Anak Terlambat Bicara: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Anak Terlambat Bicara: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

anak terlambat bicara
anak terlambat bicara
anak terlambat bicara

Salah satu kebahagiaan terbesar orangtua adalah saat si Kecil mengeluarkan kata pertamanya. Ayah atau ibu biasanya menebak-nebak, kata apa yang akan diucapkan si Kecil.

Menunggu saat-saat seperti itu, mungkin Ibu bertanya-tanya kapan anak mulai bicara, apa kata pertamanya, dan lain sebagainya.

Umumnya, si Kecil mengeluarkan kata pertamanya seperti “mama” atau “papa” di usia 9-12 bulan.

Namun, ada kalanya perkembangan anak dirasa tidak sama seperti anak lainnya. Anak Ibu belum bisa bicara di saat anak-anak seusianya mulai mengeluarkan kata. Ibu pun merasa, anak Ibu termasuk anak terlambat bicara.

Ibu, sebenarnya ada rentang yang lebar dari perkembangan bahasa anak mulai dari lahir hingga berusia dua tahun. Setiap anak memiliki perkembangan berbeda dan banyak faktor yang mempengaruhi seberapa banyak atau seberapa jelas anak bicara.

Sebagai contoh, anak yang tinggal di lingkungan bilingual atau berbicara dalam dua bahasa butuh waktu lama untuk berbicara lancar di kedua bahasa. Anak yang memiliki kakak bisa berbicara lebih lambat karena si kakak selalu menjawab untuk adiknya.Bahkan, menurut riset, anak perempuan lebih cepat bicara dibandingkan anak laki-laki.

Untuk memastikan apakah memang anak termasuk terlambat bicara, Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter.

Lalu, anak telat bicara ke dokter apa ya? Simak semua ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Fakta Seputar Keterlambatan Tahapan Perkembangan Anak Menurut Umur

Ciri-Ciri Anak Terlambat Bicara Berdasarkan Usia

Untuk mengetahui apakah Si Kecil hanya butuh waktu lebih atau memang mengalami speech delay, Mama perlu memperhatikan milestone atau tahapan perkembangan bahasa berikut ini:

  • Usia 12 Bulan: Belum menggunakan gerakan tubuh seperti menunjuk atau melambaikan tangan, dan belum mengucapkan kata sederhana seperti "mama" atau "papa".

  • Usia 18 Bulan: Lebih suka menggunakan isyarat daripada berbicara, dan kesulitan meniru suara atau kata yang Mama ucapkan.

  • Usia 2 Tahun (24 Bulan): Belum bisa merangkai dua kata (contoh: "mau minum"), memiliki kosakata kurang dari 50 kata, dan ucapan yang keluar terdengar sangat tidak jelas.

  • Usia 3 Tahun: Kesulitan memahami instruksi sederhana, gagap yang berlebihan, dan orang asing tidak bisa memahami apa yang ia bicarakan.

Jika Si Kecil menunjukkan red flags di atas, ini adalah saat yang tepat untuk mulai melakukan observasi lebih lanjut.

Penyebab Anak Terlambat Bicara

Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara adalah saat anak belum bisa menunjukkan perkembangan bicara dan bahasa di tingkat yang diharapkan. Masalah perkembangan ini umum terjadi dan mempengaruhi 10 persen anak usia prasekolah.

Terlambat bicara atau speech delay dibagi menjadi dua, yakni :

  • Gangguan terlambat bicara fungsional. Gangguan ini termasuk gangguan ringan dan terjadi karena kurangnya stimulasi atau pola asuh yang salah.
  • Gangguan terlambat bicara non-fungsional. Gangguan ini akibat dari adanya gangguan bahasa reseptif, seperti autis ataupun Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang dialami anak.

Lalu, apa penyebab anak terlambat bicara? Simak ulasannya berikut ini!

1. Masalah dengan mulut

Terlambat bicara bisa mengindikasikan masalah dengan mulut, lidah, atau langit-langit. Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia atau tongue-tie, terdapat selaput atau frenulum di bawah lidah. Kondisi ini menyebabkan anak sulit menyebutkan beberapa suara seperti D,L,R,S,T,Z, dan th.

2. Gangguan bicara dan bahasa

Anak 3 tahun yang bisa berkomunikasi non verbal, misalnya dengan gerak tubuh, tetapi tidak bisa mengucapkan banyak kata mungkin mengalami terlambat bicara. Anak yang bisa bicara sedikit kata tapi tidak bisa menyusunnya menjadi frase yang bisa dimengerti mungkin memiliki gangguan bahasa. Kondisi ini terjadi karena keterlambatan pematangan proses neurologis pusat yang menghasilkan ucapan.

3. Kehilangan pendengaran

Balita yang tidak bisa mendengar dengan baik akan sulit menyusun kata. Ketika anak mengalami kesulitan mendengar, area otak terkait komunikasi kemungkinan tidak berkembang dengan baik. Salah satu tanda anak kehilangan pendengaran adalah anak merespons saat Ibu menggunakan gestur tubuh, tapi tidak saat memanggilnya.

4. Kurang stimulasi

Anak belajar bicara agar bisa terlibat dalam percakapan. Sulit jika tidak ada yang mengajaknya bicara sebagai proses stimulasinya. Lingkungan sangat berpengaruh. Kekerasan, pengabaian, dan kurangnya stimulasi verbal membuat perkembangan anak terhambat.

5. Autism spectrum disorder

Gangguan bicara dan bahasa sering terjadi pada penderita autis. Beberapa tandanya, seperti mengulangi frasa dan bukan membuat baru, perilaku berulang, gangguan komunikasi verbal dan nonverbal, dan gangguan interaksi sosial.

 

Baca juga: Apa Itu Anak ADHD? Cek Informasinya di Sini!

 

6. Gangguan saraf

Beberapa gangguan saraf bisa mempengaruhi otot yang digunakan untuk bicara. Seperti misalnya cerebral palsy, muscular dystrophy, dan cedera otak traumatis.

7. Ketidakmampuan intelektual

Lambat bicara bisa disebabkan ketidakmampuan intelektual.

Dampak Jika Anak Terlambat Bicara Dibiarkan

Masa keemasan (golden age) perkembangan otak anak terjadi sangat cepat. Jika keterlambatan bicara tidak segera ditangani, ada beberapa dampak jangka panjang yang bisa memengaruhi kualitas hidup Si Kecil:

  1. Sering Tantrum dan Frustrasi: Karena tidak bisa mengekspresikan apa yang ia inginkan atau rasakan melalui kata-kata, anak sering kali meluapkannya dengan cara menangis histeris, menjerit, atau memukul.

  2. Kesulitan Bersosialisasi: Saat memasuki usia preschool (PAUD/TK), ia mungkin merasa minder atau kesulitan bermain bersama teman sebayanya karena kendala komunikasi.

  3. Hambatan Akademis: Kemampuan bahasa lisan adalah fondasi untuk belajar membaca dan menulis di masa depan. Keterlambatan bicara yang tidak teratasi berisiko menghambat prestasi belajarnya di sekolah nanti.

Mitos dan Fakta Seputar Anak Terlambat Bicara

Di lingkungan sekitar, Mama mungkin sering mendengar berbagai komentar tentang anak yang belum lancar bicara. Yuk, kita luruskan mana yang sekadar mitos dan mana yang fakta medis:

  • Mitos: "Anak laki-laki memang wajarnya lebih lambat bicara dibandingkan anak perempuan."

    • Fakta: Meskipun ada sedikit perbedaan kecepatan perkembangan saraf antara anak laki-laki dan perempuan di usia dini, tonggak perkembangan (milestone) bahasa dasar tetaplah sama. Keterlambatan bicara pada anak laki-laki tetap harus dievaluasi jika sudah melewati batas usianya.

  • Mitos: "Biarin saja, nanti kalau sudah waktunya juga pasti cerewet sendiri."

    • Fakta: Pendekatan 'wait and see' tanpa melakukan stimulasi ekstra sangat tidak disarankan. Menunda intervensi justru membuat anak semakin tertinggal dari teman-teman seusianya.

Baca juga: Ibu, Yuk Perhatikan Tahap Perkembangan Motorik & Kognitif Anak

Cara Mengatasi Anak Telat Bicara

Anak belajar dan berkembang dengan kecepatannya sendiri. Ibu perlu mempelajari tahap perkembangan anak untuk mengetahui kemampuan apa yang seharusnya dimiliki anak di usia tertentu.

Apalagi belum ada pembuktian ilmiah adanya kelebihan anak terlambat bicara, justru lebih banyak kerugiannya di masa depan.

Untuk membantu kemampuan bicara dan bahasa anak berkembang, ini beberapa hal yang harus dilakukan Ibu:

  • Biasakan berbicara dengan anak, meski anak Ibu masih bayi
  • Tunjuk benda dan sebut namanya. Ibu bisa menyebut bagian tubuh, mainan, warna, atau apa saja yang ada di sekitar anak
  • Saat si Kecil siap, berikan pertanyaan
  • Beri respons pada apa yang dikatakan anak tetapi jangan benarkan kesalahannya
  • Bacakan buku, setidaknya 15 menit sehari
  • Nyanyikan lagu sederhana yang mudah diulangi
  • Beri perhatian penuh saat bicara dengan anak
  • Saat ada yang bertanya pada anak, jangan Ibu yang menjawabnya
  • Meski Ibu tahu apa yang diinginkan anak, beri kesempatan si Kecil mengutarakan maksudnya.
  • Biarkan anak berinteraksi dengan anak lain yang memiliki kemampuan bahasa yang baik

Selain mendampingi dan menstimulasi anak terlambat bicara, orangtua juga perlu memastikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh  anak tercukupi agar ia tetap sehat, bugar,cerdas,  dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Salah satu sumber nutrisi bisa didapat dari PediaSure. Konsumsi PediaSure bisa jadi pilihan untuk nutrisi tambahan ini mengandung Omega 3 dan 6 serta AA dan dan DHA. Kandungan ini membantu kemampuan berpikir anak agar berkembang dengan baik.

PediaSure baik dikonsumsi  2–3 kali sehari oleh anak usia 1-10 tahun.

PediaSure juga dilengkapi 14 vitamin dan 9 mineral serta campuran sinbiotik yang unik (Prebiotik FOS dan Probiotik L. acidophilus).

Selain itu, PediaSure juga mendukung pertumbuhan si Kecil sejak usia 1 tahun melalui 3 sumber protein (kasein, soya, dan whey) atau disebut dengan triple protein. Diperkaya dengan kandungan Arginine, Vitamin K2, dan kalsium tinggi, PediaSure membantu  mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Kabar baiknya, formula terbaru PediaSure memiliki sukrosa lebih rendah 42 persen dibandingkan formula sebelumnya, dengan rasa tetap enak, dan memiliki varian rasa vanilla, madu & coklat (200 gram, 400 gram, 850 gram, 900 gram, dan 1800 gram). Anak  pun akan menyukainya.

Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian, stimulasi otak untuk anak terlambat bicara akan semakin optimal. Anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.

 

ID.2022.30677.PDS.1

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

- Kapan Mama harus membawa anak ke dokter karena terlambat bicara?

Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak jika Si Kecil tidak merespons panggilan namanya di usia 12 bulan, belum memproduksi kata sama sekali di usia 18 bulan, atau tiba-tiba kehilangan kemampuan bahasa yang sebelumnya sudah ia kuasai di usia berapa pun.

- Apakah penggunaan gadget bisa menyebabkan anak terlambat bicara?

Ya, paparan layar (gadget/TV) yang berlebihan pada anak di bawah usia 2 tahun tanpa pendampingan dapat memicu keterlambatan bicara. Gadget hanya memberikan komunikasi satu arah, padahal anak membutuhkan interaksi dua arah untuk belajar berbicara.

- Nutrisi apa yang penting untuk mendukung anak agar cepat bicara?

Kemampuan bicara berkaitan erat dengan fungsi kognitif otak. Pastikan anak mendapatkan nutrisi makro dan mikro yang seimbang, terutama nutrisi penting untuk otak seperti DHA, Omega 3, Omega 6, dan Zat Besi, yang bisa didapatkan dari ikan berlemak, telur, daging, serta pelengkap nutrisi harian yang difortifikasi.

SUMBER: 

When Your Child's Speech Delay Is a Red Flag - Veryell Family. Retrieved 23 August 2022, from https://www.verywellfamily.com/toddler-speech-delay-289662#citation-1  

Sex Differences in Language Across Early Childhood: Family Socioeconomic Status does not Impact Boys and Girls Equally - Frontiers. Retrieved 23 August 2022, from https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2015.01874/full  

Speech and Language Delay - familydoctor.org. Retrieved 23 August 2022, from https://familydoctor.org/condition/speech-and-language-delay/  

Penyebab Speech Delay atau Keterlambatan Bicara pada Anak - PAUD DIKMAS DIY. Retrieved 23 August 2022, from https://pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id/artikel/penyebab-speech-delay-atau-keterlambatan-bicara-pada-anak/  

Speech Delay at 3 Years Old: What's Normal, What Should Be Evaluated - Healthline. Retrieved 23 August 2022, from https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2#causes  

Health Library Hearing Loss: How It Affects Communication - Cincinati Children’s. Retrieved 23 August 2022, from https://www.cincinnatichildrens.org/health/h/hearing-communication

Rangkaian Produk PediaSure

Baca Selengkapnya Tentang Tumbuh Kembang si Kecil