PediaSure
- Main Image
-
- Title
- PediaSure Vanila
- Detail Page Path
Stunting bukan sekadar “anak pendek”. Ini adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa hamil sampai anak usia 2 tahun). Dampaknya? Bukan hanya tinggi badan, tapi juga perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang.
Stunting adalah masalah besar di dalam isu kesehatan global. Pada tahun 2020, data UNICEF menunjukkan bahwa stunting dialami oleh 150 juta anak di bawah 5 tahun dan kebanyakan terjadi di negara dunia ketiga dan negara berkembang.
Stunting sendiri disebabkan oleh malnutrisi yang terjadi di saat ibu hamil dan anak-anak di usia tumbuh kembang. Stunting merupakan manifestasi dari kekurangan nutrisi kronis, yang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik dan juga mental pada anak-anak.
Anak yang menderita stunting akan tumbuh lebih pendek dibandingkan dengan anak sebayanya dan tidak mampu berkembang dengan optimal. Hal tersebut mencerminkan kekurangan nutrisi kronis, yang dampaknya terhadap anak tidak dapat diubah.
Kabar baiknya: stunting bisa dicegah dengan langkah sederhana yang konsisten. Yuk, kita bahas satu per satu!
Stunting adalah konsekuensi yang terjadi akibat asupan nutrisi yang buruk dalam jangka panjang pada anak usia dini. Jika mengacu pada standar pertumbuhan anak WHO, stunting dikategorikan pada kategori anak, berusia 0-59 bulan, yang tinggi-untuk-usia nya di bawah minus 2 standar deviasi (stunting sedang dan parah) dan di bawah minus 3 standar deviasi (stunting parah) dari tinggi badan median dari grafik pertumbuhan WHO.
Stunting berdampak negatif dalam jangka panjang, termasuk kemampuan mental dan kemampuan belajar yang berkurang, prestasi buruk di sekolah, pendapatan berkurang, dan peningkatan risiko anak mengalami penyakit berkaitan dengan nutrisi seperti diabetes, darah tinggi, dan obesitas di masa depan. Stunting juga berdampak negatif pada kehadiran anak di sekolah yang imbasnya prestasi menjadi buruk, mengurangi kemampuan anak bersaing secara ekonomi nantinya akibat kehilangan produktivitas, kognisi yang buruk, dan kualitas pendidikan yang buruk.
Baca juga: 10 Ciri-Ciri Stunting yang Wajib Diwaspadai
Anak yang menderita stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari tinggi badan normal anak seusianya, dan tumbuh kembang fisik dan mentalnya akan terbatas. Stunting terkait dengan otak yang tidak berkembang dengan sempurna, dengan konsekuensi buruk dalam jangka panjang.
Stunting dan beragam kondisi kekurangan nutrisi lainnya disebut sebagai penyebab hampir setengah dari kematian anak di seluruh dunia. Kekurangan nutrisi berkontribusi pada lebih dari sepertiga kematian anak di bawah lima tahun.
Stunting dan kekurangan nutrisi seringkali tidak nampak hingga kondisinya menjadi parah, dan anak yang tampak sehat bisa jadi berisiko mengalami gangguan kesehatan dan tumbuh kembangnya bila tidak terdeteksi.
Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dikenal sebagai golden age pada anak. Periode ini dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan hingga usia anak 2 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan pembentukan sistem imun anak berlangsung sangat cepat. Karena itu, asupan nutrisi pada periode ini menjadi sangat krusial.
Kesehatan dan asupan nutrisi ibu selama hamil sangat memengaruhi tumbuh kembang janin. Ibu yang kekurangan asupan nutrisi, berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari.
Karena itu, penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sejak sebelum dan selama kehamilan. Nutrisi penting seperti asam folat, zat besi, yodium, protein, vitamin D, dan omega-3 berperan besar dalam mendukung perkembangan otak dan organ tubuh bayi.
Setelah bayi lahir asupan nutrisi didapatkan dari ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu, anak mulai dikenalkan dengan makanan pendamping asi (MPASI). Di masa MPASI ibu harus memberikan makanan pencegah stunting, yaitu menu dengan nutrisi yang lengkap meliputi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Protein hewani untuk anak seperti telur, ikan, dan daging sangat penting karena membantu pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan otak anak.
Selain dari makanan, asupan nutrisi tambahan bisa didapatkan dengan minum susu untuk mencegah stunting yang mengandung kalori dan nutrisi yang dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan.
Kekurangan asupan nutrisi selama periode golden age anak dapat berdampak jangka panjang, seperti:
Karena itu, penting untuk menjaga pola makan selama 1000 hari pertama kehidupan agar asupan nutrisi tercukupi sehingga tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Kekurangan nutrisi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan dapat menyebabkan anak stunting. Ciri-ciri anak stunting yaitu panjang badan atau tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Indikator stunting WHO adalah panjang badan atau tinggi badan anak di bawah -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO.
Masa golden age adalah masa yang krusial dalam pencegahan stunting karena sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan otak terjadi pada periode ini. Semakin cepat stunting dikenali dan ditangani, semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.
Stunting yang terdeteksi setelah usia 2 tahun masih mungkin diperbaiki, tetapi hasilnya tidak seoptimal jika intervensi dilakukan selama 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, orang tua perlu rutin memantau berat badan dan tinggi badan anak menggunakan kurva pertumbuhan WHO agar tanda-tanda gangguan pertumbuhan dapat dideteksi lebih dini.
Stunting terjadi karena asupan nutrisi tidak terpenuhi dalam jangka panjang, bukan terjadi secara tiba-tiba. Jika si kecil mengalami stunting, segera konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan memberikan rekomendasi pola makan untuk memperbaiki asupan nutrisi anak.
Selain dari makanan, si kecil bisa mendapat nutrisi tambahan dari susu pertumbuhan anak yang mengandung berbagai nutrisi seperti karbohidrat, protein, kalsium, zat besi, DHA/Omega 3 & 6, dan berbagai vitamin.
Nah, berikut ini beberapa cara mencegah stunting pada anak usia dini yang wajib Ibu perhatikan:
Pola makan seimbang di masa kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang sehat. Pola makan seimbang termasuk mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Pola makan seimbang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi ibu hamil, dan ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa nutrisi yang dikonsumsi mencukupi kebutuhan.
ASI merupakan sumber makanan kaya nutrisi yang mudah dicerna oleh bayi. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi di masa 6 bulan pertama kehidupan bayi, termasuk asam lemak penting yang berkontribusi pada pertumbuhan otak. ASI eksklusif juga dapat membantu melindungi anak dari infeksi dan mengurangi risiko malnutrisi dan stunting.
Setelah 6 bulan, bayi membutuhkan MPASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. MPASI sebaiknya diperkenalkan secara bertahap dalam jumlah kecil, mulai dari makanan kaya nutrisi seperti sereal dengan zat besi, buah, sayur, dan daging. Porsi yang diberikan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia bayi, dan makanan yang diberikan semakin beragam untuk memastikan pola makan yang seimbang.
Kebersihan dan higienitas sangat penting dalam mencegah penyakit seperti diare yang dapat memicu stunting dan malnutrisi. Ibu sebaiknya membiasakan diri dengan teknik mencuci tangan yang baik, membersihkan dan mensterilisasi alat makan anak, dan memastikan lingkungan anak yang bersih untuk tidur dan bermain.
Menyediakan anak air minum yang bersih dapat mencegah penyakit akibat konsumsi air yang tidak bersih, yang imbasnya memicu stunting dan malnutrisi. Sumber air sebaiknya aman, dan air harus direbus terlebih dahulu jika belum.
Baca juga: Apa Saja Indikator Stunting Menurut WHO? Cek di Sini!
Pemeriksaan rutin dan imunisasi dapat membantu mendeteksi serta merawat masalah kesehatan yang dapat menyebabkan stunting atau malnutrisi pada anak. Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika anak menunjukkan tanda tumbuh kembang yang buruk.
Pendidikan dan kesadaran dapat membantu orang tua membuat keputusan mengenai nutrisi dan kesehatan anak. Sebaiknya ibu membekali diri dengan pengetahuan soal nutrisi yang cukup, kebersihan, layanan kesehatan, dan risiko yang berhubungan dengan kekurangan nutrisi dan stunting.
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak yang sehat. Anak sebaiknya dibiasakan bergerak aktif dan bermain sesuai usianya.
Memberikan anak makanan ringan bernutrisi dapat membantu anak memenuhi kebutuhan nutrisinya di antara waktu makan. Camilan seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian menyediakan vitamin, mineral, lemak sehat yang penting bagi anak.
cara mengatasi stunting pada anak adalah dengan mendapatkan tidur yang cukup. Tidur cukup sangat penting untuk tumbuh kembang yang sehat. Anak sebaiknya memiliki pola tidur yang rutin dan mendapatkan tidur yang cukup agar anak dapat tumbuh kembang dengan optimal.
Secara keseluruhan, stunting adalah kondisi yang dapat dicegah, dan pencegahan bisa dimulai dari rumah melalui asupan nutrisi yang cukup sejak anak dalam masa kandungan hingga di usia awal-awal kehidupannya. Ibu dan lingkungan sekitarnya memainkan peranan penting dalam memastikan anak mendapatkan nutrisi cukup serta akses pada air bersih. Pengetahuan yang cukup serta kesadaran ibu dan keluarga akan sangat membantu terjadinya stunting pada anak agar anak dapat tumbuh kembang dengan optimal dan sehat.
Untuk memberikan anak nutrisi yang cukup dan berkualitas, ibu dapat memberikan anak dengan asupan bergizi seimbang yang bersumber dari makanan yang beragam dari kelompok makanan yang berbeda. Hal ini bisa didapat dari buah, sayur, gandum, protein, serta susu pada pola makan anak.
Ibu juga dapat membuat perubahan kecil dalam kebiasaan masak untuk memperbaiki asupan nutrisi pada makanan anak. Contohnya, menggunakan minyak yang lebih sehat, mengurangi jumlah garam dan gula pada makanan, dan gunakan potongan daging sedikit lemak.
Dengan melakukan perubahan sederhana ini, ibu dapat menyediakan anak makanan bernutrisi yang membantu tumbuh kembang yang sehat.
Baca juga: Dapatkan Growth-Kit di Sini!
Ibu juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikan segelas PediaSure. PediaSure merupakan tambahan nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan serta perkembangan anak. Beragam varian rasa tersedia, seperti classic milky, vanila, madu, dan coklat, yang dapat disesuaikan dengan selera anak. PediaSure mengandung arginin, vitamin K2, triple protein, serta DHA, AA, dan Omega-3.
Tak hanya itu, satu gelas PediaSure juga memiliki kandungan gabungan prebiotik FOS dan probiotik L. acidophilus, 14 vitamin, dan 9 mineral. Meskipun memiliki kandungan sukrosa yang lebih rendah hingga 42%, rasa PediaSure tetap lezat dan tersedia dalam berbagai ukuran kemasan yang terjangkau.
Oleh karena itu, dukung pertumbuhan anak dengan memberikan PediaSure sebagai sumber nutrisi tambahan yang berkualitas dan nikmat setiap hari.
ANIAPAC-P-ID-202600449
Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa persiapan kehamilan. Ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi sejak sebelum hamil dan selama kehamilan. Setelah si kecil lahir, berikan ASI eksklusif selama enam bulan, serta pastikan anak mendapatkan MPASI bergizi seimbang selama periode 1000 hari pertama kehidupan. Susu untuk mencegah stunting bisa menjadi asupan nutrisi tambahan untuk si kecil.
Tidak semua anak bertubuh pendek mengalami stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, atau faktor lingkungan. Sementara itu, sebagian anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek karena faktor genetik. Penentuan stunting perlu dilakukan dengan mengukur tinggi badan anak dan membandingkannya dengan indikator stunting WHO berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Paparan asap rokok pada anak balita dapat meningkatkan risiko stunting. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa anak yang tinggal di lingkungan dengan perokok, terutama pada keluarga pedesaan dan berpenghasilan rendah, lebih rentan mengalami gangguan pertumbuhan.
Hal ini terjadi karena asap rokok dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, menurunkan nafsu makan, serta meningkatkan risiko infeksi, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan tinggi badan anak. Selain itu, paparan asap rokok selama kehamilan juga dapat mengganggu pertumbuhan janin sehingga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, yang merupakan salah satu faktor risiko stunting.
SUMBER:
Malnutrition in Children - UNICEF DATA. Retrieved on April 18, 2023, from https://data.unicef.org/topic/nutrition/malnutrition/
One third of children in the developing world are stunted by malnutrition. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.unicef.cn/en/press-releases/one-third-children-developing-world-are-stunted-malnutrition
Stop stunting | UNICEF India. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.unicef.org/india/what-we-do/stop-stunting
Stunting in a nutshell. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting: From Childhood to Adulthood - PMC. Retrieved on April 18, 2023, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7975963/
![]()
Ketahui ciri-ciri stunting, apa yang bisa ibu lakukan untuk intervensi di periode 1000 hari pertama kehidupan anak ASI, MPASI, ini panduannya
![]()
Mengerti tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun penting untuk didikan anak sehat bahagia. Pelajari aspek fisik, kognitif, sosial, emosi cara mendukungnya
![]()
Ada beberapa indikator stunting menurut WHO, termasuk indikator stunting. Cek indikator stunting apa saja yang digunakan WHO di sini!
Anda akan keluar ke situs web Abbott khusus negara atau wilayah lainnya. Perlu diketahui bahwa situs yang Anda kunjungi ditujukan untuk penduduk negara atau wilayah tertentu, seperti yang tercantum di situs tersebut. Situs ini mungkin berisi informasi tentang obat-obatan, perangkat medis, dan produk lain atau penggunaan produk tersebut yang tidak disetujui di negara atau wilayah lain.
Situs web yang Anda kunjungi juga mungkin tidak dioptimalkan untuk ukuran layar perangkat tertentu. Apakah Anda ingin melanjutkan dan keluar situs web ini?