Berat & Tinggi Badan Ideal Anak 3-5 Tahun

Berat & Tinggi Badan Ideal Anak 3-5 Tahun

Banner
Banner
Banner
Tags:

Kita mungkin sering mendengar pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak atau hingga usia si Kecil menginjak 2 tahun. Tapi, hal ini bukan berarti selepas itu, tumbuh kembang si Kecil bisa diabaikan. Untuk itu, memantau berat dan tinggi badan anak 3 tahun dan seterusnya masih perlu dilakukan. Yuk, simak di sini berbagai hal mengenai tinggi dan berat badan ideal anak 3 tahun dan seterusnya.

Mengapa Memantau Berat dan Tinggi Badan Anak Penting?

Setiap anak memiliki tumbuh kembangnya masing-masing. Anak-anak tumbuh dengan kecepatan berbeda, sehingga normal jika berat dan tinggi badannya bervariasi. Meski begitu, orangtua wajib memantau pertumbuhan buah hatinya agar tetap berada dalam rentang normal sesuai kurva yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Itu karena dengan memantau berat dan tinggi badan si Kecil membuat kita tahu status gizinya. Status gizi sendiri penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terganggu. Jika tumbuh kembang si Kecil terganggu, nantinya akan berdampak pada kualitas hidupnya saat dewasa.

Tinggi & Berat Badan Ideal Usia 1-5 Tahun Berdasarkan Rekomendasi WHO

Menurut kurva pertumbuhan WHO, jenis kelamin dan usia mempengaruhi tinggi dan berat badan ideal anak. Berikut tabel tinggi badan ideal anak usia 1-5 tahun menurut WHO.

Usia

Laki-laki

Perempuan

1 Tahun

75,7 cm

74 cm

2 Tahun

87,8 cm

86,4 cm

3 Tahun

96,1 cm

95,1 cm

4 Tahun

103,3 cm

102,7 cm

5 Tahun

110 cm

109,4 cm

 

Jika tadi kita telah mengetahui tinggi badan ideal anak berdasarkan usia, berikut tabel berat badan anak menurut usia 1-5 tahun dari WHO.

Usia

Laki-laki

Perempuan

1 Tahun

9,6 kg

8,9 kg

2 Tahun

12,2 kg

11,5 kg

3 Tahun

14,3 kg

13,9 kg

4 Tahun

16,3 kg

16,1 kg

5 Tahun

18,3 kg

18,2 kg

 

Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan Anak

Tinggi badan menjadi salah satu indikator penentu status gizi anak. Status gizi ini sangat penting untuk diketahui dan diperhatikan, agar bisa mencegah terjadinya stunting.

Stunting adalah kondisi ketika anak memiliki postur tubuh pendek akibat gagal tumbuh. Kondisi ini bisa dikarenakan anak kekurangan zat gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Artinya, asupan nutrisi merupakan faktor penting yang berpengaruh pada tinggi badan anak.

Susunan genetik atau DNA menjadi faktor utama yang mempengaruhi tinggi badan seseorang, termasuk anak-anak. Namun, beberapa faktor lainnya pun bisa mempengaruhi tinggi badan anak selama masa perkembangannya seperti nutrisi, hormon, dan kondisi kesehatan yang menyertai.

Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Anak

Seperti tinggi badan, berat badan juga salah satu indikator status gizi si Kecil. Berat badan biasanya menjadi tanda untuk mengetahui apakah nutrisi anak sudah terserap dengan baik atau belum. Artinya, pemenuhan nutrisi sangat berpengaruh pada berat badan si Kecil.

Selain kecukupan gizi, berat badan anak juga bisa dipengaruhi kondisi medis. Penyakit bisa menghambat penambahan berat badan anak. Sering sakit ringan seperti batuk pilek bisa menjadi salah satu faktor kenapa berat badan anak 3 tahun susah naik. Saat anak sakit, kalori yang terserap tubuh tidak digunakan untuk pertumbuhan, melainkan akan dipakai untuk proses penyembuhan dari penyakit yang diderita terlebih dahulu.

Kapan Bunda Harus Waspada Terhadap Berat Badan si Kecil?

Sebagai orangtua, wajar jika Bunda selalu memantau pertumbuhan BB anak 3 tahun, BB anak 4 tahun, hingga BB anak 5 tahun. Meski tumbuh kembang setiap anak unik, Bunda perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak jika si Kecil menunjukkan beberapa tanda berikut:

  • Berat badan si Kecil tampak stagnan atau tidak mengalami kenaikan selama 2-3 bulan berturut-turut.

  • Terjadi penurunan berat badan secara drastis, terutama setelah si Kecil mengalami sakit atau infeksi berulang.

  • Garis pertumbuhan pada kurva KMS (Kartu Menuju Sehat) atau kurva pertumbuhan WHO menunjukkan tren menurun atau bahkan berada di bawah garis merah.

  • Anak tampak sering lesu, tidak aktif saat bermain, dan mengalami penurunan nafsu makan yang sangat ekstrem.

Jika kondisi ini terjadi, dokter akan membantu mengevaluasi apakah kondisi tersebut dipicu oleh asupan nutrisi yang belum maksimal, atau adanya indikasi medis tertentu.

Tips Agar Tinggi dan Berat Badan Anak Ideal

Setiap orangtua tentu ingin si Kecil memiliki tinggi dan berat badan ideal sesuai usia agar tumbuh kembangnya tidak terhambat. Ini bisa dilakukan dengan menstimulasi anak dan mencukupi kebutuhan nutrisinya. Berikut beberapa cara agar tinggi dan berat badan anak ideal.

1. Tidur cukup

Tidur yang cukup mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Saat anak mendapatkan tidur malam yang nyenyak, tubuh melepaskan hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh.

2. Olahraga

Olahraga secara teratur penting untuk perkembangan fisik yang baik, karena mendukung kesehatan tulang dan jaringan otot.

Selain itu, aktivitas fisik membuat si Kecil memperoleh manfaat yang berdampak pada tinggi dan berat badan ideal anak 3-4 tahun, seperti memperkuat tulang dan membantu mengontrol berat badan.

3. Berikan asupan bergizi

Si Kecil memerlukan asupan nutrisi yang baik untuk dapat mencapai tinggi dan berat badan ideal anak 3 tahun ke atas. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi makro, Ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral esensial untuk membantunya mencapai potensi pertumbuhan maksimal.

Ibu bisa memberikan tambahan asupan lemak sehat jika si Kecil belum mencapai berat badan ideal anak 3 tahun menurut WHO. Lemak tambahan ini bisa diperoleh dari keju, saus krim, mentega, mayones, dan sayur-sayuran.

Meski untuk mencapai berat badan ideal anak memerlukan asupan kalori yang tinggi, tapi sebaiknya Ibu menghindari memberikan cemilan tinggi gula, garam, dan lemak untuk anak. Pasalnya, camilan tersebut tinggi kadar gula, garam, dan lemak serta miskin nutrisi. Hal ini tidak baik untuk kesehatan karena bisa memicu penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya.

Untuk menggantikan camilan manis, Ibu dapat memberikan si Kecil buah-buahan seperti pepaya, anggur, dan buah lain yang sarat vitamin dan serat.

Nutrisi memegang peranan sangat penting dalam pertumbuhan anak, sehingga si Kecil disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang. Buah dan sayuran akan memastikan anak-anak mendapatkan semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk berkembang.

Sementara itu, anak membutuhkan protein dan kalsium yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tulang. Protein bisa diperoleh dari daging, unggas, makanan laut, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, sayur bayam, asparagus, dan sawi hijau, sedangkan kalsium bisa diperoleh dari yogurt, susu, keju, kubis, kedelai, brokoli, jeruk, sarden, dan ikan salmon.

Ide Menu Calorie Booster untuk Mendukung Kenaikan Berat Badan Anak

Untuk mengejar target BB anak 3 tahun, BB anak 4 tahun, maupun BB anak 5 tahun yang belum mencapai angka ideal, Bunda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan padat kalori (calorie booster) yang sehat di setiap menu harian si Kecil. Berikut adalah beberapa ide yang bisa Bunda terapkan di rumah:

  • Tambahkan Lemak Sehat (Lemak Tambahan): Bunda bisa menambahkan unsalted butter (mentega tawar), olive oil (minyak zaitun), santan, atau keju leleh ke dalam mangkuk bubur, sup, atau nasi hangat si Kecil sesaat sebelum disajikan.

  • Selai Kacang dan Alpukat: Dua bahan ini sangat tinggi kalori dan lemak baik. Bunda bisa mengoleskan selai kacang pada roti gandum utuh atau membuat jus alpukat yang lezat sebagai camilan sore.

  • Protein Hewani Berkualitas: Pastikan piring makan si Kecil selalu diisi dengan sumber protein tinggi, seperti telur puyuh, daging sapi cincang, atau ikan berlemak seperti salmon tuna.

Asupan Nutrisi Tambahan untuk Bantu Capai Berat Badan Ideal Anak 3 Tahun

Untuk mendukung pertumbuhan tinggi dan berat badan anak tetap optimal, Ibu bisa memberikan asupan nutrisi tambahan untuk si Kecil. Salah satunya adalah PediaSure Peptigro. PediaSure Peptigro mendukung pertumbuhan nyata dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil. Asupan nutrisi ini dilengkapi dengan arginine dan vitamin K2, kombinasi yang membantu mendukung pertumbuhan tulang anak.

Asupan nutrisi ini tersedia dalam varian rasa yang beragam, yaitu vanila, cokelat, dan madu. Dengan formulasi baru yang mengandung sukrosa 42% lebih rendah dibanding formula sebelumnya.

PediaSure Peptigro mengandung omega 3 & 6, DHA & AA, serta kombinasi whey, kasein, dan soya (tiga sumber protein kompleks). Nutrisi ini terbukti secara klinis dapat mendukung perkembangan otak dan kemampuan berpikir anak.

Selain itu, PediaSure Peptigro mengandung campuran prebiotik FOS, 14 vitamin, dan 9 mineral yang membantu menjaga fungsi cerna si Kecil. Asupan nutrisi ini kini hadir dengan PediaSure Peptigro System, formula baru yang dirancang untuk membantu mengoptimalkan proses penyerapan nutrisi si Kecil. Dengan kandungan protein yang mendukung tinggi badan serta nutrisi penting lainnya, produk ini membantu pertumbuhan tulang yang kuat agar anak dapat tumbuh optimal. Beberapa keunggulan Pediasure Peptigro System, yakni:

  1. Teknologi CPP yang Unik
    Teknologi ini membantu memastikan mineral seperti kalsium lebih mudah diserap oleh tubuh, sehingga efektif dalam mendukung makanan yang mengandung nutrisi untuk pertumbuhan tinggi badan anak. Dengan asupan gizi yang tepat, pertumbuhan tinggi badan si Kecil bisa lebih optimal sesuai usianya.
  2. Teruji Klinis
    PediaSure Peptigro telah melalui berbagai uji klinis yang membuktikan efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan dan kesehatan anak.
  3. Mendukung Daya Tahan Tubuh Anak
    Kandungan sinbiotik dan vitamin dalam PediaSure Peptigro membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.
  4. Pilihan Rasa yang Disukai Anak
    Tersedia dalam rasa vanila, madu, dan cokelat, PediaSure Peptigro memastikan anak-anak menikmati setiap teguknya.

Berikan yang Terbaik untuk Tumbuh Tinggi Anak

Ingat Bu, masa kanak-kanak adalah waktu emas untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan kuat. Selain memberikan makanan penambah berat badan anak, Ibu juga bisa melengkapi nutrisinya dengan PediaSure Peptigro. Dengan kandungan yang mendukung pertumbuhan tulang dan daya tahan tubuh, asupan nutrisi ini membantu anak mencapai berat badan ideal dan pertumbuhan fisik yang optimal.

Yuk, dukung tumbuh tinggi dan daya tahan tubuh si Kecil dengan memberikan PediaSure Peptigro 2-3 kali sehari!

 

ID.2025.58379.PDS.1 (v1.4)

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Normalkah jika BB anak 3 - 5 tahun stagnan atau susah naik?

Hal ini bisa menjadi warning sign lho, Bunda. Berat badan yang sulit naik umumnya disebabkan oleh asupan kalori harian yang kurang, anak pemilih makanan (picky eater), atau adanya infeksi penyerta. Sebaiknya segera evaluasi pola makan si Kecil.

2. Apa yang bisa Bunda lakukan jika BB anak kurang dari angka idealnya?

Bunda dapat memberikan makanan yang padat nutrisi dan tinggi kalori (calorie booster) seperti tambahan keju, mentega, atau alpukat, serta lengkapi dengan susu pertumbuhan bernutrisi tinggi.

3. Berapa porsi makan harian yang tepat untuk mengejar berat badan ideal anak 3 - 5 tahun?

Di usia prasekolah ini, si Kecil membutuhkan jadwal makan yang teratur, yaitu 3 kali makan utama (pagi, siang, malam) dan 2 kali camilan sehat di sela-sela waktu makan, dibarengi konsumsi susu.

4. Apakah faktor keturunan (genetik) berpengaruh besar pada Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak?

Faktor genetik umumnya lebih dominan dalam menentukan tinggi badan. Untuk berat badan, faktor utama yang paling memengaruhi adalah kecukupan nutrisi harian, gaya hidup (olahraga/aktivitas fisik), dan kondisi kesehatan medis anak tersebut.

SUMBER:

Average Weight and Growth Chart for Babies, Toddlers, and Beyond - Babycenter. Retrieved February 10, 2023 from https://www.babycenter.com/baby/baby-development/average-weight-and-growth-chart-for-babies-toddlers-and-beyo_10357633  

Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1) - IDAI. Retrieved February 10, 2023 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1  

Kurva Pertumbuhan WHO - IDAI. Retrieved February 10, 2023 from https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who  

Length/height for Age - World Health Organization. Retrieved February 10, 2023 from https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/length-height-for-age  

Weight for Age - World Health Organization. Retrieved February 10, 2023 from https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/weight-for-age

Mencegah Anak Berperawakan Pendek - IDAI. Retrieved February 10, 2023 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mencegah-anak-berperawakan-pendek  

Predicting a Child's Height: How Tall Will They Be? - Mom Junction. Retrieved February 10, 2023 from https://www.momjunction.com/articles/predicting-child-height-how-tall-will-they-be_00797888/  

Failure to Gain Weight in Children - Babycenter. Retrieved February 10, 2023 from https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/failure-to-gain-weight-in-children_11429  

How to Increase Height: Tips and Exercises - Healthline. Retrieved February 10, 2023 from https://www.healthline.com/health/how-to-increase-height#other-factors  

Child Overweight and Obesity - Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved February 10, 2023 from https://www.cdc.gov/healthyweight/children/index.html  

Understanding Your Child's Growth - Kids Health. Retrieved February 10, 2023 from https://kidshealth.org/en/parents/childs-growth.html

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil