Bolehkah Lansia Makan Daging? Temukan Jawabannya di Sini!

Bolehkah Lansia Makan Daging? Temukan Jawabannya di Sini!

bolehkah lansia makan daging
bolehkah lansia makan daging
bolehkah lansia makan daging
Tags:

Proses penambahan umur atau penuaan yang dialami manusia pasti tak terelakkan. Semakin bertambahnya usia, maka akan terjadi penurunan fungsi tubuh.

Pada orang lanjut usia (lansia) penurunan fungsi tubuh ini membuat gaya hidupnya perlu diperhatikan, salah satunya adalah makanan untuk lansia.

Aspek ini perlu menjadi perhatian karena pemberian asupan gizi yang sesuai dapat meningkatkan kualitas hidup para orang tua.

Pemenuhan Gizi Lansia

Dengan bertambahnya usia, maka kebutuhan gizi pada lansia juga lebih spesifik. Sebab, terjadi perubahan proses fisiologi dan psikososial akibat dari proses penuaan yang terjadi.

Bagi lansia, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik bisa membantu proses beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang dialami.

Selain itu, gizi yang tercukupi dapat menjaga kelangsungan sel-sel tubuh, dan dengan demikian mampu memperpanjang usia para lansia. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lansia, berikan makanan yang kaya akan karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral dan nutrisi lainnya.

Dari semua jenis makanan tersebut, ada pertanyaan penting yang kerap dilontarkan kepada perawat atau paramedis yakni “Apakah pantangan makanan untuk lansia? Bolehkah lansia makan daging?”

Konsumsi Daging untuk Lansia

Para lansia perlu mendapatkan pemenuhan gizi yang seimbang. Adapun komposisi gizi seimbang bagi manula adalah karbohidrat 50-60% dari total energi, protein 15-20% dari total energi, dan lemak 20-25% dari total energi.

Berdasarkan prinsip gizi seimbang ini, lansia masih diperbolehkan makan daging, tapi dengan batas tertentu.

Meski begitu, banyak orang kerap kali mengira daging adalah sumber lemak yang berbahaya bagi lansia. Padahal, pada usia tersebut, tidak masalah bagi lansia untuk mengonsumsi bahan makanan mengandung lemak, seperti daging.

Pilihlah daging tanpa lemak yang jumlah kalorinya lebih rendah, sehingga bermanfaat dalam menjaga berat badan sehat dan seimbang.

Tapi perlu diingat, konsumsi daging untuk lansia tetap perlu dibatasi. Batas konsumsi daging adalah sekitar 300 sampai 500 gram per minggu.

Ini karena selain mengandung protein yang dibutuhkan tubuh, daging juga mengandung kolesterol tinggi yang perlu dihindari. Untuk memenuhi kebutuhan protein, lansia dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi sumber lain seperti ikan, telur, susu, atau protein nabati.

Kebutuhan protein dan vitamin B pada lansia masih bisa diperoleh dari daging, ikan, ayam, dan produk susu. Sementara kebutuhan Zinc diperoleh dari hati sapi, hati ayam, daging tanpa lemak, ayam, makanan laut, produk gandum, susu, dan lainnya.

Baca Juga: Cara Menghitung Kalori Harian Lansia & Cara Memenuhinya!

Tips Mengonsumsi Daging bagi Lansia

Dengan batas yang telah disebutkan di atas, lansia perlu memperhatikan bagaimana menu daging disajikan dalam makanannya sehari-hari.

Berikut contoh pemberian bahan makanan yang sesuai untuk manula:

PAGI

1. Pria (2150 kal)

  • 1,5 gelas nasi/pengganti
  • 1 butir telur/100 gr tahu
  • 100 gr sayuran
  • 1 gelas susu non fat

2. Wanita (1800 kal)

  • 1 gelas nasi/pengganti
  • 1 butir telur/100 gr tahu
  • 100 gr sayuran
  • 1 gelas susu non fat

PUKUL 10.00: Berikan snack/buah/jus buah

SIANG

1. Pria

  • 1,5 gelas nasi/pengganti
  • 50 gr daging/ikan/unggas
  • 25 gr tempe/pengganti
  • 150 gr sayuran
  • 1 potong buah

2. Wanita

  • 1 gelas nasi/pengganti
  • 50 gr daging/ikan/unggas
  • 25 gr tempe/pengganti
  • 150 gr sayuran
  • 1 potong buah

PUKUL 17.00: Berikan snack/buah/jus buah

MALAM

1. Pria

  • 1,5 gelas nasi/pengganti
  • 50 gr daging ikan/unggas
  • 25 gr tempe/pengganti
  • 150 gr sayuran
  • 1 potong buah

2. Wanita

  • 1 gelas nasi/pengganti
  • 50 gr daging/ikan/unggas
  • 25 gr tempe/pengganti
  • 150 gr sayuran
  • 1 potong buah

Pantangan Makanan untuk Lansia

Lansia perlu membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, gula, garam, dan minyak. Lansia juga perlu menghindari konsumsi makanan yang mengandung kolesterol, seperti jeroan, otak, mentega, dan lainnya.

Beberapa jenis makanan tersebut dapat menambah risiko terjadinya penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular. Menurut WHO, penyakit ini telah menjadi penyebab kematian terbesar manusia. Penyakit-penyakit tersebut antara lain tekanan darah tinggi, jantung, ginjal, dan lainnya.

Selain itu, kadar lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh manula dapat menyebabkan ateroskleosis atau penumpukan plak kolesterol atau lemak di dinding arteri.

Jika tumpukan atau timbunan plak ini semakin mengeras atau parah, maka dapat mengganggu aliran darah ke jantung karena tersumbatnya pembuluh darah.

Nah, ketika kondisi ini terjadi di pembuluh darah koroner, maka akan menyebabkan penyakit jantung atau sering disebut dengan penyakit jantung koroner.

Sebagai informasi, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Menurut penelitian, sekitar setengah dari populasi masyarakat AS berusia antara 45-85 tahun memiliki aterosklerosis, namun tidak mengetahui kondisinya.

Selain memberikan makanan terbaik bagi lansia, Anda juga perlu mengajak lansia untuk menyeimbangkan pemberian makanan sehat dengan aktivitas fisik. Jadwalkan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan setidaknya 30 menit sehari.

Baca Juga: 7 Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Jantung

Memilih Makanan yang Bagus untuk Lansia

Melihat berbagai pantangan makanan di atas, Anda mungkin bertanya makanan apa yang bagus untuk lansia. Ya, memilih makanan yang bagus untuk lansia membutuhkan perhatian khusus.

Anda perlu memperhatikan tekstur makanan yang diberikan. Beberapa lansia mungkin sudah kehilangan kekuatan untuk mengunyah makanan yang bertekstur keras.

Oleh sebab itu, Anda dapat memberikan makanan dengan tekstur yang lebih bisa diterima. Anda bisa pula memotong makanan dalam bentuk yang lebih kecil atau mencincangnya.

Selain itu, masak makanan sampai empuk, sehingga para orang tua masih bisa menikmati sajian yang Anda berikan.

Memasuki usia senja, kemampuan indra pengecap pun ikut berkurang. Untuk masalah ini, Anda dapat menambahkan bumbu dapur dengan aroma kuat, misalnya jahe, bawang merah, daun kemangi, dan lainnya.

Jangan lupa berikan susu rendah lemak dengan kandungan lemak nabati untuk memberikan tambahan nutrisi dan vitamin bagi lansia.

Ensure sebagai Asupan Nutrisi Tambahan pada Makanan untuk Lansia

Selain itu, Anda bisa mendapatkan kebutuhan vitamin serta mineral dalam produk Ensure atau Goldsure by Ensure.

Ensure merupakan asupan nutrisi tambahan untuk lansia yang membantumenjaga kekuatan dan daya tahan tubuh setiap hari.

Kandungan nutrisi pada Ensure dilengkapi dengan Triple Protein perpaduan whey, kasein, dan soya yang mudah dicerna dan bertahan lama di tubuh.

Selain itu, Ensure juga mengandung Omega 3, Omega 6, Vitamin D, C, Zinc, Selenium, serta kalsium dan nutrisi penting lainnya.

Sedangkan Goldsure by Ensure terbukti klinis melawan hilangnya massa otot dengan mencegah pemecahan protein. Goldsure merupakan produk keperluan medis khusus yang mengandung HMB serta membantu mempercepat pemulihan pasca sakit.

SUMBER:

Healthy Eating for Seniors - Healthline. Retrieved on June 20, 2022 from  https://www.healthline.com/health/healthy-eating-for-seniors

Gizi Dalam Daur Kehidupan - Kemkes RI. Retrieved on June 20, 2022 from http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/GIZI-DALAM-DAUR-KEHIDUPAN-FINAL-SC.pdf  

Makanan Sehat Dan Bergizi Untuk Lansia - LPPM UNY. Retrieved on June 20, 2022 from  http://eprints.uny.ac.id/26695/1/Makanan%20Sehat%20Untuk%20Lansia-bu%20ning.pdf

Limit red and processed meat - WCRF International. Retrieved on June 20, 2022 from https://www.wcrf.org/diet-activity-and-cancer/cancer-prevention-recommendations/limit-red-and-processed-meat/  

Pedoman Gizi Seimbang - Kemkes RI. Retrieved on June 20, 2022 from  http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf

GIZI SEIMBANG PADA LANSIA DIMASA PANDEMI COVID-19 - RSUD Mardi Waluyo. Retrieved on June 20, 2022 from http://mardiwaluyo.blitarkota.go.id/id/berita-opd/gizi-seimbang-pada-lansia-dimasa-pandemi-covid-19  

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN POLA KEMATIAN PADA PENYAKIT DEGENERATIF DI INDONESIA - Kemkes RI. Retrieved on June 20, 2022 from  https://r2kn.litbang.kemkes.go.id/handle/123456789/21222  

Aterosklerosis: Penyebab Umum Penyakit Jantung Koroner - Primaya Hospital. Retrieved on June 20, 2022 from https://primayahospital.com/jantung/aterosklerosis/  

What Is Atherosclerosis? - NHLBI, NIH. Retrieved on June 20, 2022 from  https://www.nhlbi.nih.gov/health/atherosclerosis  

Healthy Eating for Older Adults - Eat Right. Retrieved on June 20, 2022 from https://www.eatright.org/food/nutrition/dietary-guidelines-and-myplate/healthy-eating-for-older-adults  

Nutrition for Older Adults - MedlinePlus. Retrieved on June 20, 2022 from https://medlineplus.gov/nutritionforolderadults.html  

Healthy eating for seniors - Canada's Food Guide. Retrieved on June 20, 2022 from https://food-guide.canada.ca/en/tips-for-healthy-eating/seniors/  

Produk Rekomendasi

Artikel Terkait