkan bahwa kecukupan vitamin D juga penting untuk menunjang kerja neuromuskular, sehingga tubuh dapat bergerak lebih baik dan tidak mudah mengalami gangguan fungsi akibat kekurangan vitamin D.

Tanda dan Gejala Tubuh Kekurangan Vitamin D

Pada orang dewasa, gejala kekurangan vitamin D pada orang dewasa bisa berupa nyeri tulang, nyeri punggung, kelemahan otot, mudah lelah, dan tulang yang lebih rapuh. Kekurangan berkepanjangan juga dapat mengganggu fungsi otot dan menurunkan daya tahan, sehingga keluhan lemas setelah sakit bisa terasa lebih lama.

Kekurangan vitamin D juga berkaitan dengan masalah tulang seperti osteomalasia dan osteoporosis. Karena vitamin D penting untuk penyerapan kalsium, kadar yang rendah dapat berdampak pada kekuatan dan kepadatan tulang lansia, terutama bila asupan kalsium juga kurang.

Efek samping vitamin D

Vitamin D umumnya aman bila dikonsumsi sesuai kebutuhan, tetapi dosis berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan kadar kalsium darah terlalu tinggi, yang bisa memicu mual, muntah, konstipasi, lemah, bahkan gangguan ginjal pada kondisi berat.

Mengapa lansia rentan mengalami kekurangan vitamin D?

Lansia lebih rentan mengalami kekurangan vitamin D karena proses penuaan membuat kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D dari paparan sinar matahari menurun secara alami. Selain itu, banyak lansia memiliki aktivitas luar ruang yang lebih terbatas, sehingga waktu terpapar sinar matahari juga berkurang, padahal sinar matahari merupakan salah satu sumber utama pembentukan vitamin D dalam tubuh.

Kerentanan ini dapat semakin meningkat bila lansia juga mengalami gangguan penyerapan nutrisi, seperti masalah pada saluran cerna, penurunan fungsi metabolisme, atau pola makan yang kurang bervariasi. Akibatnya, kebutuhan vitamin D harian tidak tercukupi secara optimal, padahal vitamin D sangat penting untuk membantu penyerapan kalsium, menjaga kekuatan otot, serta mendukung fungsi sistem imun tubuh.

Dalam jangka panjang, rendahnya kadar vitamin D dapat mempercepat penurunan massa tulang, menurunkan kekuatan otot, serta berdampak pada kepadatan tulang lansia, sehingga risiko jatuh, fraktur, osteomalasia, dan osteoporosis menjadi lebih tinggi. Karena itu, kecukupan vitamin D pada usia lanjut perlu diperhatikan melalui kombinasi paparan sinar matahari yang aman, pola makan seimbang, konsumsi makanan yang mengandung vitamin D tinggi, dan bila diperlukan, suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.

3 Asupan Nutrisi dengan Kandungan Vitamin D Tinggi

Vitamin D penting untuk kesehatan tulang, fungsi imun, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Untungnya, ada berbagai cara untuk menambahkannya ke dalam asupan nutrisi Anda:

1. Makanan yang Secara Alami Kaya Vitamin D

Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden merupakan sumber vitamin D3 yang sangat baik, yaitu bentuk vitamin yang lebih kuat. Kuning telur dan hati sapi juga menyediakan vitamin D dalam jumlah yang lebih kecil. Untuk vegetarian, jamur yang terpapar sinar UV mengandung vitamin D2, meskipun dengan potensi yang lebih rendah dibandingkan D3.

2. Makanan yang Difortifikasi

Makanan yang diperkaya juga berkontribusi besar terhadap asupan vitamin D. Produk seperti minuman berbasis nabati, sereal sarapan, dan jus jeruk juga banyak yang ditemukan diperkaya dengan vitamin D.

3. Suplemen dan Produk Nutrisi Tambahan

Untuk mengoptimalkan vitamin D sebagai vitamin untuk badan lemas setelah sakit, perlu memperhatikan juga dukungan pada otot, tulang, dan imunitas. Ensure Gold Streng+thPro adalah asupan nutrisi yang dirancang untuk menjawab dua masalah besar yang muncul seiring bertambahnya usia, yaitu kehilangan massa otot dan melemahnya daya tahan tubuh. Berdasarkan data fisiologis, tubuh dapat kehilangan massa otot hingga 33% mulai usia 40 tahun, dan penurunan sel imun dapat mencapai 30% di usia 75 tahun, bahkan kehilangan massa otot meningkatkan risiko pneumonia hingga 3,9 kali lipat. Ensure Gold Streng+thPro hadir sebagai salah satu solusi dengan kombinasi protein berkualitas (kasein, whey, dan soya), HMB, dan beta glukan untuk membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung daya tahan tubuh setiap hari.

 

ANIAPAC-P-ID-202600629

Pertanyaan Seputar Vitamin D

1. Berapa kebutuhan asupan vitamin D harian untuk dewasa dan lansia?

Kebutuhan harian vitamin D untuk dewasa 19–70 tahun umumnya 600 IU, sedangkan usia 71 tahun ke atas 800 IU per hari. Angka ini juga disebut dalam sumber NIH dan Kementerian Kesehatan RI.

2. Apa perbedaan antara vitamin D dan vitamin D3?

Vitamin D adalah istilah umum, sedangkan vitamin D3 adalah salah satu bentuknya yang disebut cholecalciferol. Bentuk lainnya adalah vitamin D2, dan keduanya sama-sama berperan dalam metabolisme vitamin D di tubuh, walau D3 sering dianggap lebih efektif menaikkan kadar darah.

3. Apakah Vitamin D aman untuk lambung?

Secara umum vitamin D aman untuk lambung bila dikonsumsi sesuai dosis anjuran, dan banyak orang tidak mengalami keluhan pencernaan. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping seperti mual, muntah, atau konstipasi, sehingga suplementasi sebaiknya tidak berlebihan dan idealnya sesuai anjuran tenaga kesehatan.

SUMBER:

Vitamin D: Benefits, Sources, Deficiencies. Retrieved on November 26, 2024, from https://www.healthline.com/health/food-nutrition/benefits-vitamin-d 

Vitamin D - Health Professional Fact Sheet. Retrieved on November 26, 2024, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional 

Vitamin D - NHS. Retrieved on November 26, 2024, from https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-d/ 

Vitamin D Deficiency: Causes, Symptoms & Treatment. Retrieved on November 26, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15050-vitamin-d-vitamin-d-deficiency 

7 Nutritious Foods That Are High in Vitamin D. Retrieved on November 26, 2024, from https://www.healthline.com/nutrition/9-foods-high-in-vitamin-d 

Ye, X., Zhou, Q., Ren, P., Xiang, W., & Xiao, L. (2023). The synaptic and circuit functions of vitamin D in neurodevelopment disorders. Neuropsychiatric Disease and Treatment, 19, 1515–1530.

Healthline. (2024, January 18). Vitamin D deficiency: Symptoms, treatments, and causes. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-deficiency-symptoms

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, May 9). Peran vitamin D dalam kesehatan tulang. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2441/peran-vitamin-d-dalam-kesehatan-tulang

WebMD. (2025, April 30). What are the side effects of vitamin D? https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/what-are-the-side-effects-of-vitamin-d

Mayo Clinic Staff. (2025, May 10). Vitamin D deficiency. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-d-deficiency/faq-20058397

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait